Glints, Wadah Pencarian Kerja Bagi Anak Muda Hadir di Indonesia
Daniel Ngantung - wolipop
Kamis, 28 Jan 2016 19:07 WIB
Jakarta
-
Di era teknologi informasi yang canggih seperti sekarang, mencari pekerjaan impian kini lebih mudah seiring semakin banyaknya situs pencari kerja. Di tengah maraknya situs sejenis, muncul Glints, sebuah situs besutan pemuda Singapura dan Indonesia. Tidak sekedar menjodohkan para pelamar kerja dengan perusahaan impian, Glints turut membantu pelamar mengembangkan skill, kapasitas & potensinya.
Diluncurkan pertamakali di Singapura setahun lalu, Glints kini resmi hadir di Indonesia. Glints sendiri diprakarsai oleh sebuah startup yang digawangi oleh dua pemuda Singapura Oswald Yeo dan Looi Qin En, serta Oliver Yiu dari Indonesia. Ketiganya berusia 22 tahun.
Diungkapkan Oswald, Glints bermula dari keprihatinan ketiga pemuda ini terhadap rekan-rekannya yang kesulitan mencari wadah untuk mengembangkan keahlian dan pengalaman demi mendapatkan pekerjaan impian.
Berangkat dari keprihatinan itu, muncullah ide untuk menyediakan sebuah platform karier sebagai solusi bagi kaum muda yang ingin mengembangkan keahliannya untuk meniti karier yang diinginkan. Di saat bersamaan, platform ini turut memudahkan perusahaan menemukan kandidat muda yang berkualitas.
"Membantu pelamar menemukan pekerjaan sebetulnya hanya komponen kecil dari misi Glints. Kami lebih fokus pada pengembangan skill dan pengalaman para pelamar agar kesempatan mereka untuk direkrut lebih besar mengingat persaingan yang sanga ketat," kata Oswald yang juga menjabat sebagai CEO Glints saat acara peluncuran Glints Indonesia di Senayan City, Jakarta, Kamis (28/1/2016).
Situs yang didedikasikan bagi pengguna usia 18-30 tahun ini menyediakan informasi seputar kesempatan magang, proyek paruh waktu, serta pelatihan bagi mereka yang masih berstatus pelajar. Keunikan lainnya, situs ini menyediakan fitur live-chat jasa konsultasi yang dinamakan Live Career Consultation. Dengan fitur ini, pengguna dapat berkonsultasi seputar pengembangan karier secara langsung dengan konsultan in-house.
"Pengguna bisa berinteraksi dalam Bahasa Indonesia atau Inggris kapan saja. Tim konsultan kami akan merespon secepat mungkin maksimal 1x24 jam," kata Oliver yang berperan sebagai Country Manager Glints di Indonesia.
Di samping fitur bagi pelamar, hadir pula fitur untuk memudahkan perusahaan menjaring kandidat. Glints menyediakan database yang lebih baik sehingga perekrut akan mampu menyaring kandidat muda berkualitas dengan lebih cepat.
Untuk mendaftar ada dua pilihan, yaitu dengan memasukkan alamat email atau akun LinkedIn dan Facebook. Setelah itu, isi beberapa pertanyaan dan unggah CV atau riwayat pekerjaan. Setelah sukses mendaftar, Glints akan menyortir lowongan pekerjaan, baik full-time maupun part-time, magang, dan pelatihan yang sesuai dengan kriteria pelamar.
Glints juga dilengkapi informasi status keberadaan CV setelah mengirimnya kepada perusahaan yang diminati, apakah sudah dibaca atau sedang dipertimbangkan. Berekspansi ke Indonesia, Glints berharap dapat meminimalisir masalah pengangguran khususnya di kalangan kaum muda di Indonesia.
Mengutip laporan Bank Dunia pada 2015, Oliver mengatakan, setiap tahunnya terdapat lebih dari 2 juta lulusan baru di Indonesia yang mencari kerja. Sementara itu, sudah ada 200 perusahaan, baik nasional maupun multinasional yang bergabung dengan Glints Indonesia.
"Trennya cukup menarik. Banyak yang melamar di perusaan besar yang sudah mapan. Tapi perusahaan kecil setingkat startup seperti Gojek dan Tokopedia juga sangat diminati oleh pengguna kami," kata Oswald. (dng/hst)
Diluncurkan pertamakali di Singapura setahun lalu, Glints kini resmi hadir di Indonesia. Glints sendiri diprakarsai oleh sebuah startup yang digawangi oleh dua pemuda Singapura Oswald Yeo dan Looi Qin En, serta Oliver Yiu dari Indonesia. Ketiganya berusia 22 tahun.
Diungkapkan Oswald, Glints bermula dari keprihatinan ketiga pemuda ini terhadap rekan-rekannya yang kesulitan mencari wadah untuk mengembangkan keahlian dan pengalaman demi mendapatkan pekerjaan impian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Membantu pelamar menemukan pekerjaan sebetulnya hanya komponen kecil dari misi Glints. Kami lebih fokus pada pengembangan skill dan pengalaman para pelamar agar kesempatan mereka untuk direkrut lebih besar mengingat persaingan yang sanga ketat," kata Oswald yang juga menjabat sebagai CEO Glints saat acara peluncuran Glints Indonesia di Senayan City, Jakarta, Kamis (28/1/2016).
Situs yang didedikasikan bagi pengguna usia 18-30 tahun ini menyediakan informasi seputar kesempatan magang, proyek paruh waktu, serta pelatihan bagi mereka yang masih berstatus pelajar. Keunikan lainnya, situs ini menyediakan fitur live-chat jasa konsultasi yang dinamakan Live Career Consultation. Dengan fitur ini, pengguna dapat berkonsultasi seputar pengembangan karier secara langsung dengan konsultan in-house.
"Pengguna bisa berinteraksi dalam Bahasa Indonesia atau Inggris kapan saja. Tim konsultan kami akan merespon secepat mungkin maksimal 1x24 jam," kata Oliver yang berperan sebagai Country Manager Glints di Indonesia.
Di samping fitur bagi pelamar, hadir pula fitur untuk memudahkan perusahaan menjaring kandidat. Glints menyediakan database yang lebih baik sehingga perekrut akan mampu menyaring kandidat muda berkualitas dengan lebih cepat.
Untuk mendaftar ada dua pilihan, yaitu dengan memasukkan alamat email atau akun LinkedIn dan Facebook. Setelah itu, isi beberapa pertanyaan dan unggah CV atau riwayat pekerjaan. Setelah sukses mendaftar, Glints akan menyortir lowongan pekerjaan, baik full-time maupun part-time, magang, dan pelatihan yang sesuai dengan kriteria pelamar.
Glints juga dilengkapi informasi status keberadaan CV setelah mengirimnya kepada perusahaan yang diminati, apakah sudah dibaca atau sedang dipertimbangkan. Berekspansi ke Indonesia, Glints berharap dapat meminimalisir masalah pengangguran khususnya di kalangan kaum muda di Indonesia.
Mengutip laporan Bank Dunia pada 2015, Oliver mengatakan, setiap tahunnya terdapat lebih dari 2 juta lulusan baru di Indonesia yang mencari kerja. Sementara itu, sudah ada 200 perusahaan, baik nasional maupun multinasional yang bergabung dengan Glints Indonesia.
"Trennya cukup menarik. Banyak yang melamar di perusaan besar yang sudah mapan. Tapi perusahaan kecil setingkat startup seperti Gojek dan Tokopedia juga sangat diminati oleh pengguna kami," kata Oswald. (dng/hst)
Home & Living
Tidur Jadi Lebih Nyaman! Kasur dari Turu Lana Ini Bikin Tidur Kamu Makin Berkualitas!
Home & Living
Lovise Sofa Anna Tierslice, Sofa Estetik yang Bikin Ruangan Kamu Seperti di Internet!
Health & Beauty
Sering Pegal dan Cepat Capek? Review Swisse Ultiboost Calcium & Vitamin D untuk Kesehatan Tulang
Fashion
Bikin Kamu Tampil Keren dan Tetap Nyaman dengan Pilihan Sepatu Ini
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
7 Keuntungan Menjadi Perawat Home Care Dibanding Perawat Rumah Sakit
Mengenal Manfaat Lanyard Id Card dan Rekomendasi Tempat Memesannya
Motivasi Kerja Mulai Pudar? Bangkitkan Lagi dengan 5 Langkah Ini
Mooryati Soedibyo, Pionir Jamu dan Kosmetik Tradisional di Indonesia
Petinju Wanita Nangis Setelah Dipukul 278 Kali, Netizen Salut Semangatnya
Most Popular
1
Potret Celine Evangelista Umrah Bareng Anak, Cantik Natural Tanpa Makeup
2
Di Balik Status Miliarder Beyonce, Upah Buruh Brand Fashionnya Cuma Rp 8 Ribu
3
5 Benda yang Layak Dibeli untuk Oleh-oleh saat Traveling
4
Tatiana Kennedy Meninggal di Usia Muda, Drama Keluarga Kennedy Terkuak
5
Cegah Retur Nakal, Penjual Online Pakai Label Unik Mouse Pad-Pakaian Dalam
MOST COMMENTED











































