Ini Etika Berbicara, Bersalaman dan Makan dalam Dunia Profesional
Intan Kemala Sari - wolipop
Sabtu, 17 Okt 2015 16:47 WIB
Jakarta
-
Etika adalah tata cara pergaulan antar sesama yang dilihat dari sudut keyakinan, norma sosial, dan budaya. Dalam kehidupan sehari-hari, etika penting dimiliki untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar khususnya dalam dunia profesional.
Diterangkan oleh Muhammad Basrah selaku fasilitator dari sekolah pengembangan kepribadian Duta Bangsa, etika penting dimiliki oleh setiap individu profesional untuk memelihara suasana menyenangkan dengan rekan kerja, meningkatkan efisiensi kerja dan citra pribadi serta perusahaan.
"Dalam dunia profesional, etika itu penting dimiliki untuk memahami cara memberikan dan menerima sesuatu, cara bersalaman, kontak mata saat berbicara, artikulasi suara, postur tubuh, sampai pada cara makan," ujarnya saat ditemui Wolipop di Duta Bangsa, Menara Bank Mega Syariah, Jakarta Selatan, Sabtu (17/10/2015).
Pria kelahiran 1959 itu melanjutkan, ada beberapa etika yang patut dimiliki saat berada dalam dunia profesional. Apa saja?
1. Etika Berbicara
Sikap sopan dan ramah kepada siapa saja saat berbicara menunjukkan bahwa kita menaruh perhatian penuh kepada lawan bicara. Selain itu, tidak menyinggung perasaan orang lain dan dapat mengendalikan emosi juga menjadi salah satu etika yang bisa memberikan nilai lebih di mata orang lain.
Pria yang akrab dipanggil Basrah itu menjelaskan, dalam etika di dunia profesional sebaiknya hindari pembicaraan yang bersifat tidak formal dan lebih pribadi. "Sebaiknya jangan membicarakan topik yang tidak formal, seperti hobi, kemajuan bidang ilmiah, penyakit, atau isu politik. Itu bisa membuat lawan bicara tidak nyaman," katanya.
Hindari pula hal-hal yang dapat membuat orang lain menjadi tidak senang saat berbicara dengan kita. Misalnya, memotong dan memonopoli pembicaraan atau hanya berbicara tentang diri sendiri.
2. Etika Bersalaman
Saat pertama kali bertemu, ulurkan tangan dan jabatlah dengan sedikit menekan sambil memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama jelas dan asal perusahaan. Jabatlah lawan bicara Anda dengan posisi tubuh condong ke depan sambil tersenyum dan tatap matanya.
Usa berjabat tangan, hal yang dilakukan selanjutnya saling bertukar kartu nama. Di sini ada dua cara yang berbeda dalam memberikan kartu nama, yakni cara negara Timur dan Barat.
"Di Barat biasanya orang memberikan kartu nama dengan tangan kiri atau kanan tidak masalah, yang penting orang lihat dan tahu perusahaannya. Tapi kalau di negara Timur termasuk Indonesia, pemberian dan penerimaan kartu nama dilakukan dengan dua tangan," lanjut pria yang pernah bekerja di bidang perhotelan itu.
3. Etika Makan
Jamuan makan yang sifatnya resmi seringkali menjadi salah satu agenda yang rutin dilakukan oleh perusahaan. Maka dari itu, ada baiknya Anda mengetahui apa saja etika dan sikap yang sebaiknya dimiliki saat menghadiri jamuan tersebut.
Yang pertama adala posisi duduk yang diatur dengan tegak, jangan bungkuk atau bersandar malas. Saat memegang peralatan makan, kedua siku tidak mengembang agar tidak bersentuhan dengan orang di sebelahnya. Siku juga tidak diletakkan di atas meja.
"Kita juga harus tahu dan paham tentang table manner. Sederhana saja, kunyah makanan dengan mulut tertutup, makan sedikit dan tidak bicara saat mulut masih penuh. Minuman tidak boleh diseruput sampai berbunyi. Table manner itu mencerminkan kepribadian kita," tandasnya.
(itn/eny)
Diterangkan oleh Muhammad Basrah selaku fasilitator dari sekolah pengembangan kepribadian Duta Bangsa, etika penting dimiliki oleh setiap individu profesional untuk memelihara suasana menyenangkan dengan rekan kerja, meningkatkan efisiensi kerja dan citra pribadi serta perusahaan.
"Dalam dunia profesional, etika itu penting dimiliki untuk memahami cara memberikan dan menerima sesuatu, cara bersalaman, kontak mata saat berbicara, artikulasi suara, postur tubuh, sampai pada cara makan," ujarnya saat ditemui Wolipop di Duta Bangsa, Menara Bank Mega Syariah, Jakarta Selatan, Sabtu (17/10/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Etika Berbicara
Sikap sopan dan ramah kepada siapa saja saat berbicara menunjukkan bahwa kita menaruh perhatian penuh kepada lawan bicara. Selain itu, tidak menyinggung perasaan orang lain dan dapat mengendalikan emosi juga menjadi salah satu etika yang bisa memberikan nilai lebih di mata orang lain.
Pria yang akrab dipanggil Basrah itu menjelaskan, dalam etika di dunia profesional sebaiknya hindari pembicaraan yang bersifat tidak formal dan lebih pribadi. "Sebaiknya jangan membicarakan topik yang tidak formal, seperti hobi, kemajuan bidang ilmiah, penyakit, atau isu politik. Itu bisa membuat lawan bicara tidak nyaman," katanya.
Hindari pula hal-hal yang dapat membuat orang lain menjadi tidak senang saat berbicara dengan kita. Misalnya, memotong dan memonopoli pembicaraan atau hanya berbicara tentang diri sendiri.
2. Etika Bersalaman
Saat pertama kali bertemu, ulurkan tangan dan jabatlah dengan sedikit menekan sambil memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama jelas dan asal perusahaan. Jabatlah lawan bicara Anda dengan posisi tubuh condong ke depan sambil tersenyum dan tatap matanya.
Usa berjabat tangan, hal yang dilakukan selanjutnya saling bertukar kartu nama. Di sini ada dua cara yang berbeda dalam memberikan kartu nama, yakni cara negara Timur dan Barat.
"Di Barat biasanya orang memberikan kartu nama dengan tangan kiri atau kanan tidak masalah, yang penting orang lihat dan tahu perusahaannya. Tapi kalau di negara Timur termasuk Indonesia, pemberian dan penerimaan kartu nama dilakukan dengan dua tangan," lanjut pria yang pernah bekerja di bidang perhotelan itu.
3. Etika Makan
Jamuan makan yang sifatnya resmi seringkali menjadi salah satu agenda yang rutin dilakukan oleh perusahaan. Maka dari itu, ada baiknya Anda mengetahui apa saja etika dan sikap yang sebaiknya dimiliki saat menghadiri jamuan tersebut.
Yang pertama adala posisi duduk yang diatur dengan tegak, jangan bungkuk atau bersandar malas. Saat memegang peralatan makan, kedua siku tidak mengembang agar tidak bersentuhan dengan orang di sebelahnya. Siku juga tidak diletakkan di atas meja.
"Kita juga harus tahu dan paham tentang table manner. Sederhana saja, kunyah makanan dengan mulut tertutup, makan sedikit dan tidak bicara saat mulut masih penuh. Minuman tidak boleh diseruput sampai berbunyi. Table manner itu mencerminkan kepribadian kita," tandasnya.
(itn/eny)
Olahraga
Legging High Waist untuk Yoga & Lari dari Seri Brand COSI! Pilih yang Sesuai dengan Aktivitasmu
Olahraga
Sepatu Lari Wanita Terbaik 2026! Ringan, Terjangkau, dan Ideal untuk Jogging Harian
Pakaian Wanita
Effortless Chic Tanpa Ribet! Tunik Monogram Elzatta untuk Look Rapi di Berbagai Momen
Kesehatan
Jaga Lambung dan Imun Selama Puasa Ramadan! PRO EM 1 Bantu Stabilkan Lambung dengan Bakteri Baik
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
7 Keuntungan Menjadi Perawat Home Care Dibanding Perawat Rumah Sakit
Mengenal Manfaat Lanyard Id Card dan Rekomendasi Tempat Memesannya
Motivasi Kerja Mulai Pudar? Bangkitkan Lagi dengan 5 Langkah Ini
Mooryati Soedibyo, Pionir Jamu dan Kosmetik Tradisional di Indonesia
Petinju Wanita Nangis Setelah Dipukul 278 Kali, Netizen Salut Semangatnya
Most Popular
1
Potret Maudy Koesnaedi Mesra Bareng Suami, Wajah Awet Muda Curi Atensi
2
Viral Punch the Monkey, Boneka Orangutan IKEA Langsung Ludes
3
'Fashion Is Art' Jadi Dress Code Met Gala 2026, Langsung Disambut Kritik
4
Alba Gandeng Arkiv, Luncurkan Jam Tangan 'Domma' Edisi Terbatas Bertema Laut
5
Diskon Baju Lebaran dan Belanja Semi-Hybird di Bazar GlamLocal, PIM 3
MOST COMMENTED











































