Uji Mental di Sekolah Kepribadian
Perlukah Pekerja Ikut Sekolah Kepribadian?
Intan Kemala Sari - wolipop
Jumat, 06 Nov 2015 07:38 WIB
Jakarta
-
Setiap orang tentunya ingin merasakan kesuksesan dalam meniti karier. Namun masih banyak yang belum tahu bagaimanya cara meraihnya. Hal tersebut ditunjukkan oleh sikap dan pembawaan diri seseorang yang terkadang masih belum mampu menempatkan diri di lingkungan sekitarnya.
Untuk itu, banyak lembaga pendidikan non formal yang menghadirkan sekolah kepribadian sebagai salah satu sarana untuk mengembangkan diri dan meningkatkan rasa percaya diri. Dalam sekolah kepribadian, para murid akan dibimbing untuk mengenal diri sendiri hingga akhirnya mereka mampu menunjukkan kualitas dan kelebihan yang dimilikinya.
Menurut Tria Handayani selaku freelance trainer di Duta Bangsa, sekolah kepribadian perlu diikuti oleh orang-orang yang ingin mengembangkan kemampuan dan meningkatkan rasa percaya diri, baik itu individu maupun perusahaan. Dalam dunia profesional, setiap karyawan sebaiknya mengikuti sekolah kepribadian sekalipun mereka adalah karyawan senior.
"Di sekolah kepribadian kita ada program yang khusus melatih pegawai dalam merekrut karyawan baru. Ada juga program yang dikhususkan untuk para pemimpin perusahaan," ujarnya saat berbincang dengan Wolipop di Duta Bangsa, Menara Bank Mega Syariah, Kuningan, Jakarta Selatan, (31/10/2015).
Sekolah kepribadian juga diperlukan untuk para karyawan yang seringkali berhadapan dengan para klien atau bagi mereka yang bekerja di bidang jasa. Menurut wanita 36 tahun itu, terkadang banyak para pegawai yang bekerja di bidang jasa namun tidak memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan para klien atau konsumennya.
Untuk itulah, lembaga pendidikan informal seperti sekolah kepribadian memiliki peranan penting dalam melatih mereka berkomunikasi yang baik. Sekolah kepribadian akan membantu mengembangkan pribadi seseorang agar menjadi individu yang lebih baik lagi, khususnya dalam dunia kariernya.
Ditambahkan oleh Chandra Abie Suman selaku Program Development Head di Duta Bangsa, selain pendidikan akademis yang dilaksanakan di sekolah formal, setiap individu juga membutuhkan pendidikan karakter. Ilmu yang didapatkan secara akademis diharapkan bisa berjalan beriringan dengan karakter yang dimiliki.
"Secara intelektual dia pintar, tapi tidak ada karakter yang membungkusnya, nantinya dia akan kesulitan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Karena setelah seseorang punya ilmu, karakter yang akan membantu memuluskan jalannya," tuturnya saat berbicang dengan Wolipop belum lama ini.
(itn/eny)
Untuk itu, banyak lembaga pendidikan non formal yang menghadirkan sekolah kepribadian sebagai salah satu sarana untuk mengembangkan diri dan meningkatkan rasa percaya diri. Dalam sekolah kepribadian, para murid akan dibimbing untuk mengenal diri sendiri hingga akhirnya mereka mampu menunjukkan kualitas dan kelebihan yang dimilikinya.
Menurut Tria Handayani selaku freelance trainer di Duta Bangsa, sekolah kepribadian perlu diikuti oleh orang-orang yang ingin mengembangkan kemampuan dan meningkatkan rasa percaya diri, baik itu individu maupun perusahaan. Dalam dunia profesional, setiap karyawan sebaiknya mengikuti sekolah kepribadian sekalipun mereka adalah karyawan senior.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekolah kepribadian juga diperlukan untuk para karyawan yang seringkali berhadapan dengan para klien atau bagi mereka yang bekerja di bidang jasa. Menurut wanita 36 tahun itu, terkadang banyak para pegawai yang bekerja di bidang jasa namun tidak memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan para klien atau konsumennya.
Untuk itulah, lembaga pendidikan informal seperti sekolah kepribadian memiliki peranan penting dalam melatih mereka berkomunikasi yang baik. Sekolah kepribadian akan membantu mengembangkan pribadi seseorang agar menjadi individu yang lebih baik lagi, khususnya dalam dunia kariernya.
Ditambahkan oleh Chandra Abie Suman selaku Program Development Head di Duta Bangsa, selain pendidikan akademis yang dilaksanakan di sekolah formal, setiap individu juga membutuhkan pendidikan karakter. Ilmu yang didapatkan secara akademis diharapkan bisa berjalan beriringan dengan karakter yang dimiliki.
"Secara intelektual dia pintar, tapi tidak ada karakter yang membungkusnya, nantinya dia akan kesulitan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Karena setelah seseorang punya ilmu, karakter yang akan membantu memuluskan jalannya," tuturnya saat berbicang dengan Wolipop belum lama ini.
(itn/eny)
Kesehatan
Sering Kram & Kebas Tiba-tiba? Banyak yang Baru Tahu Solusinya Ternyata Ini!
Olahraga
Punya Rutinitas Pergi ke Gym? 2 Barang Simpel Bikin Latihan Lebih Nyaman dan Maksimal
Kesehatan
Sering Kurang Sinar Matahari Saat Puasa? Ini Cara Mudah Penuhi Vitamin D3 Harian
Kesehatan
Jangan Sepelekan Kesehatan Anak! Ini Cara Jaga Daya Tahan Tubuh dengan Probiotik Setiap Hari
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
7 Keuntungan Menjadi Perawat Home Care Dibanding Perawat Rumah Sakit
Mengenal Manfaat Lanyard Id Card dan Rekomendasi Tempat Memesannya
Motivasi Kerja Mulai Pudar? Bangkitkan Lagi dengan 5 Langkah Ini
Mooryati Soedibyo, Pionir Jamu dan Kosmetik Tradisional di Indonesia
Petinju Wanita Nangis Setelah Dipukul 278 Kali, Netizen Salut Semangatnya
Most Popular
1
7 Idol KPop Non Korea yang Jadi Visual Grupnya, Cantiknya Kelewatan
2
Potret Shalom Razade Ikuti Jejak Wulan Guritno Oplas di Korea, Ini Alasannya
3
Geng Artis Bukber Bareng, Gaya Mulan Jameela dan Yuni Shara Curi Atensi
4
Prilly Latuconsina Kembali Pamer Rambut Baru, Makin Fresh Dengan Pixie Bob
5
Gaya Bucin Bumil Shenina Cinnamon Dukung Angga Yunanda di Tokyo Marathon
MOST COMMENTED











































