Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

<i>Intimate Interview</i>

Nunki Suwardi, Psikolog yang Mampu Baca Kepribadian dari Tulisan Tangan

wolipop
Kamis, 02 Apr 2015 15:02 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Pribadi Nunki
Jakarta -

Di Indonesia, tak banyak yang menekuni profesi sebagai ahli grafologi atau ilmu yang mempelajari tulisan tangan untuk mengetahui karakter dan seluk-beluk kepribadian seseorang. Salah satu wanita yang terjun ke dalam bidang ini adalah psikolog Nunki Suwardi.

Perkenalannya dengan ilmu grafologi ini terjadi saat dirinya masih duduk di bangku SMP. Kala itu tulisan tangannya dianggap bagus oleh guru sehingga ia sering diminta untuk menulis di papan tulis. Karena banyaknya catatan yang harus ditulis, ia rajin berkeliling memeriksa apakah teman-temannya sudah mencatat pelajaran atau belum.

Selama proses inspeksi itulah ia melihat, tulisan murid-murid rajin dan pembuat onar ternyata sangat berbeda. Hal ini juga dirasakannya saat ia meminjam buku catatan teman sebangku untuk ditulis ulang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya terkadang suka lihat tulisan teman sebangku kok setiap hari beda-beda. Saya bisa tahu kalau dia lagi sedih atau senang, terus saya tanya ke dia, 'kamu kemarin lagi sedih ya?' teman saya kaget, kok bisa tahu. Di situlah saya mulai memiliki ketertartikan pada tulisan tangan," cerita Nunki saat berbincang dengan wolipop di bilangan Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Rabu (25/3/2015).

Sejak saat itu, wanita kelahiran 29 Mei ini mengatakan bahwa sebenarnya ada ilmu sains yang bisa dipelajari lewat tulisan tangan, tetapi kebanyakan orang belum memahaminya. Hal ini pulalah yang mendorongnya masuk ke fakulitas psikologi di Universitas 17 Agustus Surabaya dengan harapan ia bisa mempelajari ilmu grafologi lebih dalam.

Namun ternyata harapannya ini sirna begitu saja. Nunki seolah menjadi 'musuh' bagi para dosen pengajar karena di dalam fakultas psikologi itu sama sekali tidak ada mata kuliah yang mempelajari ilmu grafologi. Saat ia berkuliah di tahun 1991, ilmu grafologi masih dianggap sebagai pseudoscience, yaitu ilmu-ilmu psikologi yang tidak diakui.

"Saya juga sempat ditegur dosen dan pembantu dekan, 'kamu mau jadi dukun apa mau jadi psikolog? kalau mau jadi psikolog belajar yang benar, kalau mau jadi dukun jangan sekolah di sini.' Jujur saya sempat down," kata wanita yang hobi berenang dan membaca ini.

Satu hal yang ia sadari bahwa tulisan tangan setiap orang tidak bisa berdusta. Ketika seseorang benar-benar merasa sedih atau senang, itu akan berpengaruh kepada tulisan tangannya. "Saya tahu bahwa ilmu ini valid, tetapi kalangan psikologi tidak bisa menerima saya. Jadi saya tetap berjuang walaupun tidak diakui oleh dosen-dosen," lanjutnya.

Bak gayung bersambut, di tahun 1997 ibu tiga anak ini bertemu dengan kawan lama yang merupakan anggota polri. Ia bercerita sedang mencari ahli grafologi untuk menyelesaikan kasus-kasus yang membutuhkan analisa lebih dalam. Kawan lama Nunki merupakan ahli grafonomi, yaitu ilmu yang mempelajari tulisan dan tanda tangan untuk mengidentifikasi keaslian suatu dokumen.

Sayangnya, anggota polri tersebut hanya bisa membedakan tanda tangan asli dan palsu tanpa bisa mengetahui kepribadian orang yang memalsukan tanda tangan tersebut. Sejak saat itu ia mulai berkecimpung di dunia perbankan dan membantu untuk menemukan pelaku-pelaku kejahatan. Saat ada dokumen palsu misalnya, wanita 41 tahun ini akan menganalisa kepribadian pelaku, di bagian mana dia berbohong. Semua itu bisa terungkap dari tulisan tangannya.

"Kalau di perbankan ketika terjadi kasus, kan harus membuat alibi. Alibi itu harus ditulis pakai tulisan tangan. Nah itu yang aku cocokan satu sama lain jadi bisa bisa ketahuan mana yang dusta mana yang tidak," paparnya lagi.

Tak perlu menunggu waktu terlalu lama, wanita yang melanjutkan pendidikannya di Universitas Persada Indonesia YAI Jakarta ini hanya memerlukan waktu sekitar 5 menit untuk menganalisa pelaku kejahatan atau pembohong. Hal ini berlaku pada kasus yang terbilang cukup sederhana.

Klien yang ditanganinya kebanyakan berasal dari perbankan, perusahaan, termasuk juga dari individu. Bahkan tak jarang Nunki juga mendapat klien dari para istri yang sering curhat seputar rumah tangganya.

(int/int)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads