Kisah Rizka Romadhona, Wanita di Balik Sukses Lapis Talas Bogor Sangkuriang

Rahmi Anjani - wolipop Rabu, 02 Des 2015 14:10 WIB
Foto: Rizka (Fitraya/detikTravel)
Jakarta -

Memberi buah tangan kepada saudara atau teman tersayang menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia selepas pulang melancong. Budaya tersebut pun mengilhami Rizka Wahyu Romadhona untuk berbisnis. Rizka merupakan wanita di balik Lapis Talas Bogor Sangkuriang. Inspirasi usaha itu datang ketika ia sering merasa repot kala membawa buah talas dari Bogor sebagai oleh-oleh untuk saudara di kampung halamannya Surabaya, Jawa Timur. Rizka yang memang hobi berdagang itu pun memiliki ide untuk menjadikannya makanan siap saji yang lebih praktis dibawa.

Kue lapis memang bukan panganan khas Bogor. Rizka terinspirasi untuk membuat produk tersebut dari kue lapis asal Surabaya. Namun ia membuatnya dengan bahan utama talas yang merupakan oleh-oleh khas Bogor. Kue lapis milik Rizka ini diklaim sebagai yang pertama meski saat ini cukup banyak 'peniru' yang menghadirkan olahan talas serupa. Saat ini, Kue Lapis Bogor Sangkuriang sudah memiliki empat outlet di Bogor, Jawa Barat.

Kepada Wolipop, Rizka mengatakan jika usaha yang dirintis dengan sang suami ini dibangun modal yang tidak banyak yakni sekitar Rp 500 ribuan. Saat itu ia juga meminjam sejumlah peralatan dapur dari sang ibu mertua. Awalnya, kue ini hanya dijual kepada para tetangga. Berkat masuk ke berbagai komunitas dan pameran, Rizka berhasil memasarkannya secara lebih luas hingga bisa terkenal seperti sekarang.

Perkembangan bisnis Rizka juga cukup terbantu oleh pelatihan-pelatihan yang diikutinya, salah satunya Wirausaha Muda Mandiri. Wanita 31 tahun itu juga senang berilmu kepada para senior wirausahawan yang berada di bidang yang sama.

"Kita dibantu dari segi promosi dan pelatihan. Di situ, kita diberi banyak pelatihan untuk meningkatkan omzet manajemen, kualitas produk. Apalagi sebelumnya kita pernah jualan bakso dan bangkrut karena salah manejemen. Kita juga difasilitasi untuk promosi ke media dan buka stand di event Bank Mandiri," kata Rizka saat diwawancara Wolipop melalui telepon pada Selasa, (1/12/2015).

Baca Juga: 50 Foto Before-After Selebriti yang Operasi Plastik

Sebelum membuka usaha Lapis Bogor Sangkuriang ini, Rizka memang sudah sering berjualan bahkan pernah mengalami kebangkrutan. Kala itu, ia menjajakan bakso yang dipasarkan ke teman-teman kantornya. Usaha tersebut pernah cukup berkembang hingga menghasilkan keuntungan yang melebihi gajinya. Di tahun 2010, ia pun memutuskan untuk berhenti bekerja dan fokus pada wirausaha. Sayangnya, bisnis ini gagal karena beberapa oknum nakal yang membuat kualitas bakso menurun.

Belajar dari kesalahan tersebut, saat ini Rizka sangat memperhatikan pengelolaan tenaga kerja. Terlebih ia juga sempat kewalahan ketika pekerjanya mencapai 50 orang. Kala itu, Rizka bahkan sampai ingin menutup usaha karena pusing menghadapi banyaknya staff. Untungnya, permasalahan tersebut bisa diatasi yakni dengan pengaturan yang jelas dan tertulis serta memberikan fasilitator.

Wanita lulusan S-2 Manajemen Bisnis tersebut juga pernah menemui kendala ketika berniat memperdayakan anak-anak putus sekolah. "Awalnya saya ingin memperdayakan anak putus sekolah. Tapi banyak yang setengah hari kerja langsung kabur karena ternyata ada penghasilan yang lebih besar. Sekarang masih ada beberapa yang mau kerja. Tapi kebanyakan pekerjanya adalah anak-anak lulusan SMK karena kita sudah pakai mesin," jelas Rizka.

Lapis Talas Bogor Sangkuriang dijual dengan harga Rp 28 ribu. Selain lapis talas, Rizka juga sudah melakukan ekspansi dengan menghadirkan lapis Surabaya. Kue tersebut sudah dipasarkan di Surabaya selama tiga bulan ke belakang.

Ingin bisa sukses seperti Rizka, Anda bisa mendaftar menjadi peserta Wirausaha Muda Mandiri. Klik di sini untuk mendapatkan kesempatan menjadi pemenang dan meraih hadiah puluhan juta rupiah.

(ami/ami)