Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Survei: Kerja Sebelum Pukul 10 Bisa Membahayakan Kesehatan

Rahmi Anjani - wolipop
Kamis, 10 Sep 2015 07:15 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta -

Bekerja dari pukul sembilan pagi hingga lima sore menjadi rutinitas hampir semua pegawai di dunia. Siapa sangka jika jam kerja tersebut bisa membahayakan kesehatan. Hal tersebut diungkapkan oleh sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh seorang ahli tidur asal Oxford University yakni Dr Paul Kelley. Menurut survei ini, mulai kerja sebelum pukul sepuluh pagi merupakan penyiksaan terhadap tubuh.

Menurut riset, bekerja terlalu pagi dapat membuat tubuh lelah dan stres sehingga mengganggu kualitas tidur. Hal ini akan membahayakan performa tubuh terlebih untuk orang-orang yang berusia di bawah 55 tahun. Paul mengatakan jika selain kepada para pekerja, membangunkan diri secara dipaksa juga akan 'menyiksa' pasien rumah sakit serta narapidana.

"Tubuh Anda seharusnya selaras dengan matahari dan Anda tidak akan sadar karena itu dilaporkan ke hypothalamus (bagian otak), bukan penglihatan. Ini berlaku untuk penjara dan rumah sakit. Mereka membangunkan orang dan memberikan orang makanan yang mereka tida suka. Anda akan lebih patuh. Kurang tidur adalah sebuah penyiksaan," ungkap Paul.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: 50 Inspirasi Model Kebaya

Survei mengungkapkan jika kurang tidur lebih berbahaya untuk mereka yang berusia muda. Karena setelah di atas 55 tahun, orang tidak butuh istirahat terlalu banyak. Paul pun menyarankan agar perusahaan-perusahaan mengubah kebijakan mereka demi menyesuaikan jam tubuh alami manusia. Yakni agar bekerja dimulai setelah pukul 10 pagi.

Paul menjelaskan jika kurang tidur dialami banyak pekerja. Tentu hal itu akan menyebabkan banyak masalah pada sistem tubuh. "Hati dan tubuh Anda memiliki pola yang berbeda dan Anda meminta mereka untuk berganti dua atau tiga jam. Ini adalah isu internasional. Semua orang tersiksa dan mereka tidak seharusnya seperti itu," kata Paul.

Paul pun mengharapkan jika hal yang serupa sebaiknya diterapkan oleh sekolah. Anak-anak dikhawatirkan tidak bisa fokus pada pembelajaran jika sekolah dimulai terlalu pagi. Pelajar universitas bahkan disarankan untuk mulai kuliah pada pukul 11 pagi.

Meski kurang tidur terbukti membahayakan kesehatan, banyak orang sukses memiliki kebiasaan istirahat yang minim. Misalnya saja Margaret Thatcher yang dikenal tidur empat jam di malam hari selama menjadi Perdana Menteri Inggris. Begitu juga dengan pebisnis Donald Trump yang kabarnya hanya berisitirahat tiga sampai empat jam sehari. Namun ada pula orang pintar lain yang senang tidur lama. Seperti Einstein yang tidur 10 jam dan Bill Gates yang mengaku butuh tidur tujuh jam.

(ami/aln)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads