Google Rayakan Hari Perempuan Internasional dengan Pesan Inspiratif

Eny Kartikawati - wolipop Selasa, 08 Mar 2016 12:38 WIB
Foto: Google
Jakarta - Situs pencarian Google berubah pada hari ini Selasa (8/3/2016) bertepatan dengan Hari Perempuan Internasional. Google menghiasi logo pencariannya dengan gambar sejumlah wanita dari berbagai usia, muda hingga tua. Sebuah pesan inspiratif juga mereka sampaikan dengan mengklik huruf O di kata Google.

Google mengkampanyekan #OneDayIWill dalam video yang diputar di situs mereka itu. Video tersebut dibuat setelah tim Google bertemu dengan 337 wanita dari 13 negara berbeda di berbagai belahan dunia.

Tiga kreator video, Lydia Nichols, Helena Leroux dan Liat Ben-Rafael, mencoba menangkap semua aspirasi wanita di seluruh dunia melalui karya mereka. Hasilnya, para wanita dari seluruh dunia seperti San Francisco, Rio de Janeiro, Mexico City, Lagos, Moscow, Cairo, Berlin, London, Paris, Jakarta, Bangkok, New Delhi dan Tokyo tampil menyuarakan impian mereka di masa mendatang.

Para wanita tersebut mengatakan impian mereka dengan bahasa negara masing-masing. "Saya akan membuat dan bermain dalam film action saya sendiri," demikian kata seorang wanita Indonesia yang dalam video tampil melakukan gerakan bela diri dengan latar belakang Monumen Nasional (Monas).



Dua anak kecil dengan latar belakang jembatan Brooklyn di New York juga menyampaikan harapan mereka. "Suatu hari kami akan bermain di liga utama," kata kedua anak yang sedang bermain baseball itu.

Video kampanye #OneDayIWill ini juga menampilkan remaja putri peraih Nobel perdamaian asal Pakistan, Malala Yousafzai dan aktivis Muzoon Almellehan. Keduanya menyampaikan harapan agar semua anak bisa mendapatkan kesempatan bersekolah.



Kampanye #OneDayIWill dirilis Google di Hari Perempuan Internasional sebagai bentuk dukungan kepada para wanita untuk mencapai impian mereka. Google juga ingin menyampaikan pentingnya pendidikan untuk para wanita.

Hari Perempuan Internasional mulai dirayakan setelah pada 1908, terjadi kerusuhan besar dan perdebatan sengit di antara para wanita. Penindasan dan ketidakadilan kepada kaum wanita membuat mereka menjadi lebih aktif dalam menyuarakan pemikirannya pada setiap kampanye sehingga membuat sekitar 15 ribu wanita di New York melakukan pawai panjang dalam rangka menuntut upah yang lebih baik, hak suara dan jam kerja lebih pendek.

Baca Juga: 50 Inspirasi Busana untuk Kondangan

Kemudian di tahun 1911, Hari Perempuan Internasional awalnya hanya diakui di negara-negara Eropa seperti Austria, Denmark, Jerman dan Swiss pada 19 Maret. Hal ini membuat lebih dari satu juta wanita dan pria mengadakan kampanye demonstrasi untuk mengakhiri diskriminasi pada wanita.

Namun seminggu berselang, terjadi sebuah tragedi tragis di New York yang merenggut nyawa lebih dari 140 wanita yang sebagian besar adalah imigran. Peristiwa ini menarik perhatian bagi pemerintah Amerika Serikat yang menjadikannya sebagai fokus utama pada penyelenggaraan Hari Perempuan Internasional.

Sejak saat itulah, Hari Perempuan Internasional telah berkembang menjadi hari peringatan internasional dan mendapatkan pengakuan di seluruh negara maju dan berkembang. Selama beberapa dekade, Hari Perempuan Internasional telah mengadakan konferensi tahunan untuk mengkoordinasikan upaya-upaya internasional dalam hak serta partisipasi wanita pada berbagai bidang.

(eny/eny)