Trik Bertahan Agar Dompet Tidak 'Bocor' Saat Diskon Akhir Tahun
Mendekati akhir tahun, tak hanya perayaan Tahun Baru saja yang akan disambut oleh banyak orang. Bagi sebagian wanita, hari-hari menjelang pergantian tahun juga berarti 'musim' diskon di berbagai pusat perbelanjaan.
Diskon akhir tahun bisa dibilang layaknya dua sisi mata uang. Jika bijak memanfaatkannya, Anda bisa mendapatkan barang-barang incaran dengan harga lebih terjangkau. Tapi sebaliknya jika tidak berpikir panjang dan kalap --seperti yang terjadi pada sebagian besar pebelanja-- program diskon justru bisa membuat tagihan kartu kredit menumpuk atau tabungan menipis di awal tahun.
Anda bisa saja menikmati diskon akhir tahun tanpa khawatir dompet menjadi 'jebol'. Ada sejumlah trik untuk mengerem Anda menghabiskan terlalu banyak uang saat berburu barang diskon, yang telah terbukti secara ilmiah. Seperti apa saja caranya?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saking semangatnya berburu barang dengan potongan harga hingga 70 persen, seringkali membuat para wanita melupakan sarapan atau makan siang. Sebagian besar berpikir untuk makan saja setelah lelah berbelanja. Namun strategi ini salah bagi Anda yang berniat hemat di tengah-tengah maraknya diskon. Studi menunjukkan bahwa orang cenderung mengambil keputusan yang terburu-buru saat lapar. Saat perut tidak terisi cukup makanan, otak akan kekurangan energi untuk berpikir. Akibatnya kita mengambil dan membayar barang diskon yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan. Biasakan mengonsumsi makanan sebelum berbelanja. Akan lebih baik jika menyantap makanan yang mengandung tryptophan, sejenis asam amino yang membantu meningkatkan produksi serotonin, hormon yang bisa menenangkan dan mengurangi perilaku impulsif.
2. Abaikan Tulisan 'Penawaran Terbatas'
Banyak toko yang sering memasang banner promosi bertuliskan 'Penawaran Terbatas'. Ini merupakan salah satu strategi untuk membuat pembeli semakin bersemangat untuk mendapatkan barang tersebut. Anda perlu berhati-hati karena tulisan tersebut menimbulkan efek 'ilusi barang langka'. Saat terkena ilusi tersebut, akan timbul rasa takut akan kehilangan sesuatu sehingga insting kita akan memerintahkan untuk segera mengambilnya. Pengunjung pun akan berbondong-bondong menuju ke satu tempat dan di mana ada kerumunan, kita akan cenderung tertarik untuk ikut dalam kerumunan tersebut.
3. Lihat Saja, Jangan Sentuh
Jika tidak benar-benar menyukai atau membutuhkan barang diskon yang Anda lihat, jangan pernah coba-coba menyentuhnya. Hal ini juga berlaku saat Anda hanya berniat window shopping. Begitu menyentuhnya, akan timbul rasa untuk memiliki dan keinginan untuk membelinya pun tak terbendung lagi. "Makin banyak barang yang Anda sentuh, semakin banyak juga uang yang Anda keluarkan karena rasa memiliki yang muncul," ujar Joann Peck, seorang profesor pemasaran yang meneliti tentang efek sentuhan pada perilaku belanja.
4. Jangan Belanja Bersama Teman Wanita
Berbelanja dengan teman memang lebih menyenangkan, Anda seperti mempunyai 'personal shopper' yang akan memberi saran barang apa saja yang cocok dibeli dan sesuai untuk Anda. Namun berdasarkan penelitian, belanja bareng teman justru bisa membuat kebiasaan belanja Anda tambah parah. Meskipun berteman, sisi kompetisi sesama wanita akan tetap ada. Untuk membuat teman 'seperbelanjaan' terkesan. Penelitian yang dilakukan Jennifer Argo, seorang pakar belanja menunjukkan bahwa demi mengesankan teman, wanita cenderung akan memilih barang yang bermerek atau berharga lebih mahal. "Kita menghabiskan lebih banyak uang untuk menjaga imej diri sendiri di hadapan orang lain," tuturnya seperti dikutip dari Daily Mail.
5. Ajak Pria Belanja Bersama Anda
Entah itu kekasih, teman atau orangtua, mengajak pria belanja bersama bisa sangat membantu membatasi keinginan belanja Anda. Studi menunjukkan bahwa wanita akan lebih cepat menghabiskan waktu belanjanya jika ditemani pria. Dr Tim Denison, seorang psikolog khusus retail telah menghitung bahwa waktu pria dan wanita untuk belanja bersama hanya sekitar satu jam 12 menit. Lebih dari itu, pria cenderung akan bosan dan akan menekan pasangannya untuk berhenti. Baik itu dengan berdiri di depan toko sambil menyilangkan tangan dan memberi tatapan tidak suka, duduk di sofa toko dengan wajah lelah atau secara terang-terangan memintanya segera keluar dari tempat perbelanjaan.
Jangan lewatkan juga berita gaya hidup terpopuler sepanjang tahun ini di The Fabulist 2014.
(hst/fer)
Hobbies & Activities
Isi Waktu Luang dengan Mulai Hobi Baru! 3 Perlengkapan Melukis yang Nyaman untuk Pemula
Health & Beauty
Mau Tau Rahasia Kulit Sehat & Glowing? Serum Shiseido Ultimune 4.0 Power Infusing Bisa Jadi Pilihan yang Tepat!
Elektronik & Gadget
3 Smartwatch & Smartband Terbaik untuk Aktivitas Harian, Praktis, Canggih, dan Stylish!
Hobbies & Activities
Pemain Golf Pemula Wajib Cek! Barang Esensial yang Gak Boleh Kelewatan, Mulai dari Outfit hingga Tongkat Golf
7 Keuntungan Menjadi Perawat Home Care Dibanding Perawat Rumah Sakit
Mengenal Manfaat Lanyard Id Card dan Rekomendasi Tempat Memesannya
Motivasi Kerja Mulai Pudar? Bangkitkan Lagi dengan 5 Langkah Ini
Mooryati Soedibyo, Pionir Jamu dan Kosmetik Tradisional di Indonesia
Petinju Wanita Nangis Setelah Dipukul 278 Kali, Netizen Salut Semangatnya
Gaya Ayu Ting Ting Sambut Tahun Baru 2026, Pamer Perut Dengan Lace Menerawang
Foto Mesra Jennifer Coppen-Justin Hubner Rayakan Tahun Baru 2026 Usai Dilamar
Alasan George Clooney Pindah dari AS Jadi WN Prancis, Kini Hidup di Pedesaan
7 Potret Luna Maya Rayakan Pergantian Tahun Dengan Gaya Rambut Baru











































