Liputan Khusus Mendadak PHK

Tidak Terima Di-PHK, Ini Cara Bijak Menghadap ke Personalia

Intan Kemala Sari - wolipop Jumat, 27 Nov 2015 13:45 WIB
Dok. Thinkstock
Jakarta -

Menerima kenyataan bahwa karier yang sedang dijalani ternyata harus diakhiri lantaran perusahaan memutuskan hubungan kerja tentulah hal yang sulit untuk diterima. Perasaan kaget, marah, panik, tentu berkecamuk di dalam diri setelah mengetahuinya.

Hal tersebut membuat karyawan yang merasa 'tidak terima' dengan pemecatan tersebut ingin mengkonfrontasi pihak HRD atau personalia dan menanyakan alasan dibalik pemutusan kontrak kerja tersebut. Hal tersebut bisa saja dilakukan, namun sebelum bertemu dengan pihak personalia, ada baiknya lakukan beberapa persiapan dengan matang. Apa saja?

Dituturkan oleh konsultan karier dan psikolog dari Experd Consultant Laili Kadarwati, kumpulkanlah informasi dan data-data lengkap terkait dengan mengapa Anda dipecat. Lakukan konfirmasi dan pembicaraan terlebih dahulu kepada atasan Anda, sekaligus mencari informasi penyebab PHK.

"Langkah selanjutnya, Anda bisa membuat janji untuk bertemu dengan pihak personalia atau HRD. Khususnya divisi industrial relation jika ada," tutur wanita yang sudah 15 tahun ini berprofesi sebagai psikolog saat diwawancara Wolipop melalui e-mail, Senin, (23/11/2015).

Baca Juga: 50 Foto Before-After Selebriti yang Operasi Plastik

Laili melanjutkan, dalam hal ini ada baiknya Anda perlu menenangkan pikiran sebelum menanyakan lebih lanjut terkait alasan di PHK agar dapat berpikir obyektif dan tidak emosi sehingga konflik dengan pihak HRD dapat terhindari. Meskipun keputusan tersebut berat untuk Anda, namun sebaiknya tetap menghormatinya.

"Yang perlu diperhatikan ialah pentingnya tetap menjalin hubungan baik dengan pihak internal perusahaan agar nama baik Anda tetap terjaga," tuturnya lagi.

Pakar pelatih kepemimpinan dan motivator Ainy Fauziyah menambahkan, tanyalah baik-baik apa alasan dibalik pemecatan yang dilakukan terhadap pegawai. Pada umumnya, bagian personalia akan memberitahu jika seorang pegawai akan diberhentikan, tapi pada beberapa perusahaan tertentu, ada pula yang tidak diberi penjelasan.

"Intinya kita berhak bertanya kepada bagian HRD. Dan kita juga harus merenungkan apakah performa kerja kita buruk? Atau melakukan kesalahan yang bertentangan dengan perusahaan?," ujar Ainy saat dihubungi Wolipop, Kamis, (26/11/2015).

Meski sudah bertanya kepada bagian personalia dan mengetahui alasan dibalik pemecatan tersebut, pemilik Ainy Leadership Center ini mengatakan kita tidak bisa memaksakan diri untuk tetap bertahan di kantor. Hal itu sudah menjadi keputusan perusahaan yang tidak dapat diubah lagi.

"Bisa saja perusahaan memecat pegawai karena ada efisiensi yang dilakukan. Kalau memaksa ingin tetap bekerja di kantor bagaimana nanti menggajinya? Kalau sudah seperti itu kita tidak bisa berbuat apa-apa," tutupnya.

(int/int)