Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

2 Polwan Cantik Cerita Pengalaman Berhadapan dengan Mayat Korban Pembunuhan

Rahmi Anjani - wolipop
Sabtu, 25 Feb 2017 07:44 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Rahmi Anjani
Jakarta - Tak kalah dari pria, wanita bisa melakukan pekerjaan apa saja asal ada kemauan. Termasuk menjadi polisi yang membutuhkan kekuatan fisik ekstra. Meski wanita dikenal sebagai sosok lembut, para polwan juga dituntut berhadapan dengan TKP yang tak jarang jauh dari kata indah. Hal tersebut ternyata merupakan salah satu tantangan terberat mereka.

Iptu Kharisma Arbita pun mengungkapkan demikian. Menurutnya salah satu tantangan terberat adalah ketika harus berhadapan dengan mayat. Meski sering menjadi wanita satu-satunya dalam rombongan, Kharisma mengaku harus tetap profesional dan ikut mengurus tempat perkara.

"Waktu patroli lewat tol, ada kecelakaan. Dua truk saling menyerempet dan terguling. Ada korban kita harus menolong. Di situ kita belajar bagaimana cara mengendalikan diri," ungkapnya dalam acara talkshow Polwan Sahabat Sejuta Warga di fX Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (22/2/2016).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengalaman serupa juga pernah dirasakan Ipda Nurul Kamila. Meski berat, Nurul menjalankannya dengan iklas dan menganggapnya sebagai sebuah ibadah.

"Ada mayat perempuan yang diperkosa lalu dibunuh. Itu baru diketemukan lima hari kemudian, sudah jadi balon. Baunya sudah tidak bisa dibayangkan. Jadi bagaimana kita mengendalikan diri," kata Nurul.

Saat berhadapan dengan TKP, para polwan pun harus punya stamina kuat. Untuk itu, mereka perlu rutin berolahraga di sela-sela bertugas. Latihan seperti apa yang dilakukan mereka agar kuat dan langsing?

"Karena banyaknya kegiatan, olahraga paling tidak stretching setelah bangun tidur dan sit up," kata Kharisma yang sering ditugaskan di lalu lintas tersebut.

"Salah satu kegiatan polisi adalah olahraga. Kalau di Polresta Depok setiap Sabtu. Kita yang paling tahu kondisi tubuh kita, paling tidak sit up atau jogging. Pola makan juga harus dijaga. Waktu pendidikan semuanya diatur tapi sekarang kita harus menjaga diri kita sendiri," tambah Nurul. (hst/hst)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads