6 Tantangan yang Perlu Dikuasai Wanita Agar Sukses Sebagai Pebisnis
Tidak dapat dipungkiri bahwa wanita masih menemukan sejumlah tantangan dibanding pria dalam berkarier. Apalagi ketika mereka ingin membangun bisnis. Meski jumlah pemilik usaha wanita saat ini semakin banyak, sebagian wanita lain masih menemukan sejumlah halangan dalam mensukseskan usaha mereka. Berikut adalah tantangan yang dialami para pebisnis wanita internasional dan cara mereka menanganinya:
1. Koneksi
Dikutip dari situs Huffington Post, Carolyn Leonard selaku CEO dari DyMynd mengatakan bila kebanyakan pria mengerti betapa pentingnya menguatkan hubungan dan jaringan. Namun wanita kerap merasa bahwa itu adalah keahlian pria. Untuk itu, ia menyarankan agar sebaiknya wanita secepatnya mulai memperluas kenalan dan membangun hubungan dengan pihak-pihak yang bisa membantu mereka dalam mengembangkan karier.
2. Pengambilan Keputusan
Tantangan yang dihadapi Amy Kothari sebagai CEO dari Alarm Capital Alliance adalah dalam mengambil keputusan. Menurutnya syarat untuk menjadi pebisnis yang baik adalah menjadi bijaksana dalam menentukan tindakan. Menurutnya dibutuhkan banyak sudut pandang dan informasi untuk melakukannya dengan baik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wanita di seluruh belahan dunia juga sering menemukan tantangan saat awal mengembangkan bisnis karena kurang masalah pengumpulan dana. Geri Stengel, penulis buku Forget the Glass Ceiling: Build Your Business Without One pun menyarankan agar wanita tidak berjuang sendirian. Carilah dukungan dari berbagai sumber, termasuk co-founder, akuntan, pengacara, hingga anggota keluarga baik dalam bentuk informasi maupun dana.
4. Ekspektasi untuk Sukses dalam Segala Hal
Berbeda dengan Christine Wheeler. Founder dari Drazil Kids Tea ini menganggap bahwa ekspektasi untuk sukses kerap menjadi penghambat kesuksesan bisnis para pebisnis wanita. Hal itu dikarenakan pria lebih sering dinilai karena kariernya, sementara wanita dinilai dari segala sisi mulai dari keluarga, teman, hingga penampilan. Ia pun menyarakan agar mereka mengerti apa yang penting, lalu tetapkan tujuan, dan menyiapkan rencana untuk meraihnya. Kemudian tanamkan dalam pikiran bahwa Anda tidak bisa melakukan semua.
5. Pengaturan Waktu
Dituntut untuk bekerja sambil tetap bisa mengurus rumah tangga membuat wanita sering kesulitan dalam mengatur waktu. Untuk itu mereka sering kewalahan dalam hal komunikasi dan pengaturan berbagai hal ketika mengembangkan bisnis. Menurut Michelle Touchstone selaku pendiri dari Pixie Dust Naturals, pebisnis wanita perlu menerapkan kedisiplinan untuk dirinya sendiri. Jangan lupa pula untuk menginspirasi orang agar mau bekerja untuk Anda.
6. Ketakutan untuk Sukses
Takut untuk sukses mungkin terdengar tidak masuk akal. Namun Jennifer Kent selaku pendiri dari The Guava Project mengatakan bahwa wanita sering merasakannya. Hal tersebut membuat mereka takut melangkah ke tahap selanjutnya. Berdasarkan pengalamannya, kekhawatiran memang selalu ada dalam setiap tingkatan berbisnis. Daripada menunggu rasa takut itu hilang, ketahuilah cara menanganinya dari pengalaman sebelumnya.
(ami/fer)
Fashion
Ingin Tampil Feminin dan Lebih Stylish dengan Bawahan Rok? Cek Koleksi Menariknya di Sini!
Fashion
Pilihan Aksesori Simpel yang Bikin Gaya Kamu Terlihat Lebih Keren
Fashion
Cari Dompet Kulit Awet Biar Bisa Dipakai Lama? Produk dari ROUNN Ini Bisa Jadi Jawabannya
Health & Beauty
Dua Serum PDRN Favorit Banyak Orang, Fokus Regenerasi dan Hidrasi Kulit!
7 Keuntungan Menjadi Perawat Home Care Dibanding Perawat Rumah Sakit
Mengenal Manfaat Lanyard Id Card dan Rekomendasi Tempat Memesannya
Motivasi Kerja Mulai Pudar? Bangkitkan Lagi dengan 5 Langkah Ini
Mooryati Soedibyo, Pionir Jamu dan Kosmetik Tradisional di Indonesia
Petinju Wanita Nangis Setelah Dipukul 278 Kali, Netizen Salut Semangatnya
Potret George Clooney dan Istri yang Kini Jadi WN Prancis, Disindir Trump
7 Foto Mesra Manohara Dengan Pacar Baru YouTuber Asal Denmark
5 Minuman yang Baik untuk Kesehatan Pencernaan, Atasi Perut Kembung
6 Artis Libur Tahun Baru 2026 ke Luar Negeri Bareng Pacar, Makin Lengket











































