Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Wanita Muda Indonesia Mendunia

Dellie Threesyadinda, Atlet Panahan Cantik yang Berprestasi di Asia

Rahmi Anjani - wolipop
Jumat, 19 Agu 2016 13:33 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Instagram Dellie Threesyadinda
Jakarta - Sebelum film '3 Srikandi' mulai diproduksi dan ditayangkan, olahraga panahan memang belum terlalu familiar di telinga masyarakat Indonesia. Padahal olahraga tersebut cukup aktif menyumbang prestasi untuk Tanah Air. Salah satu alet panahan yang sering berlaga di kejuaraan internasional adalah Dellie Threesyadinda. Anak dari atlet panahan senior Lilies Handayani tersebut pernah meraih emas di Asian Grand Prix 2013 di Bangkok, Thailand.

Punya orangtua dan kakek-nenek yang merupakan atlet panahan membuat Dinda sudah dikenalkan dengan olahraga tersebut sejak kecil. Ia pun sudah mulai belajar teknik dan dibekali alat-alat panahan ketika berusia lima tahun. Didukung oleh pemerintah daerah, Dinda kecil dikirim ke pertandingan-pertandingan panahan setiap tahunnya dan terus mengembangkan potensi hingga sekarang.

Meski sudah berlatih sejak belia, panahan tetap bukan hal yang mudah untuk Dinda. Wanita 26 tahun tersebut mengaku jika olahraga ini butuh kekuatan fisik untuk bisa melakukannya dengan benar. Ia pun mengaku jika panahan kerap disepelekan karena dianggap mudah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kata orang kan cuma narik dan lepas tapi busurnya itu berat dan kita harus punya endurance yang kuat. Lari, sit up, back up apapun dilakukan agar strong saat pertandingan. Bahkan atlet angkat besi disuruh narik busurnya saja belum tentu mereka kuat," ungkap Dinda saat diwawancara Wolipop di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Selain fisik, kesiapan mental juga sangat dibutuhkan. Dinda mengaku perlu fokus dan pengendalian diri ekstra, terutama saat pertandingan. Setelah sekian lama berlatih dan bertanding, ia pun baru merasakan jika olahraga ini sangat melatih kekuatan jiwa, terutama dalam melawan diri sendiri.

"Aku juga baru merasakan lima tahun belakangan ini ya. Waktu masuk final, kita kan melawan orang lain tanpa bersentuhan dan ada perasaan nervous. Berarti panahan yang dilawan bukan orang lain tapi lebih ke menaklukan diri sendiri. Dan saat kita menang itu berarti kita menang atas diri kita sendiri, itu kepuasannya yang aku dapat," tuturnya.

Saat ini, Dinda tengah berlatih untuk PON (Pekan Olahraga Nasional) 2016 yang akan diadakan di Bandung pada September mendatang. Wanita yang juga hobi olahraga menembak itu pun tentu ingin meningkatkan prestasinya yang pernah meraih perak dan perunggu di SEA Games 2007 dan 2009. Karenanya, Dinda rutin berlatih dari Senin hingga Sabtu untuk mempertahankan performa.

"Aku berusaha meningkatkan prestasi dengan latihan terus, mencoba hal baru, dan berani belajar dari lawan. Sekarang yang sering juara satu itu dari Kolombia dan USA, aku tanya mereka latihannya seperti apa sih. Kita harus berani sharing. Nggak cukup hanya latihan sendiri, harus berani membuka diri, dan coba hal baru," ungkap Dinda. (ami/ami)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads