Indari Mastuti Sukses Buka Usaha Jasa Penulisan yang Awalnya Dianggap Aneh

Rahmi Anjani - wolipop Selasa, 15 Des 2015 11:15 WIB
Foto: Dok. Pribadi Indari Mastuti
Jakarta - Perusahaan yang bergerak dalam jasa penulisan di Indonesia jumlahnya belum terlalu banyak. Bisa dibilang Indscript Creative merupakan salah satu yang menjadi pelopornya. Ketika didirikan pada 2007, bisnis yang diprakarsasi oleh Indari Mastuti tersebut sempat dianggap aneh dan kurang potensial. Menepis tanggapan miring banyak orang bahkan keluarga Indari sendiri, ibu dua anak ini ternyata berhasil mengembangkannya hingga bisa sukses.

Indscript Creative bergerak dalam industri jasa penulisan. Perusahaan dengan 10 orang karyawan itu menyediakan berbagai kebutuhan terkait tulisan. Misalnya membantu penerbit membuat buku (mencarikan penulis yang potensial), mempromosikan buku atau menyalurkan naskah kepada penerbit, membuat konten situs, dan lain-lain. Salah satu tujuan Indari membangun bisnis ini adalah untuk mengedukasi dan memajukan profesi penulis yang sering dipandang sebelah mata. Ia pun ingin menunjukkan bahwa pekerjaan tersebut cocok untuk para ibu rumah tangga (IRT).

Berbicara mengenai IRT, Indari memang mendirikan Indscript Creative pasca beralih profesi dari pegawai menjadi ibu rumah tangga. Pada 2007, ia menikah namun masih ingin membangun bisnis dari rumah agar tetap bisa mengurus keluarga. Akhirnya wanita 35 tahun itu beralih pada bidang penulisan yang kala itu dipandang kurang memikat untuk dijadikan sebuah usaha.

"Waktu itu belum ada bisnis yang benar-benar bergerak di jasa penulisan. Saya belajar dari buku Amerika Serikat kemudian memilih mana yang bisa diterapkan di Indonesia. Untuk bekembang, kami buat pola promosi yang out of the box dengan mengirimkan ratusan judul dan sinopsis melalui email. Itu salah satu cara menarik perhatian mereka," ungkap Indari kepada Wolipop saat diwawancara via telepon pada Jumat (11/12/2015).

Strategi tersebut terbukti berhasil memikat calon pelanggan Indari. Dalam satu bulan, klien mulai berdatangan. Kebanyakan dari mereka penasaran dengan bisnis yang dihadirkannya karena metode promosi yang tidak biasa. Setelah tiga tahun, wanita berhijab itu pun mulai memperluas ranah usaha. Yakni dengan menyanggupi pencarian penulis.

Untuk terus berkembang, Indari tentu melakukan berbagai inovasi dalam Indscript Creative. Salah satunya adalah membesarkan branding perusahaan. Pada 2010, ia membangun komunitas bertajuk Ibu-ibu Doyan Nulis yang saat ini sudah diikuti lebih dari 36.000 orang. Ia juga membuat lini usaha lain yang bergerak di bisang copywriting, personal branding, media online, hingga Indscipt Training Center (ITC). ITC sendiri merupakan jasa training untuk orang yang ingin jadi penulis dengan kurikulum lengkap.

"Salah satunya inovasi dalam membesarkan branding adalah mengikuti Wirausaha Muda Mandiri. Ketika kami mengikuti kompetisi ini cuma kita yang bergerak dalam bisnis ini. Mungkin itu lah yang membuat kami dilirik karena aneh. Dalam dua tahun ikut berbagai kompetisi, kami sudah mendapatkan delapan penghargaan," jelas Pemenang Wirausaha Muda Mandiri 2011 itu.

Wanita lulusan Fakultas Pendidikan PPKN Universitas Pasundan itu pun kembali menegaskan bahwa bidang penulisan potensial untuk dibisniskan. Namun dengan syarat pengelolaan yang direncanakan dengan sempurna dan jelas. Selain itu, inovasi juga harus selalu dihadirkan selagi berbagi ilmu dengan sesama. Hal tersebut dilakukan Indiescript dengan menawarkan situs Emak Online.

"Bulan lalu kami meluncurkan media online Emak Pintar di mana ibu-ibu bisa belajar menulis dengan membaca media kami. Kita mengedukasi ibu rumah tangga tanpa lihat background, pernah bisnis apa enggak, bisa nulis atau tidak. Kita pelan-pelan mengajari mereka, misalnya dengan menulis pengalaman sehari-hari," tambah Indari.

Ingin bisa sukses seperti Indari, Anda bisa mendaftar menjadi peserta Wirausaha Muda Mandiri. Klik di sini untuk mendapatkan kesempatan menjadi pemenang dan meraih hadiah puluhan juta rupiah. (ami/hst)