Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Liputan Khusus Wanita Perkasa

Sarah Widyanti, Pilot Cantik yang Taklukkan Pesawat Boeing Hingga Airbus

Eny Kartikawati - wolipop
Jumat, 14 Agu 2015 14:11 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Eny/Wolipop
Jakarta -

Lima tahun mengabdi di maskapai penerbangan nasional sebagai pilot, Sarah Widyanti Kusuma sudah mengantongi 4.000 jam terbang. Dia pun telah menaklukan sejumlah pesawat mulai dari Boeing hingga Airbus selama menjelajah angkasa.

Sarah merupakan salah satu wanita yang membuktikan diri mampu bekerja di dunia yang identik dengan para pria. "Aku satu dari 14 pilot wanita di Garuda Indonesia. Pilot prianya ada sekitar 2.000 sampai 3.000 orang," katanya saat berbincang dengan Wolipop beberapa waktu lalu.

Menjadi minoritas karena memutuskan meraih cita-cita yang lebih sering didominasi pria dialami Sarah sejak duduk di bangku sekolah penerbangan Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug pada 2006. Dia sempat sekali gagal masuk sekolah penerbangan yang pada masa itu memberikan beasiswa pada seluruh siswanya itu. Tidak menyerah, wanita 27 tahun itu mencoba lagi mengikuti ujian masuk dan berhasil mendapatkan beasiswa tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Aku jadi satu-satunya murid wanita dari 34 murid pria. Seniorku juga ada 25 pria," kenang Sarah yang terinspirasi menjadi pilot karena sang ayah juga bekerja di bidang teknik penerbangan.

Tidak mudah untuk Sarah ketika menjadi satu-satunya murid wanita. Apalagi sebelumnya semasa sekolah di SMA, dia lebih sering bergaul dengan anak-anak perempuan. Saat menempuh pendidikan di STPI Curug, mau tidak mau dia harus menekan sisi kewanitaannya dan menjadi sosok yang tomboy.

"Beratnya lagi karena sekolahnya kan semi militer. Setiap hari harus bangun pagi, olahraga, lari. Waktu lari ini harus menyesuaikan langkah dengan yang laki-laki, langkah mereka kan panjang-panjang. Belum lagi latihan push-up dan sit-up," ujarnya.

Semasa sekolah, cobaan Sarah datang bukan hanya karena fisiknya sebagai wanita belum terbiasa mengimbangi para pria. Kondisi hatinya juga terkadang masih didominasi perasaan sebagai wanita yang memang lebih sensitif dari pria.

"Kalau aku kayak gitu, nanti mereka pasti bilang, kenapa sih nangis. Makanya aku pun bertekad harus tegar, keras seperti laki-laki," kata wanita yang sejak SMA sudah terbiasa melatih fisiknya dengan mengikuti berbagai ekstrakurikeler seperti Paskibraka, basket dan Pramuka itu.

Sarah kini sudah terbiasa bekerja di antara para pria yang memang lebih dominan di dunianya. Dia pun telah mampu membuktikan bahwa wanita bisa menjadi pilot sama suksesnya seperti pria. Omongan remeh orang-orang karena dirinya wanita dijawabnya dengan pembuktian nyata.

"Saya tunjukkan sama mereka kalau saya bisa. Akhirnya mereka malah ngomong kalau pilotnya wanita landingnya smooth, lebih halus," kata Sarah.

Setelah memiliki lebih dari 4.000 jam terbang, Sarah masih memiliki banyak impian yang ingin dicapainya. Dia berharap bisa menerbangkan pesawat ke Antartika. Wanita yang bersuamikan pilot ini juga tengah menempuh pendidikan untuk menjadi seorang kapten.

"Goal pilot itu menjadi kapten. Saya pun ingin menjadi dosen untuk bisa menyalurkan ilmu-ilmu saya," kata pilot kelahiran 3 Maret 1988 itu.



(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads