Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Tips Jadi Fotografer Wanita Sukses dari Nicoline Patricia

wolipop
Selasa, 25 Nov 2014 16:50 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Hestianingsih/Wolipop
Jakarta -

Nama Nicoline Patricia di dunia fotografi, khususnya fotografi fashion sudah tak asing lagi. Kemampuannya menangkap objek yang menonjolkan kecantikan dan keindahan kerap mendapat pujian dari penikmat fotografi maupun kalangan umum.

Siapa sangka, bakat memotret yang dimilikinya itu ternyata didapat secara otodidak alias tanpa mengikuti sekolah fotografi. Sejak memutuskan menjadi fotografer delapan tahun lalu, wanita yang pernah menjadi foto model ini telah melakukan pemotretan untuk sejumlah orang ternama termasuk selebriti Hollywood, Liv Tyler.

Kesuksesan yang diraih Nicoline berhasil membuktikan bahwa wanita juga bisa 'bersinar' di lingkup pekerjaan yang lebih didominasi kaum pria tersebut. Dalam kesempatan bincang santai bersama Nicoline, wanita yang kini mendirikan sekolah khusus fotografi itu pun berbagi tips bagi para wanita yang tertarik menjadi fotografer profesional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perempuan jadi fotografer itu beruntungnya lebih perasa daripada pria. Sebab rasa menurut aku lebih penting daripada teknik. Tinggal dikembangkan dengan cari banyak inspirasi dari lukisan, sering pergi ke galeri atau banyak-banyak traveling," tutur Nicoline usai acara Media Gathering SK-II di Main Atrium Mall Taman Anggrek, Jakarta Barat, Selasa (25/11/2014).

Nicoline menyarankan untuk mengesampingkan dulu teknik-teknik fotografi apabila Anda tidak mengikuti kelas atau sekolah khusus. Tapi rajin-rajinlah memotret sebanyak mungkin.

Satu hal yang paling penting untuk menjadi fotografer profesional adalah berlatih 'melihat', yaitu melihat sisi menarik dari objek-objek yang ada di depan mata. Soal kemampuan teknik, menurutnya itu urusan belakangan dan bisa dipelajari seiring berjalannya waktu. Namun yang lebih sulit adalah mendapat 'rasa' dan 'melihat' keindahan yang tersembunyi dari sebuah objek.

"Saya selalu memberikan tugas pada murid-murid fotografi saya untuk bikin 50 foto dalam sehari. Harus latihan melihat, bukan lighting dulu," ungkap fotografer yang mengawali kariernya dengan memotret jalanan di Amsterdam dan terlibat dalam proyek dokumenter ini.

(hst/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads