Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Kisah Sukses Berbisnis Rendang Hingga Hijab dari 3 Ibu Inspiratif

Intan Kemala Sari - wolipop
Senin, 18 Mei 2015 07:52 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Intan/Wolipop
Jakarta - Meisya Siregar berbagi cerita seputar bisnis kuliner yang tengah digelutinya saat menjadi salah satu pembicara dalam talkshow 'Let's Be A Mompreneur' di acara Women's Day with BNI Syariah: Empowering Hasanah Women di Gandaria City Minggu (17/5/2015). Bagaimana jatuh-bangun Meisya dengan bisnisnya?

Meisya mengaku sempat merasa malu saat berjualan dan masih setengah hati menjalankannya, karena banyak komentar tidak enak yang sering didengarnya. Tetapi sang suami, Bebi 'Romeo' terus memberi semangat agar ia fokus berjualan.

Dalam setahun pertama, bisnisnya tidak berjalan dengan mulus. Uang ratusan juta rupiah berhasil dibawa kabur oleh partner bisnisnya dan untung pun tak dapat diraih. Saat itulah Meisya sempat merasa bahwa bisnis bukanlah dunianya.

Namun pecutan semangat tak henti-hentinya datang dari sang suami agar ia lebih fokus berjualan. "Suamiku bilang kalau sudah jualan ya harus terus jualan, terjun langsung. Pelajari siapa kompetitornya, bangun brand awareness. Akhirnya aku training koki empat bulan sampai dapat cita rasa yang aku mau," ujar pemilik brand Rendang Nantulang ini.

Perlahan ia mulai fokus menjalani bisnis dan melakukan penetrasi marketing melalui media sosial. Berkat ketekunan dan fokus menggeluti bisnis, kini Meisya mantap melanjutkan bisnisnya.

Cerita serupa juga datang dari Ketua Komunitas Indonesia Mompreneur Ike Dahlia, yang memiliki bisnis kuliner Brownies Gandum. Bisnis yang digelutinya ini berawal ketika sang anak memiliki alergi pada cokelat yang akan membuatnya sesak napas.

"Anakku kan punya alergi cokelat, dia mau makan cemilan susah. Aku mencari ide, penganan apa yang bisa dimakan anakku biar dia nggak alergi. Ternyata gandum bisa. Ya sudah dari situ aku kepikiran kenapa nggak coba jualan brownies gandum saja," cerita Ike.

Kini selain berjualan, melalui komunitas Indonesia Mompreneur itulah Ike mengajak para ibu rumah tangga untuk memulai berbisnis dimulai dari usaha yang paling kecil. Semangat berbisnis itu ditularkan melalui akun media sosial. Ternyata respon yang didapat cukup bagus. Kini, anggota yang terdaftar di Twitter Indonesia Mompreneur sudah mencapai tujuh ribu orang.

Selain Meisya dan Ike, hadir pula pemilik online shop khusus hijab, Hijup, Diajeng Lestari. Meski menjadi ibu rumah tangga, tak ada salahnya untuk mempunyai usaha kecil sambil terus berkarya dan mencari pengalaman. Buktinya, dengan konsistensi dan tekun, bisnis hijabnya kini sudah memiliki lebih dari 200 tenant dan 56 karyawan.

Menanggapi usaha yang dilakukan para mompreneur ini, BNI Syariah turut memberikan kontribusinya. "Dari sisi perbankan syariah kami memposisikan diri sebagai mitra. Kalau ada mitra dari awal, potensi bisnis yang ada semakin berkembang. Kami tak hanya membantu para pengusaha sukses saja, tetapi juga calon ibu-ibu yang baru ingib memulai usaha," demikian tutur Elvita selaku manajer bisnis BNI Syariah.

(Intan Kemala Sari/Eny Kartikawati)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads