ADVERTISEMENT

Intimate Interview

Dhyoti Basuki Berbagi Tips Esensi Menjadi Humas Sukses

Daniel Ngantung - wolipop Selasa, 05 Jan 2016 16:00 WIB
Foto: Daniel Ngantung
Jakarta - Dhyoti Basuki memiliki karier yang cemerlang sebagai seorang humas (hubungan masyarakat) atau PR (public relation). Lulus dari Jurusan Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Politik Universitas Parahyangan 1999 silam, ia memulai kiprahnya di dunia PR sebagai konsultan di salah satu agensi humas multinasional. Di agensi tersebut, ia menangani klien dari beragam industri, mulai dari produk makanan, perbankan, hingga perminyakan.

Lepas dari agensi tersebut pada 2004, wanita kelahiran Jakarta, 7 Mei 1977, itu sempat menjadi humas untuk sebuah hotel berbintang, lalu beralih ke perusahaan susu. Setahun di perusahaan itu, ia beralih ke sebuah perusahaan teknologi terbesar di dunia sebagai kepala humas untuk kantor perwakilannya di Indonesia pada 2008. Jabatan tersebut masih ia pegang hingga saat ini. Berbagai penghargaan juga telah dimenangkannya.

Malang melintang di dunia PR selama belasan tahun, Dhyoti sudah memiliki kemampuan yang sudah tidak diragukan lagi. Berniat atau sedang merintis karier sebagai seorang humas? Sulung dari tiga bersaudara itu berbagi kiat esensi menjadi seorang humas yang sukses.

"Be a smart story teller," ujar Dhyoti kepada Wolipop. Menurut wanita yang pernah masuk dalam daftar Top 10 Young Women Future Business Leader versi majalah Swa 2012 silam ini, seorang humas harus pandai bercerita di samping supel dan luwes berkomunikasi. Terserah seperti apa gaya berceritanya selama itu dapat dimengerti oleh audiens dan yang terpenting pesan dapat tersampaikan dengan maksimal.  

Selain lihai merangkai kata, seorang humas juga harus kreatif dalam perencanaan acara. Seperti event-organizer, salah satu job-desc seorang humas adalah membuat sebuah acara sesuai permintaan klien. "Ada tantangan tersendiri, kita harus bikin event yang dapat menyampaikan pesan klien, tapi di satu sisi harus menarik supaya banyak wartawan yang meliput. Apalagi jika ada kompetitor yang menggelar event di hari yang sama," paparnya. Oleh karena itu, lanjut Dhyoti, seorang humas dituntut untuk kreatif saat merencanakan sebuah acara.  

Penampilan tentunya juga menjadi aspek penting untuk mendukung karier seorang humas. Dhyoti menyarankan, sesuaikanlah gaya busana dengan karakter klien atau acara yang dihadiri. Selain menarik dan enak dipandang, penampilan juga bisa membangun rasa percaya diri.

"Pernah dengar kutipan 'life's too short to wear boring clothes?' Ada benarnya juga. Jika kamu memakai busana kesukaanmu dan bisa menarik perhatian, rasa percaya dirimu langsung meningkat. Nothing more prettier that a woman with confidence I must say," kata wanita yang awalnya bercita-cita menjadi seorang diplomat itu.  

Bagi Dhyoti pribadi, simpel dan klasik selalu menjadi karakter gaya berbusananya. Ia senang mengenakan busana berwarna lembut dan hitam-putih. Ketika bingung memilih busana, wanita yang mengidolakan politikus dunia Madeleine Albright dan Benazir Bhutto itu mengandalkan little black dress dan killer high heels.

Chanel, Prada, Dianne Von Furstenberg, dan Calvin Klein adalah beberapa nama label dan desainer favorit Dhyoti karena desain koleksinya yang simpel, klasik, sekaligus feminin. Ditanya tentang ikon fashion yang menginspirasinya, ia menyebut nama Victoria Beckham dan Nina Garcia, creative director majalah Marie Claire Amerika. "Kamu harus membaca buku mereka. 'That Extra Half an Inch' karya Victoria adalah favoritku," kata wanita yang gemar memasak itu.

Tidak hanya desainer mancanegara, Dhyoti juga menggemari busana karya desainer-desainer lokal, khususnya yang mengeksplorasi wastra tradisional. "I love batik. Apalagi sekarang banyak desain batik yang lebih modern tetapi yang klasik juga sangat cantik. As you know classic is never goes out of style," ujarnya.

Saat ditemui Wolipop beberapa waktu lalu, ia tampil modis dalam balutan dress batik penuh warna bergaya kaftan yang dipadu dengan legging hitam dan velvet heels berwarna biru.

"Ini adalah hasil karya desainer Indonesia Yani Soemali yang terkenal dengan desain batik lurik tenunnya. Hasil karya Mba Yani selalu elegan dan cantik, so I love it. Ini adalah gabungan kain tradisional Indonesia dengan model baju modern yang easy to wear for any occasion," kata pecinta olahraga lari itu. (dng/dng)