Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Sri Lestari Ajarkan Para Wanita Kendal Membatik Agar Tak Lagi Jadi TKW

wolipop
Jumat, 08 Mei 2015 12:02 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Tupperware SheCAN!
Jakarta - Minimnya lahan pekerjaan di Tanah Air, membuat banyak wanita berkelana ke luar negeri demi mencari sesuap nasi maupun penghidupan yang lebih layak. Pada kenyataannya, menjadi TKW (Tenaga Kerja Wanita) juga bukan hal yang mudah karena harus meninggalkan orang tersayang dan rentan mengalami hal yang tidak menyenangkan. Tergugah dengan tetangga yang harus bekerja di negeri orang, Sri Lestari pun berniat untuk memberi bantuan. Lulusan sarjana ekonomi tersebut mendirikan Sanggar Batik Kendal Jambe Kusuma untuk mengajarkan para mantan TKW membatik agar bisa menjadi mata pencaharian.

Sri Lestari merupakan PNS (Pegawai Negeri Sipil) yang sering melatih keterampilan membatik kepada para ibu rumah tangga bahkan anak-anak di Desa Jambearum, Kendal, Jawa Timur. Ketertarikan Sri untuk mengajarkan seni membatik berawal dari rasa prihatinnya terhadap tetangga yang menjadi TKW karena sulitnya lapangan kerja dan himpitan ekonomi. Ia pun berniat membantu dengan memberikan empat kain sebagai modal untuk belajar menjahit pada sebuah pelatihan dari Dinas Perindag Kendal, tempatnya bekerja.

Saat pelatihan tersebut selesai, wanita kelahiran 1979 itu pun mengajak ibu-ibu yang berminat membatik untuk belajar dengannya. Tak disangka, peminatnya ternyata cukup banyak, yakni sekitar 15 orang yang sebagian merupakan mantan TKW. Ia pun membentuk sebuah paguyuban yang dinamakan Sanggar Batik Kendal Jambe Kusuma.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan adanya organisasi tersebut diharapkan hasil karya para ibu bisa dipasarkan sehingga mereka tak perlu lagi jadi TKW. Melalui paguyuban ini, Sri juga berharap jika modal awal untuk membeli bahan baku dan alat bisa ditopang bersama sehingga lebih terjangkau.

Meski dihadapkan dengan sejumlah rintangan, Sanggar Batik Kendal Jambe Kusama berkembang cukup pesat. Usaha yang digagas Sri ini bahkan mendapatkan perhatian dari pemerintah, baik dari sisi pelatihan maupun bantuan lainnya seperti taman bacaan. Saat ini Desa Jambearum bahkan dijadikan Desa Wisata Batik yang dikunjungi murid sekolah hingga turis mancanegara.

Desa ini pun semakin menjadi favorit karena ibu-ibu anggota sanggar bisa menyambut para wisatawan dengan bahasa asing. Hal itu tidak mengherankan mengingat sebagian dari mereka merupakan mantan TKW. Tak hanya membatik, para ibu juga membuat makanan lokal dari bahan jantung pisang atau daun untas untuk tambahan penghasilan. Hasil kas inipun bisa dijadikan dana simpan pinjam dan rekreasi setiap hari ulang tahun paguyuban.

Selain mengajarkan ibu-ibu membatik, Sri juga menggiatkan para bapak untuk membuat kotak batik dari pelepah kering sehingga produknya terlihat unik. Sri tidak hanya memperhatikan orang dewasa, ia juga memikirkan masa depan anak-anak. Wanita kelahiran Kendal tersebut pun menggagas agar setiap anggota memiliki anak didikan untuk diajarkan membatik sehingga ilmu ini bisa diteruskan.

Tak hanya mendapatkan ilmu keterampilan untuk mata pencaharian, Sri juga menggagas agar ibu-ibu mendapat sosialisasi mengenai pentingnya keluarga. Hal tersebut dilakukan agar para wanita di Kendal tidak tergoda untuk bekerja di luar negeri dan jumlah TKW bisa semakin berkurang. Demi masa depan para anggota payuban dan masyarakt setempat yang lebih baik, ia juga mendorong para TKW yang belum lulus sekolah untuk mengejar paket pendidikan bahkan menyediakan les komputer gratis bagi anak-anak.

(ami/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads