Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Kesalahan Mengatur Uang yang Paling Sering Dilakukan Millennial

Rahmi Anjani - wolipop
Rabu, 19 Okt 2016 19:01 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Thinkstock
Jakarta - Millennial dikenal sebagai generasi yang mengerti teknologi dan cepat belajar meski kadang sedikit pemalas. Menurut studi, mereka yang tahun ini berusia 18 hingga 34 tahun tersebut juga diketahui tak terlalu mengerti cara mengatur uang dengan tingkat kepuasan finansial yang rendah. Meski begitu, belum ada kata terlambat untuk mulai mengerti cara mengelola keuangan uang dengan baik dan mengetahui sumber permasalahanya.

"Jika kamu tidak pernah masuk ke kelas masak, memasak akan terlihat mengintimidasi. Kita hanya tidak terekspos dengan finansial pribadi. Tetapi sekali kamu belajar dasarnya, itu tidak terlalu rumit," kata Alexa von Tobel selaku founder dan CEO Learn Fes dan penulis Financially Fearless kepada Vogue.

Alexa kemudian mengajurkan agar millennial yang merasa keuangannya berantakan, mulai mengidentifikasi permasalahan. Ia pun mengungkap lima kesalahan paling umum yang sering dilakukan millennial dalam mengatur finansial dan memberi saran mengatasinya. "Penting untuk mengatasi kesalahan ini sebelum fokus pada tujuan finansial, seperti beli rumah atau berinvestasi di luar akun pensiunmu," ungkap Alexa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Boros Uang Sewa
Millenial menghabiskan uangnya untuk sewa kamar, rumah, atau apartemen yang sebenarnya tidak sesuai kemampuan. Sebaiknya, uang sewa rumah tidak lebih dari 30% penghasilan bulanan. Alexa pun menyarankan agar orang-orang muda menerapkan aturan '50:20:30'. Yakni 50% untuk kebutuhan penting, 20% untuk ditabung, dan 30% untuk bersenang-senang. Uang sewa masuk dalam keperluan esensial.

2. Tidak Menabung untuk Pensiun
Merasa masih muda, wajar jika millennial kurang peduli dengan tabungan masa depan. Namun itu adalah salah satu kesalahan dalam mengatur keuangan. Menabung untuk pensiun baik dilakukan sejak usia 20-an agar total dana yang terkumpul nantinya berpotensi lebih banyak.

3. Tidak Punya Tabungan Cadangan
Selain tidak punya tabungan masa depan, mereka juga tidak punya tabungan cadangan untuk hal-hal darurat. Dianjurkan agar setiap orang punya dana jaga-jaga paling tidak senilai tiga sampai enam bulan penghasilan atau biaya hidup. Hal ini penting dilakukan agar Anda tidak harus berhutang ketika tiba-tiba di PHK atau ada peristiwa kurang menyenangkan.

"Aset paling penting sebagai orang muda bukanlah rumah atau investasi tapi kemampuan untuk menghasilkan uang. Pastikan kamu berada di jalur karier yang tepat," saran Alexa.

4. Tidak Punya Asuransi yang Tepat
Asuransi penting untuk melindungi diri sendiri dan keluarga. Seperti dana cadangan, asuransi berfungsi untuk menyelamarkan Anda dari hal-hal tak terduga yang kurang menyenangkan. Untuk itu, pilih asuransi yang tepat. Sesuaikan jenisnya dengan prioritas hidup Anda.

5. Hutang Kartu Kredit
Menurut Alexa, banyak pekerja millennial yang terlilit hutang kartu kredit. Untuk itu, ketahui manfaat terbaik dari fasilitas keuangan dan sesuai dengan kepribadian. Jika Anda sekiranya tidak bisa menahan pengeluaran, sebaiknya andalan uang tunai saja. Analisa pula kebiasaan berbelanja Anda untuk mengetahui masalahnya. (ami/ami)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads