<i>Intimate Interview</i>
Nunki Suwardi, Psikolog yang Mampu Baca Kepribadian dari Tulisan Tangan
Di Indonesia, tak banyak yang menekuni profesi sebagai ahli grafologi atau ilmu yang mempelajari tulisan tangan untuk mengetahui karakter dan seluk-beluk kepribadian seseorang. Salah satu wanita yang terjun ke dalam bidang ini adalah psikolog Nunki Suwardi.
Perkenalannya dengan ilmu grafologi ini terjadi saat dirinya masih duduk di bangku SMP. Kala itu tulisan tangannya dianggap bagus oleh guru sehingga ia sering diminta untuk menulis di papan tulis. Karena banyaknya catatan yang harus ditulis, ia rajin berkeliling memeriksa apakah teman-temannya sudah mencatat pelajaran atau belum.
Selama proses inspeksi itulah ia melihat, tulisan murid-murid rajin dan pembuat onar ternyata sangat berbeda. Hal ini juga dirasakannya saat ia meminjam buku catatan teman sebangku untuk ditulis ulang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak saat itu, wanita kelahiran 29 Mei ini mengatakan bahwa sebenarnya ada ilmu sains yang bisa dipelajari lewat tulisan tangan, tetapi kebanyakan orang belum memahaminya. Hal ini pulalah yang mendorongnya masuk ke fakulitas psikologi di Universitas 17 Agustus Surabaya dengan harapan ia bisa mempelajari ilmu grafologi lebih dalam.
Namun ternyata harapannya ini sirna begitu saja. Nunki seolah menjadi 'musuh' bagi para dosen pengajar karena di dalam fakultas psikologi itu sama sekali tidak ada mata kuliah yang mempelajari ilmu grafologi. Saat ia berkuliah di tahun 1991, ilmu grafologi masih dianggap sebagai pseudoscience, yaitu ilmu-ilmu psikologi yang tidak diakui.
"Saya juga sempat ditegur dosen dan pembantu dekan, 'kamu mau jadi dukun apa mau jadi psikolog? kalau mau jadi psikolog belajar yang benar, kalau mau jadi dukun jangan sekolah di sini.' Jujur saya sempat down," kata wanita yang hobi berenang dan membaca ini.
Satu hal yang ia sadari bahwa tulisan tangan setiap orang tidak bisa berdusta. Ketika seseorang benar-benar merasa sedih atau senang, itu akan berpengaruh kepada tulisan tangannya. "Saya tahu bahwa ilmu ini valid, tetapi kalangan psikologi tidak bisa menerima saya. Jadi saya tetap berjuang walaupun tidak diakui oleh dosen-dosen," lanjutnya.
Bak gayung bersambut, di tahun 1997 ibu tiga anak ini bertemu dengan kawan lama yang merupakan anggota polri. Ia bercerita sedang mencari ahli grafologi untuk menyelesaikan kasus-kasus yang membutuhkan analisa lebih dalam. Kawan lama Nunki merupakan ahli grafonomi, yaitu ilmu yang mempelajari tulisan dan tanda tangan untuk mengidentifikasi keaslian suatu dokumen.
Sayangnya, anggota polri tersebut hanya bisa membedakan tanda tangan asli dan palsu tanpa bisa mengetahui kepribadian orang yang memalsukan tanda tangan tersebut. Sejak saat itu ia mulai berkecimpung di dunia perbankan dan membantu untuk menemukan pelaku-pelaku kejahatan. Saat ada dokumen palsu misalnya, wanita 41 tahun ini akan menganalisa kepribadian pelaku, di bagian mana dia berbohong. Semua itu bisa terungkap dari tulisan tangannya.
"Kalau di perbankan ketika terjadi kasus, kan harus membuat alibi. Alibi itu harus ditulis pakai tulisan tangan. Nah itu yang aku cocokan satu sama lain jadi bisa bisa ketahuan mana yang dusta mana yang tidak," paparnya lagi.
Tak perlu menunggu waktu terlalu lama, wanita yang melanjutkan pendidikannya di Universitas Persada Indonesia YAI Jakarta ini hanya memerlukan waktu sekitar 5 menit untuk menganalisa pelaku kejahatan atau pembohong. Hal ini berlaku pada kasus yang terbilang cukup sederhana.
Klien yang ditanganinya kebanyakan berasal dari perbankan, perusahaan, termasuk juga dari individu. Bahkan tak jarang Nunki juga mendapat klien dari para istri yang sering curhat seputar rumah tangganya.
(int/int)
Hobi dan Mainan
Menariknya Iron Man Mark 39, Action Figure Resmi Marvel yang Mudah Dirakit dan Siap Pajang
Kesehatan
Sering Pegal & Kaku Saat Kerja? Lenovo Massage Gun 8 Kepala Ini Jadi Andalan Kaum Jompo
Kesehatan
Solusi Teeth Whitening Tanpa Ribet ke Klinik! Dengan PUTIH Wireless Whitening Light
Hobi dan Mainan
ORCA MAGMA01 vs Donner DAG-1CE: Gitar Ringkas atau Full Size, Mana Lebih Pas?
7 Keuntungan Menjadi Perawat Home Care Dibanding Perawat Rumah Sakit
Mengenal Manfaat Lanyard Id Card dan Rekomendasi Tempat Memesannya
Motivasi Kerja Mulai Pudar? Bangkitkan Lagi dengan 5 Langkah Ini
Mooryati Soedibyo, Pionir Jamu dan Kosmetik Tradisional di Indonesia
Petinju Wanita Nangis Setelah Dipukul 278 Kali, Netizen Salut Semangatnya
Ramalan Zodiak 11 Januari: Taurus Rintangan Menghadang, Gemini Terus Maju
Sudah Bisa Pre-Order! 10 Brand Lokal Rilis Koleksi Baju Lebaran 2026
Meghan Trainor Tanggapi Sindiran Ashley Tisdale soal Geng Ibu-ibu Toxic
Foto: Gaya Denada Sambut 2026, Seksi Pakai Gaun Menerawang











































