Cara Menanamkan Jiwa Pengusaha ke Anak dari Bos Martha Tilaar Group

Arina Yulistara - wolipop Selasa, 28 Jun 2016 14:37 WIB
Foto: Arina Yulistara
Jakarta - Setelah sukses membangun suatu bisnis, beberapa orangtua berharap usaha mereka bisa dilanjutkan oleh anak-anaknya. Namun tidak semua anak dapat mengerti kemauan orangtua. Banyak anak yang orangtuanya pengusaha tapi ia lebih memilih menjadi seorang atlet atau berkarier di bidang lainnya tidak masuk ke dalam perusahaan keluarga.

Bagi para orangtua yang ingin usahanya terus dilanjutkan oleh anak perlu menanamkan jiwa pebisnis kepada keturunan Anda. Lewat buku 'The 2nd Generation Challenges', dua pewaris Martha Tilaar Group Bryan Tilaar (Anak Martha Tilaar) dan Samuel Pranata (Anak Ratna Pranata) mencoba memberikan motivasi agar bisnis yang telah dibangun orangtua bisa dikembangkan terus oleh keturunannya.

Menurut Samuel, untuk menjerumuskan anak ke dunia bisnis agar bisa melanjutkan usaha keluar perlu dikenalkan sejak dini. Seperti yang dilakukan orangtuanya sejak ia masih kecil. Beritahu anak bagaimana Anda bekerja, biarkan si kecil melihat proses Anda menjalankan bisnis keluarga.

"Anak saya sejak kecil sudah diberitahu apa yang papa lakukan, saya biarkan mereka melihat bagaimana saya bekerja, mereka akhirnya bilang sendiri ingin kayak papa nanti," ujar pria dua anak yang menduduki posisi Coporate Social Responsibility, Communication, System & Procedure Director MTG itu saat berbincang dengan Wolipop di Exodus Lounge, Kuningan City, Jakarta Selatan, Senin (27/6/2016).

Bila memang ingin menjadikan anak penerus perusahaan keluarga, sesekali ajak anak main ke tempat usaha Anda. Beritahukan proses dan bagaimana bisnis yang sedang Anda tekuni saat ini. Biarkan mereka juga mencoba bekerja di dalam perusaaan Anda.

"Dulu kalau sama ibu sering diajak ke kantor pulang sekolah. Saat ada event-event saya bantu terus dapat uang saku kan senang, dari kecil memang dididik untuk punya jiwa dagang. Akhirnya itu terbentuk baik sadar maupun tidak," cerita Bryan yang kini menjabat sebagai Direktur Utama PT Martina Berto Tbk.

Meski sangat ingin anak bisa melanjutkan usaha keluarga, Samuel mengingatkan agar tidak memaksa mereka karena akan berpengaruh buruk terhadap perusahaan ke depannya. Biarkan anak tetap memiliki mimpinya sendiri.

"Passion ini nggak bisa dipaksain. Ya dia sebagai pewaris saja. Kalau dia terpaksa dia nggak akan bisa pegang perusahaan. Jadi harus sesuai minat dan keahliannya, ini menjadi kriteria penting yang harus dimiliki oleh generasi penerus," tambah pria lulusan Universitas Boston Amerika Serikat itu. (ays/ays)