ADVERTISEMENT

Liputan Khusus Mendadak PHK

Cara Mengatur Keuangan Setelah Mendadak Kena PHK

Intan Kemala Sari - wolipop Jumat, 27 Nov 2015 11:30 WIB
Dok. Thinkstock
Jakarta -

Setelah terkena PHK, biasanya para pegawai akan kebingungan dalam mengatur keuangannya. Karena sudah tidak adanya lagi pemasukan bulanan, otomatis mereka harus memutar otak mengatur pengeluaran agar tetap bisa memenuhi kebutuhan hidupnya.

Jika hal seperti ini terjadi kepada Anda, sebaiknya jangan langsung panik dan bingung. Dijelaskan oleh pakar perencana keuangan Aidil Akbar, dalam ilmu pengaturan keuangan ada dana cadangan yang diberi nama emergency funds atau dana darurat. Dana ini bisa digunakan sewaktu-waktu saat dibutuhkan, termasuk saat terkena PHK. Lalu bagaimana cara mengatur keuangannya?

"Pertama, hitung apakah dana tersebut bisa dipakai untuk membayar kebutuhan hidup selama beberapa bulan kedepan. Kedua, yang harus diselamatkan adalah asuransi kesehatan. Pastikan uang bisa disisihkan untuk membayar asuransi setahun kedepan. Jangan sampai tidak ada investasi tiba-tiba sakit," ujar Aidil saat dihubungi Wolipop, Selasa, (24/11/2015).

Besarnya emergency funds yang dimiliki tergantung dari jumulah tanggungan keluarga. Semakin banyak anggota keluarga makan sebakin besa pula dana darurat tersebut. Pria lulusan lulusan S-2 jurusan pasar modal di Woodbury University Amerika itu mengatakan, dalam kurun waktu tiga bulan, dana darurat bisa saja habis.

Baca Juga: 50 Foto Before-After Selebriti yang Operasi Plastik

"Kalau sudah habis tapi belum dapat kerja, langkah selanjutnya adalah memikirkan aset apa yang bisa dilepas. Biasanya aset likuid atau yang cepat dicairkan seperti tabungan, deposito, investasi, dan perhiasan," katanya.

Deasy Ratnasari, pakar karier dan psikolog dari Experd Consultant menerangkan, setelah mendapatkan uang pesangon, tentunya harus digunakan dan dikelola secara bijak. Dalam hal ini, ada baiknya Anda perlu mengatur kembali pos-pos pengeluaran yang biasanya dikeluarkan setiap bulannya, seperti kebutuhan rumah tangga, pembayaran tagihan kredit, dan sebagainya.

"Anda pun perlu menyesuaikan gaya hidup dengan kondisi keuangan Anda setelah PHK, salah satunya dengan memilah prioritas pengeluaran yang bersifat pangan, sandang dan tersier," papar wanita yang sudah lima tahun menjadi psikolog saat dihubungi Wolipop melalui e-mail, Senin, (23/11/2015).

Dengan menyesuaikan dan memilih prioritas pengeluaran tersebut, diharapkan kondisi keuangan bisa tetap terjaga serta memenuhi kebutuhan utama dan keluarga sehari-hari sebelum Anda memperoleh pekerjaan kembali. Wanita lulusan S-2 psikologi Universitas Indonesia ini juga menyarankan untuk mengatur agar keuangan Anda dapat terjaga maksimal enam bulan, karena proses rekruitmen untuk pekerjaan yang baru membutuhkan waktu yang cukup lama.

Ditambahkan oleh Ainy Fauziyah selaku motivator dan pakar kepemimpinan dari Ainy Leadership Centre, selain mengatur kembali keuangan, ada baiknya membicarakan dengan anggota keluarga dengan kondisi yang tengah menimpa agar mereka juga bisa belajar untuk menghemat. Pilah-pilih kebutuhan dari yang memang benar-benar diperlukan hingga yang tidak perlu.

"Ajak bicara anak-anak dan pasangan agar mereka mengerti dengan kondisi saat ini. Lihat daftar kebutuhan utama dan coret kebutuhan sekunder yang bersifat konsumtif. Ganti barang-barang pokok kebutuhan rumah tangga dengan harga yang lebih hemat agar bisa survive," kata Ainy saat berbincang dengan Wolipop, Kamis, (26/11/2015).

(int/int)