Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Liputan Khusus Kecanduan Kartu Kredit

Pentingnya Kecerdasan Finansial Agar Tidak Terjerat Kartu Kredit

wolipop
Jumat, 15 Agu 2014 16:06 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Thinkstock
Jakarta -

Penggunaan kartu kredit pada zaman sekarang bukan lagi merupakan hal yang istimewa. Berbondong-bondong orang menggunakan kartu kredit dengan alasan kemudahan serta banyak keuntungan yang bisa didapat. Maka tak heran, banyak pula penerbit kartu kredit yang menawarkan produknya dengan berbagai keuntungan serta hadiah apabila nasabah ingin menggunakannya. Selain itu, banyak pula jenis kartu kredit yang ditawarkan dengan berbagai limit atau plafon kredit yang dapat disesuaikan dengan penggunanya.

Fenomena kartu kredit ini membuat banyak orang yang menggunakan lebih dari dua kartu kredit karena ingin mengambil keuntungan yang ditawarkan pada setiap penawaran. Dengan keuntungan cicilan 0% atau angsuran gratis selama satu bulan biasanya membuat orang-orang lebih banyak menggunakan kartu kredit. Namun apabila kita tidak membatasi diri kita dalam penggunaan kartu kredit, kita dapat 'terperangkap' ketika ada pihak bank yang menawarkan kartu kredit dengan limit lebih besar.

Dalam bincang-bincangnya di kantor Zelts Consulting di bilangan Menteng, Dwita Ariani selaku perencana keuangan independen sejak tahun 2008 ini turut membagi tips agar tidak tergoda dengan promo kartu kredit yang menawarkan pagu kredit yang besar. "Sebenarnya kita harus punya kesadaran diri dulu. Harus punya kecerdasan finansial. Kita harus paham bahwa kartu kredit itu bukan uang kita tetapi adalah hutang yang harus dibayar. Itu sih penting ya menurut saya, karena sekarang banyak orang yang memperoleh kartu kredit dengan gampang. Banyak bank yang berlomba-lomba menawarkan kartu kreditnya. Karena sumber penerimaan penerbit kartu kredit ya itu bunganya." Jelas Wanita kelahiran 1981 ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain kesadaran diri dan kecerdasan finansial, menurut Dwita, masyarakat harus memahami bahwa kartu kredit dengan limit yang sudah ditentukan sebenarnya bukan murni uang miliknya, tetapi adalah dana pinjaman yang harus dibayarkan pada bulan berikutnya. "Jadi justru banyak orang yang bangga punya punya kartu kredit platinum, pagu kreditnya sekian ratus juta, padahal itu adalah beban kreditnya dia. Kalau misalnya terpakai semua ya itulah resikonya, dikejar debt collector sampai ada yang disiksa bahkan ada yang meninggal segala,” tuturnya lagi.

(fer/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads