4 Hal yang Perlu Dipertimbangkan Ketika Mempekerjakan Seorang Teman
Mendapat kerja karena bantuan teman adalah hal yang lumrah. Biasanya proses penerimaan seseorang sebagai karyawan memang menjadi lebih mudah karena direkomendasikan. Ketika kantor sedang ada lowongan, Anda pasti terpikir untuk menawarkannya pada kawan yang sepertinya potensial.
Namun hati-hati niat baik Anda bisa jadi bumerang yang merugikan diri sendiri. Entah karena si teman membuat malu terkait performanya yang mengecewakan atau Anda merasa risih bekerja dengan kawan baik. Salah-salah reputasi Anda bisa rusak atau pertemanan jadi bubar. Untuk itu, sebelum memutuskan untuk menawarkan atau menerima sang sahabat menjadi rekan kerja, pertimbangkan empat hal ini:
1. Pernah Bekerja Bersama
Sebaiknya jangan memberi pekerjaan kepada seseorang hanya karena Anda berhubungan dekat, baik itu teman atau saudara. Jika bisa rekomendasikan orang yang sudah pernah Anda lihat cara bekerjanya, misalnya mantan rekan di kantor lama. Atau kolega beda perusahaan yang tidak terlalu Anda kenal secara personal namun terkenal berbakat. Hal ini bisa menciptakan perasaan positif bagi Anda maupun teman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Tidak Risih
Sebagian dari Anda yang ingin menawarkan pekerjaan kepada teman mungkin sudah berada di posisi atas. Ketika ingin memberikan kawan pekerjaan yang jabatannya tepat di bawah Anda, pastikan jika kedua belah pihak akan merasa nyaman. Coba pikir ulang apakah posisi Anda sebagai teman akan berpengaruh terhadap penilaian kerjanya nanti. Bicarakan pula dengan teman untuk tidak mengambil hati ketika ada konflik yang terjadi terkait pekerjaan.
"Sejumlah konflik akan terjadi. Tidak pengaruh betapa kuatnya persahabatan antara mereka, ketidaksetujuan akan timbul. Jadi penting untuk membicarakan bagaimana mereka akan mengatasinya," tambah Lorraine.
3. Tulus
Ketika seseorang menawarkan temannya pekerjaan tak jarang ada tujuan tertentu di baliknya. Jika Anda tidak bermaksud demikian pastikan bila teman mengetahuinya. Katakan pula kepada si kawan jika Anda akan memperlakukan dia selayaknya pekerja saat di kantor sehingga kawan tidak takut akan jadi 'anak kesayangan'.
4. Serahkan ke HRD
Bila Anda mau memberi kesempatan pada kawan tapi ingin melakukannya dengan cara yang aman, libatkan pihak HRD. Coba minta CV teman kemudian berikan pada personalia. Jika mereka berpikir jika kawan Anda pantas dipertimbangkan, minta lakukan wawancara. Ketika dalam interview staff HRD melihat bila teman benar-benar berbakat dan cocok bekerja sesuai lowongan, barulah terima dia. Dengan begini, Anda tidak akan disalahkan jika ternyata dia mengecewakan.
(ami/fer)
Perawatan dan Kecantikan
Rahasia Rambut Halus & Sehat, Duel Hair Mask Favorit dari Jepang Tsubaki vs Fino!
Elektronik & Gadget
SKMEI B58 Smartwatch, Jam Keren Serba Bisa dengan Layar AMOLED Super Jernih!
Kesehatan
3 Pilihan Madu Murni Terbaik, Sehat Alami, Manisnya Bikin Nagih!
Perawatan dan Kecantikan
Ketiak Bau & Basah Seharian? Ini Solusi Deodorant Tahan hingga 72 Jam
7 Keuntungan Menjadi Perawat Home Care Dibanding Perawat Rumah Sakit
Mengenal Manfaat Lanyard Id Card dan Rekomendasi Tempat Memesannya
Motivasi Kerja Mulai Pudar? Bangkitkan Lagi dengan 5 Langkah Ini
Mooryati Soedibyo, Pionir Jamu dan Kosmetik Tradisional di Indonesia
Petinju Wanita Nangis Setelah Dipukul 278 Kali, Netizen Salut Semangatnya
Beda Banget! Transformasi Shindy Samuel Usai Turun BB 104 Kg, Banjir Pujian
Foto Prewedding Syifa Hadju-El Rumi, Tampil Tradisional Dengan Adat Gorontalo
Most Pop: Momen Terakhir Noelia Castillo, Korban Pemerkosaan Pilih Eutanasia
Jadi Korban Salah Tangkap karena AI, Nenek Ini Dipenjara Hampir 6 Bulan











































