Endorse di Social Media, Influencer Kini Harus Memberi Hashtag Khusus
Hestianingsih - wolipop
Jumat, 28 Apr 2017 11:01 WIB
Jakarta
-
Influencer di social media tak dimungkiri memegang peran besar dalam memengaruhi perilaku konsumen di era serba digital ini. Tidak jarang produk-produk yang mereka bahas di Instagram, Twitter hingga YouTube menjadi laris manis dan membuat orang penasaran ingin mencobanya juga.
Kehadiran influencer pun dimanfaatkan berbagai perusahaan juga brand untuk mempromosikan produk maupun kampanye mereka. Tapi kini para influencer kemungkinan tidak bisa lagi berpromosi sebebas dulu. Federal Trade Commission (FTC) Amerika Serikat telah memanggil sedikitnya 90 influencer untuk lebih 'jujur' terhadap postingan yang dilihat jutaan follower di akun social media miliknya.
Seperti dikutip dari allure, FTC menginstruksikan mereka untuk menjelaskan hubungan kerja sama dengan brand yang mereka promosikan, ketika posting di social media. Dalam pernyataan yang dirilis Cosmopolitan, FTC menyatakan merasa perlu turun tangan setelah adanya keluhan dari sejumlah konsumen.
Kebijakan ini dibuat setelah berbagai organisasi perlindungan konsumen menyampaikan keberatan mereka terhadap iklan yang diposting influencer di social media. Menurut mereka, kerap kali terjadi bias apakah postingan bersponsor mereka benar-benar iklan, endorsement atau pendapat pribadi.
Untuk itu FTC meminta para influencer menyertakan hashtag khusus untuk semua postingan bersponsor atau berbayar di akun social medianya. Hashtag harus secara jelas menjelaskan kalau postingannya memang sebuah iklan. Bisa dengan menyertakan tag #ad atau #sponsored.
Sebelumnya, kebijakan ini juga telah diinstruksikan kepada sejumlah selebriti secara personal. Salah satunya Kim Kardashian, yang pada 2015, tidak memberikan informasi tentang efek samping yang akan dialami dari konsumsi obat mual yang dia endorse pada waktu itu. Maka untuk melindungi konsumen, Kim kini diharuskan memberi penjelasan tentang produk-produk yang dipromosikannya di social media. (hst/hst)
Kehadiran influencer pun dimanfaatkan berbagai perusahaan juga brand untuk mempromosikan produk maupun kampanye mereka. Tapi kini para influencer kemungkinan tidak bisa lagi berpromosi sebebas dulu. Federal Trade Commission (FTC) Amerika Serikat telah memanggil sedikitnya 90 influencer untuk lebih 'jujur' terhadap postingan yang dilihat jutaan follower di akun social media miliknya.
Foto: instagram |
Seperti dikutip dari allure, FTC menginstruksikan mereka untuk menjelaskan hubungan kerja sama dengan brand yang mereka promosikan, ketika posting di social media. Dalam pernyataan yang dirilis Cosmopolitan, FTC menyatakan merasa perlu turun tangan setelah adanya keluhan dari sejumlah konsumen.
Kebijakan ini dibuat setelah berbagai organisasi perlindungan konsumen menyampaikan keberatan mereka terhadap iklan yang diposting influencer di social media. Menurut mereka, kerap kali terjadi bias apakah postingan bersponsor mereka benar-benar iklan, endorsement atau pendapat pribadi.
Foto: Instagram Michelle Phan |
Untuk itu FTC meminta para influencer menyertakan hashtag khusus untuk semua postingan bersponsor atau berbayar di akun social medianya. Hashtag harus secara jelas menjelaskan kalau postingannya memang sebuah iklan. Bisa dengan menyertakan tag #ad atau #sponsored.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT












































Foto: instagram
Foto: Instagram Michelle Phan