Ini Perbedaan Cara Kerja Para Millennial Dibanding Generasi Sebelumnya
Rahmi Anjani - wolipop
Selasa, 02 Agu 2016 16:40 WIB
Jakarta
-
Hidup di zaman serba instan membuat para millennial punya karakteristik yang berbeda dibanding generasi sebelumnya. Mereka yang saat ini berusia 18-34 tahun itu memang diketahui lebih mudah mempelajari hal baru, paham teknologi, kreatif, dan multitasking. Sayangnya, orang-orang muda tersebut juga ingin segala suatu yang serba cepat sehingga cepat bosan saat bekerja.
Menghadapi para millennial pun menjadi tantangan tersendiri bagi banyak perusahaan. Walau punya banyak talenta, permasalahan sering timbul saat mengelola mereka. Misalnya banyak orang-orang muda yang mengidamkan promosi dan fasilitas sehingga mudah meninggalkan perusahaan saat keinginannya tidak terpenuhi.
Menurut Pambudi Sunarsihanto selaku HR Director, problema yang terjadi saat ini adalah bisnis yang berkembang pesat namun kecepatan mengembangkan Sumber Daya Manusia kalah cepat. Apalagi saat mempekerjakan millennial, mereka tergolong cepat bosan sehingga sering keluar masuk perusahaan.
"Talent datang dengan spirit dan karakteristik yang berbeda. Sekarang susah cari orang bagus. Sudah mencarinya susah, waktu masuk nggak betah. Millennial ingin serba cepat dan itu berpengaruh dalam segala hal," kata pria yang juga Ketua Perhimpunan Manajemen Sumberdaya Manusia (PMSM) dalam acara LinkedIn di Hotel Mulia Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, (2/8/2016).
Millennial pun diketahui sulit untuk berkonsentrasi dalam jangka panjang. Pambudi mengungkap hal tersebut membuat mereka tidak betah saat harus di-training dalam waktu tiga hari seperti generasi sebelumnya. Karenanya, saat ini cukup banyak perusahaan yang memberikan modul online sehingga pegawai dapat mengatur sendiri waktu pelatihan.
"Itu juga terbawa pada promosi. Dulu orangtua kita nggak apa-apa kalau tidak dapat promosi karena dikasih rumah, dan lain-lain. Generasi berikutnya kalau nggak dipromosikan akan pindah, ekspektasinya tiga sampai lima tahun. Ini semua challenge yang harus disikapi agar rasio pengunduran diri menurun," tambah Pambudi.
Selain ingin kariernya cepat melesat, seringnya berpindah perusahaan juga dilandasi karena sifat mementingkan diri sendiri. Millennial saat ini lebih loyal pada profesionalitas dan kariernya sendiri dari pada perusahaan yang mempekerjakan. Agar mereka bisa betah, diharapkan perusahaan bisa menciptakan suasana kerja yang millennial inginkan. Misalnya dengan menerapkan peraturan yang tidak kaku dan simpel. (ami/ami)
Menghadapi para millennial pun menjadi tantangan tersendiri bagi banyak perusahaan. Walau punya banyak talenta, permasalahan sering timbul saat mengelola mereka. Misalnya banyak orang-orang muda yang mengidamkan promosi dan fasilitas sehingga mudah meninggalkan perusahaan saat keinginannya tidak terpenuhi.
Menurut Pambudi Sunarsihanto selaku HR Director, problema yang terjadi saat ini adalah bisnis yang berkembang pesat namun kecepatan mengembangkan Sumber Daya Manusia kalah cepat. Apalagi saat mempekerjakan millennial, mereka tergolong cepat bosan sehingga sering keluar masuk perusahaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Millennial pun diketahui sulit untuk berkonsentrasi dalam jangka panjang. Pambudi mengungkap hal tersebut membuat mereka tidak betah saat harus di-training dalam waktu tiga hari seperti generasi sebelumnya. Karenanya, saat ini cukup banyak perusahaan yang memberikan modul online sehingga pegawai dapat mengatur sendiri waktu pelatihan.
"Itu juga terbawa pada promosi. Dulu orangtua kita nggak apa-apa kalau tidak dapat promosi karena dikasih rumah, dan lain-lain. Generasi berikutnya kalau nggak dipromosikan akan pindah, ekspektasinya tiga sampai lima tahun. Ini semua challenge yang harus disikapi agar rasio pengunduran diri menurun," tambah Pambudi.
Selain ingin kariernya cepat melesat, seringnya berpindah perusahaan juga dilandasi karena sifat mementingkan diri sendiri. Millennial saat ini lebih loyal pada profesionalitas dan kariernya sendiri dari pada perusahaan yang mempekerjakan. Agar mereka bisa betah, diharapkan perusahaan bisa menciptakan suasana kerja yang millennial inginkan. Misalnya dengan menerapkan peraturan yang tidak kaku dan simpel. (ami/ami)
Home & Living
Pandaoma Mesin Cuci Mini Portable, Solusi Cuci Praktis buat Hidup yang Lebih Ringkas!
Olahraga
Cukup Satu Alat! Latihan Lebih Variatif di Rumah dengan B-STRONG BS-10 yang Adjustable dan Multifungsi
Perawatan dan Kecantikan
Rahasia Rambut Lembut & Berkilau dengan Perawatan Premium dari Jepang!
Perawatan dan Kecantikan
Airbot Aria HyperStyler, Satu Alat, Banyak Gaya Rambut Tanpa Ribet!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
7 Keuntungan Menjadi Perawat Home Care Dibanding Perawat Rumah Sakit
Mengenal Manfaat Lanyard Id Card dan Rekomendasi Tempat Memesannya
Motivasi Kerja Mulai Pudar? Bangkitkan Lagi dengan 5 Langkah Ini
Mooryati Soedibyo, Pionir Jamu dan Kosmetik Tradisional di Indonesia
Petinju Wanita Nangis Setelah Dipukul 278 Kali, Netizen Salut Semangatnya
Most Popular
1
7 Potret Siraman Anak Tommy Soeharto, Tata Cahyani Curi Atensi Berkebaya Floral
2
Foto: Transformasi Bradley Cooper Jadi Lebih Muda, Bikin Pangling Dikira Oplas
3
Most Popular: Viral Pengantin Paling Tak Bahagia, Muka Suram di Pernikahan
4
Ramalan Shio 2026
Rezeki Mengalir Deras! 5 Shio Paling Beruntung di Tahun 2026
5
Viral 'Poverty Challenge' Bikin Murka, Pamer Mi Instan di Atas Ferrari
MOST COMMENTED











































