Seperti Ini Cara Kerja yang Bisa Buat Ibu Berkarier Lebih Bahagia
Rahmi Anjani - wolipop
Rabu, 08 Jun 2016 18:40 WIB
Jakarta
-
Bukan hal yang aneh jika wanita zaman sekarang tetap memilih untuk bekerja setelah berkeluarga dan memiliki anak. Selain untuk mengembangkan potensi diri, hal tersebut tak jarang dilakukan juga karena kebutuhan ekonomi. Meski begitu, bergelut dengan karier dan rumah tangga di saat yang bersamaan tidak bisa dikatakan mudah. Karenanya, mereka kerap merasa kewalahan kemudian menyerah dan memutuskan berhenti kerja.
Sebuah riset terbaru yang diakukan Pew Research Center Study pun mengungkap bahwa sebanyak 11% ibu mengaku sangat kesulitan untuk menyeimbangkan kehidupan kerja dan keluarga. Penelitian tersebut juga membuktikan jika status kerja wanita mempengaruhi kepuasaan mereka dalam menghabiskan waktu dengan anak. Ternyata dibanding ibu yang bekerja penuh waktu dan tidak bekerja sama sekali, mereka yang berkarier paruh waktu justru paling puas bercengkrama dengan buah hati.
Ibu bekerja memang sering dihinggapi rasa bersalah saat meninggalkan anak untuk bekerja. Wajar saja jika penelitian menunjukkan hanya setengah wanita yang berkarier penuh waktu merasa maksimal dalam menghabiskan waktu dengan buah hatinya. Hasil mengejutkan datang pun dari wanita tidak bekerja karena tingkat kepuasan mereka di bawah mereka yang berkarier paruh waktu yakni sekitar 70%. Apa alasannya?
Bekerja paruh waktu sepertinya memang punya keuntungan sendiri bagi wanita. Tidak seperti 40% ibu berkerja penuh waktu, hanya 29% dari mereka yang selalu merasa terburu-buru di keseharian. Presentase itu bahkan sama dengan ibu yang tidak berkarier yang umumnya selalu berada di rumah.
Selain lebih jarang menghabiskan waktu dengan anak, 44% ibu bekerja juga mengaku jarang bertemu dengan suaminya. Yang juga mengejutkan, masalah tersebut dialami 34% ibu rumah tangga. Namun hanya 27% ibu bekerja paruh waktu yang mengeluh demikian.
Dapat diambil kesimpulan jika lebih banyak wanita bekerja paruh waktu yang menemukan kepuasan, kebahagiaan, dan kontrol dalam berkarier dan berkeluarga. Sayangnya, penelitian itu menunjukkan jika tidak ada ibu dari pihak mana pun yang puas dengan jumlah waktu yang dihabiskan bersama teman-teman. (ami/ami)
Sebuah riset terbaru yang diakukan Pew Research Center Study pun mengungkap bahwa sebanyak 11% ibu mengaku sangat kesulitan untuk menyeimbangkan kehidupan kerja dan keluarga. Penelitian tersebut juga membuktikan jika status kerja wanita mempengaruhi kepuasaan mereka dalam menghabiskan waktu dengan anak. Ternyata dibanding ibu yang bekerja penuh waktu dan tidak bekerja sama sekali, mereka yang berkarier paruh waktu justru paling puas bercengkrama dengan buah hati.
Ibu bekerja memang sering dihinggapi rasa bersalah saat meninggalkan anak untuk bekerja. Wajar saja jika penelitian menunjukkan hanya setengah wanita yang berkarier penuh waktu merasa maksimal dalam menghabiskan waktu dengan buah hatinya. Hasil mengejutkan datang pun dari wanita tidak bekerja karena tingkat kepuasan mereka di bawah mereka yang berkarier paruh waktu yakni sekitar 70%. Apa alasannya?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain lebih jarang menghabiskan waktu dengan anak, 44% ibu bekerja juga mengaku jarang bertemu dengan suaminya. Yang juga mengejutkan, masalah tersebut dialami 34% ibu rumah tangga. Namun hanya 27% ibu bekerja paruh waktu yang mengeluh demikian.
Dapat diambil kesimpulan jika lebih banyak wanita bekerja paruh waktu yang menemukan kepuasan, kebahagiaan, dan kontrol dalam berkarier dan berkeluarga. Sayangnya, penelitian itu menunjukkan jika tidak ada ibu dari pihak mana pun yang puas dengan jumlah waktu yang dihabiskan bersama teman-teman. (ami/ami)











































