Berbagi Kisah Inspiratif Bersama Alumni Paskibraka di Kartini Movement
wolipop
Minggu, 26 Apr 2015 15:13 WIB
Jakarta
-
Dalam rangka memperingati Hari Kartini yang jatuh pada 21 April lalu, organisasi alumni Paskibraka (Pasukan Pengibar Bendera) yaitu Purna Paskibraka Indonesia (PPI) DKI Jakarta menyelenggarakan acara berbagi inspirasi bersama para wanita yang berkecimpung di dalam berbagai bidang. Acara bertajuk Kartini Movement ini diadakan sebagai bentuk dukungan terhadap emansipasi dan pemberdayaan wanita Indonesia.
Acara ini turut pula dihadiri oleh istri Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Happy Djarot Saiful Hidayat yang meresmikan pembukaan acara. Melalui pidato singkatnya, Happy mengatakan acara ini sengaja dibentuk bukan hanya semata-mata diselenggarakan untuk memperingati jasa-jasa ibu Kartini, tetapi juga untuk terus memelihara emansipasi wanita Indonesia.
"Dengan adanya acara ini saya yakin wanita Indonesia bisa mengenyam pendidikan tertinggi, memiliki kebebasan, persamaan hukum, dan berhak atas kualitas kesejahteraan yang sama, baik dalam kehidupan personal maupun profesional," ujarnya saat meresemikan acara di atrium fX Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (26/4/2015).
Acara ini juga dihadiri oleh Armijn Soedjati selaku wakil ketua III PPI DKI Jakarta. Ia mengatakan wanita Indonesia yang sukses adalah yang mampu membawa perubahan dan berhasil memberdayakan orang lain.
"Wanita Indonesia yang sukses juga bisa memberikan kontribusi positif bagi lingkungan di sekitarnya sesuai peran dan potensi masing-masing, tetapi tetap menjaga nilai keputrian dalam keluarga dan masyarakat," jelas Armijn.
Maka dari itu, sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap pemberdayaan masyarakat dan pembangunan nasional khususnya bagi wanita, PPI menghadirkan para alumni paskibraka yang akan memberikan kisah-kisah suksesnya di bidang masing-masing. Misalnya saja hadir alumni PPI tahun 1989, Vivid Argarini yang kini sukses sebagai seorang motivator, ada pula Rosa Rai Djalal yang merupakan pendiri Komunitas Gerakan Peduli Anak Indonesia, Ayu Dyah Pasha, aktris dan juga ketua Ikatan Pecinta Batik Nusantara.
Selain nama-nama tersebut ada pula beberapa nama lain seperti Ayu Herni Rosan, Cut Sarah Arifin, Dwi Handayani, dan Caesa Ciptami yang juga hadir memberikan kisah-kisah pada acara talkshow. Mereka semua merupakan alumni PPI dimulai dari tahun 1980 hingga tahun 2009.
Melalui acara bincang-bincang yang menginspirasi bersama sosok Kartini modern ini, Armijn mewakili PPI DKI Jakarta ingin memberikan pengakuan terhadap aktualisasi diri wanita Indonesia di masa kini. "Kita ingin menjadi panutan bagi organisasi kepemudaan lainnya melalui berbagai program dan kegiatan kreatif khususnya aktualisasi wanita," tutupnya.
(int/eny)
Acara ini turut pula dihadiri oleh istri Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Happy Djarot Saiful Hidayat yang meresmikan pembukaan acara. Melalui pidato singkatnya, Happy mengatakan acara ini sengaja dibentuk bukan hanya semata-mata diselenggarakan untuk memperingati jasa-jasa ibu Kartini, tetapi juga untuk terus memelihara emansipasi wanita Indonesia.
"Dengan adanya acara ini saya yakin wanita Indonesia bisa mengenyam pendidikan tertinggi, memiliki kebebasan, persamaan hukum, dan berhak atas kualitas kesejahteraan yang sama, baik dalam kehidupan personal maupun profesional," ujarnya saat meresemikan acara di atrium fX Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (26/4/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Wanita Indonesia yang sukses juga bisa memberikan kontribusi positif bagi lingkungan di sekitarnya sesuai peran dan potensi masing-masing, tetapi tetap menjaga nilai keputrian dalam keluarga dan masyarakat," jelas Armijn.
Maka dari itu, sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap pemberdayaan masyarakat dan pembangunan nasional khususnya bagi wanita, PPI menghadirkan para alumni paskibraka yang akan memberikan kisah-kisah suksesnya di bidang masing-masing. Misalnya saja hadir alumni PPI tahun 1989, Vivid Argarini yang kini sukses sebagai seorang motivator, ada pula Rosa Rai Djalal yang merupakan pendiri Komunitas Gerakan Peduli Anak Indonesia, Ayu Dyah Pasha, aktris dan juga ketua Ikatan Pecinta Batik Nusantara.
Selain nama-nama tersebut ada pula beberapa nama lain seperti Ayu Herni Rosan, Cut Sarah Arifin, Dwi Handayani, dan Caesa Ciptami yang juga hadir memberikan kisah-kisah pada acara talkshow. Mereka semua merupakan alumni PPI dimulai dari tahun 1980 hingga tahun 2009.
Melalui acara bincang-bincang yang menginspirasi bersama sosok Kartini modern ini, Armijn mewakili PPI DKI Jakarta ingin memberikan pengakuan terhadap aktualisasi diri wanita Indonesia di masa kini. "Kita ingin menjadi panutan bagi organisasi kepemudaan lainnya melalui berbagai program dan kegiatan kreatif khususnya aktualisasi wanita," tutupnya.
(int/eny)
Home & Living
Bingung Simpan Sepatu yang Numpuk? Cek Rekomendasi Rak Sepatu Anti Debu & Hemat Tempat di Sini!
Pakaian Wanita
Nggak Perlu Mahal-Mahal Nails Art! Pakai Fake Nails Ini untuk Tampilan Kuku Lebih Cantik
Olahraga
Latihan Harian atau Game Akhir Pekan, Ini 3 Bola Voli yang Tetap Nyaman di Lapangan
Hobi dan Mainan
Commuting Tiap Hari atau Sering Butuh Fokus? Soundcore by Anker Q20i Bisa Redam Bising dan Nyaman Dipakai Seharian
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
7 Keuntungan Menjadi Perawat Home Care Dibanding Perawat Rumah Sakit
Mengenal Manfaat Lanyard Id Card dan Rekomendasi Tempat Memesannya
Motivasi Kerja Mulai Pudar? Bangkitkan Lagi dengan 5 Langkah Ini
Mooryati Soedibyo, Pionir Jamu dan Kosmetik Tradisional di Indonesia
Petinju Wanita Nangis Setelah Dipukul 278 Kali, Netizen Salut Semangatnya
Most Popular
1
Potret Cantik Putri Denmark yang Viral Dijodohkan dengan Putra Donald Trump
2
Rompi Lepas Pasang Jadi Tren Baju Lebaran 2026, Raup Cuan Ratusan Juta
3
Curhat Wendy Red Velvet Makan karena Terpaksa, Bikin Fans Khawatir
4
Ramalan Zodiak 10 Januari: Cancer Hindari Perdebatan, Leo Kontrol Emosi
5
Foto Cantik BCL-Alyssa Daguise Hadiri Pernikahan 'Pangeran Jaksel' di Maroko
MOST COMMENTED











































