Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Intimate Interview

Catherine Lian, Memimpin Dell Indonesia Tanpa Libatkan Sisi Emosional Wanita

wolipop
Senin, 29 Des 2014 12:51 WIB
...
Foto: M. Abduh/Wolipop
Jakarta -

Akhir Desember 2014 ini, genap 1,5 tahun Catherine Lian memimpin Dell Indonesia. Catherine Lian bukan wanita biasa di Dell. Bergabung di perusahaan teknologi asal Amerika Serikat tersebut sejak 1998, dia menjalani dua jabatan sekaligus. Semua itu dijalaninya dengan tidak melupakan tugasnya sebagai seorang ibu.

Bagi Catherine, Dell adalah cinta pertamanya. Saat duduk di bangku kuliah di Universiti Utara Malaysia, dia kepincut dengan perusahaan yang berdiri sejak 1984 itu. Sosok pendiri Dell, Michael Dell lah yang membuatnya tertarik bekerja di perusahaan teknologi tersebut.

"Waktu remaja saya ingin jadi pengacara. Tapi kemudian selama kuliah saya banyak baca tentang Dell. Saya sangat tertarik dengan bisnis yang dibangun Michael Dell. Dia masih sangat muda ketika menjadi CEO," kata wanita asal Malaysia itu saat berbincang dengan Wolipop di kantornya di Menara BCA, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat belum lama ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum kini menjabat sebagai Managing Director Dell Indonesia, sudah banyak posisi di Dell dijalani Catherine. Dia pernah mengisi posisi di bidang penjualan, pengembangan bisnis dan beberapa posisi manajemen. Saat ini pun dia juga menjabat sebagai Regional Director for the Consumer & Commercial Channel untuk wilayah Asia Selatan.

Menjadi pemimpin di dunia teknologi yang notabene didominasi pria, Catherine mengaku tidak menemukan kesulitan berarti sebagai pemimpin wanita. Sejauh ini, tidak pernah sekalipun sepanjang karirnya dirinya diremehkan karena gendernya. Statusnya sebagai seorang wanita yang selama ini dianggap sebagai pribadi yang mudah melibatkan emosi dalam pengambilan keputusan juga tidak dirasakannya.

"Saya bukan orang yang emosional. Pendapat dan ide yang saya keluarkan harus berdasarkan tujuan dan logika. Memang wanita umumnya lebih emosional dari pria. Tapi kita bisa menjadi lebih dewasa seiring pengalaman," ucapnya.

Tantangan yang dirasakan Catherine dalam hal karirnya lebih kepada menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan pribadi. Sebagai seorang wanita, menurutnya dia memiliki banyak peran.

"Saya bukan hanya seorang managing director, tapi juga seorang ibu dan anak perempuan dari ibu saya. Di situlah saya harus bisa menyeimbangkan antara keluarga dan ekspektasi di dunia kerja," kata Catherine yang selama wawancara bicara dalam bahasa Inggris, Indonesia dan Melayu ini.

Catherine merupakan ibu dari seorang putri yang sudah berusia lima tahun. Sebagai seorang ibu bekerja yang menduduki posisi eksekutif di perusahaan besar diakuinya waktunya lebih banyak dihabiskan untuk pekerjaan. Meski demikian dia berusaha menyeimbangkan peran-peran yang harus dijalaninya tersebut. Menurutnya salah satu kunci sukses ibu bekerja adalah dengan memiliki keluarga yang mendukung karier.

"Dengan adanya family support system dan understanding family, wanita punya kesempatan besar untuk sukses. Kalau dukungan keluarga kuat, pikiran kita bisa 100% untuk pekerjaan," ujar Catherine yang bisa bekerja 12-15 jam itu.

Selama bekerja, Catherine tidak melupakan perannya sebagai seorang ibu. Dia selalu menyempatkan menghubungi putrinya via telepon di sela-sela bekerja. Terkadang dia juga menyempatkan makan siang bersama anaknya. Dia juga punya aturan untuk tidak menyentuh pekerjaan di akhir pekan.

Selain berusaha menyeimbangkan kehidupan bekerja dan keluarga, Catherine juga berupaya untuk memiliki me-time. Bagaimana ceritanya soal me-time yang terkadang jarang dimiliki wanita sibuk ini? Dan apa saja yang akan dilakukannya untuk memajukan Dell Indonesia? Nantikan di wawancara intim selanjutnya dengan Catherine Lian.

(eny/fer)
...
Hide Ads