3 Sifat Orang Indonesia yang Perlu Diperbaiki Ketika Berkarir di Luar Negeri
Meski sudah banyak orang Indonesia yang berkarir di skala internasional, belum banyak yang menempati posisi tinggi. Mungkin hal tersebut disebabkan oleh sifat khas orang Indonesia yang menjadi penghalang dan membuat mereka kurang menonjol dibanding pekerja dari negara lain. Meski sulit dihilangkan karena sudah menjadi kebiasaan, sifat-sifat ini baiknya perlahan dikikis agar kita bisa tampil dan berkarir dengan sukses di negara lain. Bagi Anda yang memiliki impian atau bahkan sedang bekerja di luar negeri, ini beberapa sifat negatif yang harus diwaspadai:
1. Takut Berpendapat
Menurut pakar sumber daya manusia, Handi Kurniawan, permasalahan yang paling terlihat ada pada cara mengemukakan pendapat. Berdasarkan pengamatannya, Ia melihat biasanya orang Indonesia cenderung pasif berbicara dalam rapat.
Merasa harus berkata benar adalah sifat yang umumnya menjadi penghalang mereka mengemukakan opini. Selain karena tidak ingin terdengar salah, rasa percaya diri yang rendah juga menjadi alasan pasifnya orang Indonesia dalam menyampaikan gagasan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain enggan beropini, terkadang orang Indonesia juga sering mengalah kala adu pendapat. Hal ini jelas harus diperbaiki mengingat kita juga perlu menonjolkan diri dari para profesional luar negeri yang biasanya lebih aktif.
"Namun berbeda dengan budaya Jepang atau Korea yang menghargai senioritas. Di situ Anda harus menyesuaikan diri agar tidak dikucilkan," ujar Handi saat ditemui di kawasan Senayan saat peluncuran bukunya, Go Global.
3. Kurang Berbaur
Ketika bergaul dengan sesama pekerja dari banyak negara, orang Indonesia juga cenderung kurang berbaur. Kebanyakan dari mereka hanya berkumpul dengan negara-negara yang hampir sama secara kepribadian seperti Thailand. Tentu saja, hal ini harus dihindari. Untuk menjadi sukses, dikenal adalah salah satu faktor penting. Dengan banyak berbaur dengan pekerja internasional lainnya Anda bisa lebih menunjukkan potensi bahkan mempelajari kualitas pekerja-pekerja luar negeri yang tidak kita punyai.
(ami/eny)











































