ADVERTISEMENT

Riset: Pekerja Indonesia Aktif Mencari Kerja yang Gajinya Lebih Besar

Rahmi Anjani - wolipop Kamis, 09 Jul 2015 19:14 WIB
Dok. Thinkstock
Jakarta - Mencari lowongan kerja tidak hanya dilakukan pegawai Indonesia ketika tengah kehilangan mata pecaharian. Mereka ternyata haus dengan kesempatan karier sehingga aktif mencari lowongan meski tidak memiliki masalah di perusahaan sekarang.

Hal tersebut merupakan laporan terbaru dari hasil survei yang dilakukan jejaring profesional LinkedIn. Riset itu pun mengungkapkan bila tahun ini terjadi peningkatan pencarian karier sebanyak 34%. Angka tersebut bahkan lebih tinggi dari angka global yang berkisar pada 30%. Apa penyebabnya?

Laporan bertajuk Talent Trends 2015 tersebut membeberkan bahwa sebanyak 51% profesional memandang tingkat kompensasi sebagai faktor utama dalam menerima tawaran kerja. Dengan kata lain, mereka mencari pekerjaan dengan gaji yang lebih besar meski sudah nyaman dengan karier saat ini.

Hal itu ternyata bukan tanpa konsekuensi. Menurut laporan, karena menjadikan pekerjaan dan penghasilan sebagai prioritas, kehidupan pribadi menjadi terganggu. Dibanding tahun lalu, keseimbangan karier dan kehidupan pribadi pekerja Indonesia bahkan menurun menjadi 35%.

“Peningkatan jumlah kandidat aktif merupakan kabar baik bagi para perekrut di Indonesia, namun mereka juga akan menghadapi tekanan terkait kompensasi, mengingat lebih dari setengah profesional di Indonesia menilai hal ini sebagai prioritas utama,” kata Feon Ang, Direktur Talent Solution LinkedIn untuk Asia-Pasific dan Jepang.

Karena menginginkan pekerjaan dengan penghasilan yang lebih tinggi, pegawai Indonesia pun rajin mencari lowongan. Biasanya hal tersebut dilakukan secara online. Sebanyak 56% dari responden memanfaatkan jejaring profesional LinkedIn. Ternyata mereka tidak hanya bergantung pada internet saja namun juga memanfaatkan rekan-rekan untuk mendapatkan info kerja. Hal itu dilakukan 47% responden.

Aktifnya orang Indonesia dalam mencari pekerjaan merupakan kabar buruk sekaligus baik untuk pihak perusahaan. Kabar buruknya, pihak perusahaan perlu mencari cara agar para pekerja betah bertahan di kantor mereka. Sedangkan kabar baiknya, perusahaan bisa memanfaatkan tahun ini untuk menyerap tenaga kerja terbaik. Feon pun menyarankan agar perusahaan membangun citra yang kuat sehingga calon pelamar tertarik untuk bergabung dengan mereka.

"Salah satu cara perusahaan di Indonesia memenangkan perang pencarian kandidat adalah dengan membangun brand perusahaan yang kuat. Hal ini bisa dilakukan dengan cara memaksimalkan penggunaan jaringan profesional online dan memanfaatkan karyawan sebagai ambassador. Ini merupakan cara jitu untuk menarik perhatian kandidat pasif yang jumlahnya mencapai 66%." kata Feon.

(ami/ami)
e-Life
×
Pamer Body Count di Medsos, Kok Bangga?
Pamer Body Count di Medsos, Kok Bangga? Selengkapnya