Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

5 Bidang Pekerjaan yang Paling Berisiko Mengganggu Kesehatan

Rahmi Anjani - wolipop
Selasa, 27 Sep 2016 15:47 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Thinkstock
Jakarta - Hampir setiap orang bekerja keras untuk punya karier bagus demi memenuhi kebutuhan hidup di keseharian maupun masa depan. Sayangnya, mengejar karier justru kerap membahayakan kesehatan. Bukan rahasia lagi jika terlalu banyak menghabiskan waktu dalam pekerjaan dapat memicu sejumlah penyakit, mulai dari flu, sakit jantung, hingga kanker.

Sebuah survei pun dilakukan untuk mengetahui profesi apa saja yang paling berisiko mengganggu kesehatan. Riset tersebut diadakan oleh NPR bersama Robert Wood Johnson Foundation dan T.H. Chan School of Public Health kepada 1.600 orang Amerika Serikat. Para partisipan dianalisa mengenai perasaan mereka terhadap pekerjaan. Mereka juga diminta pendapatnya mengenai kebiasaan makan, tidur, tingkat stress, kehidupan sosial, dan lain-lain.

Hasil penelitian tersebut mengungkap jika 16% pekerja merasa jika profesinya berpengaruh buruk pada kesehatan. Riset juga menunjukkan jika ada beberapa industri pekerjaan yang para pegawainya terkena dampak lebih buruk dari pekerja kebanyakan. Inilah lima industri tersebut beserta persentase pengaruh negatif pekerjaan pada kesehatan mereka:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Outlet retail, 26%
2. Konstruksi atau pekerja lapangan, 23%
3. Pabrik atau manufaktur, 21%
4. Medis, 19%
5. Toko, 16%

Jika melihat daftar tersebut, terlihat jika industri yang menuntut ketahanan fisik dan jam malam lah membahayakan kesehatan. Penelitian sebelumnya memang pernah mengungkap bahwa kerja dengan sistem shift atau bergilir dapat merusak fisik karena membuat waktu tidur jadi tidak teratur. Mereka yang bekerja malam hari juga jadi kerap mengemil kurang sehat sehingga semakin memperburuk keadaan.

Menurunnya kualitas kesehatan karena pekerjaan tentu tidak menyenangkan. Anda pun tidak bisa langsung memutuskan untuk resign atau berhenti karenanya. Apalagi di tengah sulitnya ekonomi dan sempitnya lapangan pekerjaan. Satu-satunya cara mencegah timbulnya penyakit karena beratnya profesi adalah menjaga pola makan, rutin berolahraga, dan liburan. (ami/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads