Intimate Interview
Mengenal Sarah Widyanti, Wanita yang Menjadi Pilot Termuda di Usia 21 Tahun
Dengan seragam pilotnya, Sarah Widyanti Kusuma tampil percaya diri menjadi pembicara di acara peluncuran Barbie. Sarah bercerita bagaimana sejak kecil dia sudah bercita-cita ingin terbang. Impian masa kecilnya itu tercapai di usianya yang ke-21. Dia pun tercatat sebagai pilot termuda di Garuda Indonesia pada saat itu.
Kini usia Sarah sudah 27 tahun. Lima tahun mengabdi di maskapai penerbangan nasional, dia pun sudah mengantongi 4.000 jam terbang. Pesawat jenis Boeing klasik hingga air bus pernah diterbangkannya.
Sarah ingin menjadi pilot sejak kecil karena memang dia terbiasa dengan dunia penerbangan. Profesi sang ayah yang bekerja di bidang teknik penerbangan lah yang membuatnya akrab dengan urusan pesawat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku jadi satu-satunya murid wanita dari 34 murid pria. Seniorku juga ada 25 pria," kenang Sarah saat ditemui di Gandaria City, Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2015).
Menjadi satu-satunya wanita di antara puluhan pria pastilah tidak mudah untuk Sarah. Apalagi sebelumnya semasa sekolah di SMA, dia lebih sering bergaul dengan anak-anak perempuan. Ketika menempuh pendidikan di STPI Curug, mau tidak mau dia harus menekan sisi kewanitaannya dan menjadi sosok yang tomboy.
"Beratnya lagi karena sekolahnya kan semi militer. Setiap hari harus bangun pagi, olahraga, lari. Waktu lari ini harus menyesuaikan langkah dengan yang laki-laki, langkah mereka kan panjang-panjang. Belum lagi latihan push-up dan sit-up," ujarnya.
Semasa sekolah, cobaan Sarah datang bukan hanya karena fisiknya sebagai wanita belum terbiasa mengimbangi para pria. Kondisi hatinya juga terkadang masih didominasi perasaan sebagai wanita yang memang lebih sensitif dari pria.
"Kalau aku kayak gitu, nanti mereka pasti bilang, kenapa sih nangis. Makanya aku pun bertekad harus tegar, keras seperti laki-laki," kata wanita yang sejak SMA sudah terbiasa melatih fisiknya dengan mengikuti berbagai ekstrakurikeler seperti Paskibraka, basket dan Pramuka itu.
Setelah enam bulan menjadi satu-satunya wanita di kelasnya di sekolah penerbangan, Sarah akhirnya terbiasa. Sisi feminin dalam dirinya berhasil dia tekan dan tampil menjadi sosok yang tomboy.
Berdasarkan pengalaman Sarah selama menjadi pilot, dia memang harus menghilangkan sifat wanitanya ketika bekerja. "Wanita biasanya terlalu banyak berpikir. Sedangkan di dunia penerbangan nggak bisa begitu. Harus berdasarkan ilmu, follow the book. Mental wanita juga terkadang sensitif, lembut, sementara pria tegas. Padahal dalam mengambil keputusan perlu sikap tegas," tuturnya.
(eny/eny)
Fashion
Ingin Tampil Feminin dan Lebih Stylish dengan Bawahan Rok? Cek Koleksi Menariknya di Sini!
Fashion
Pilihan Aksesori Simpel yang Bikin Gaya Kamu Terlihat Lebih Keren
Fashion
Cari Dompet Kulit Awet Biar Bisa Dipakai Lama? Produk dari ROUNN Ini Bisa Jadi Jawabannya
Health & Beauty
Dua Serum PDRN Favorit Banyak Orang, Fokus Regenerasi dan Hidrasi Kulit!
7 Keuntungan Menjadi Perawat Home Care Dibanding Perawat Rumah Sakit
Mengenal Manfaat Lanyard Id Card dan Rekomendasi Tempat Memesannya
Motivasi Kerja Mulai Pudar? Bangkitkan Lagi dengan 5 Langkah Ini
Mooryati Soedibyo, Pionir Jamu dan Kosmetik Tradisional di Indonesia
Petinju Wanita Nangis Setelah Dipukul 278 Kali, Netizen Salut Semangatnya
Potret George Clooney dan Istri yang Kini Jadi WN Prancis, Disindir Trump
7 Foto Mesra Manohara Dengan Pacar Baru YouTuber Asal Denmark
5 Minuman yang Baik untuk Kesehatan Pencernaan, Atasi Perut Kembung
6 Artis Libur Tahun Baru 2026 ke Luar Negeri Bareng Pacar, Makin Lengket











































