Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

3 Wanita Inspiratif yang Sukses Angkat Kain Indonesia Jadi Bertaraf Internasional

wolipop
Sabtu, 24 Mei 2014 10:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Hestianingsih/Wolipop
Jakarta - Kekayaan budaya Indonesia, khususnya kerajinan tangan dan tekstilnya seolah tak pernah habis untuk dieksplorasi. Setiap propinsi memiliki ciri khas tekstilnya sendiri, masing-masing seakan 'mengantre' untuk diangkat agar lebih dikenal baik oleh masyarakatnya sendiri maupun di mancanegara.

Tiga wanita Indonesia ini, termasuk bagian dari orang-orang berbakat dan berdedikasi yang ikut membawa ragam tektstil dan kerajinan tradisional ke tingkat yang lebih luas lagi. Mereka adalah Okke Hatta Rajasa, Ella V. Brizadly dan Elvara Subyakto. Lewat tangan-tangan mereka tekstil Indonesia jadi lebih terangkat, dan karena itulah mereka terpilih sebagai Tokoh Inspirasi Wirausaha Perempuan Indonesia.

"Kami memiliki ajang Sukma Awards, yaitu pencarian women entrepeneur Indonesia dan tiap tahunnya ada tiga tokoh perempuan inspiratif," ujar Shinta Haryani, founder Sukma Inspirasi, media elektronik yang khusus menyoroti seputar dunia usaha dan kegiatan kreatif, dalam acara 'Inspirasi Wirausaha Perempuan Indonesia dengan Mengembangkan Kebudayaan Indonesia' di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia Shopping Town, Jakarta Pusat, Jumat (23/05/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Okke merupakan ketua dan pendiri Cita Tenun Indonesia yang sejak 2008 konsisten memberdayakan para pengrajin tenun di berbagai daerah di Indonesia. Kerja kerasnya membawa kain tenun Indonesia ke dunia mode internasional mulai dari Inggris, Amerika Serikat, Belanda hingga India. Bersama timnya yang merupakan para pelaku bidang kreatif, istri cawapres Hatta Rajasa ini juga sukses menyosialisasikan tenun ke masyarakat sekaligus meningkatkan taraf hidup para pengrajinnya.

Wanita inspiratif lainnya adalah Ella V. Brizadly, pemilik brand fashion Pribumi. Label ciptaannya ini menggunakan berbagai kain khas Indonesia yang diolah menjadi tas dan sepatu siap pakai bergaya modern. Tak hanya kekinian, tapi produk Pribumi juga eksklusif karena hanya menggunakan material berkualitas premium yang dibuat secara handmade dan diproduksi terbatas.

"Saya sangat mencintai kain Indonesia seperti tenun, ikat, songket karena motifnya bagus-bagus. Saya juga mengoleksinya tapi saya pikir kalau hanya disimpan lama kelamaan kainnya bisa rusak. Jadi kenapa tidak membuatnya jadi sesuatu yang trendi dan modern yang tidak hanya bisa dipakai ibu-ibu," tutur Ella.

Lewat labelnya, tekstil Indonesia kini semakin bertambah peminatnya dan tidak lagi dipandang sebagai 'produk daerah' tapi juga global. Pendapatan para pengrajin pun meningkat karena Ella selalu melibatkan mereka dalam setiap pengerjaan produknya.

Sementara itu Elvara, yang juga penerima penghargaan Sukma Awards hadir dengan produk busana bermotif tie dye. Istri sutradara, produser dan penata artistik kondang Jay Subyakto ini mendirikan brand busana Label Tiga dan bertindak sebagai pemilik sekaligus desainernya.

Elvara membawa tie dye ke dimensi berbeda dengan mengkreasikan motif ini dalam skala ukuran yang lebih besar sehingga terlihat modern. Warna-warna yang digunakan pun lebih cerah dan terang sehingga disukai kalangan yang lebih muda.

"Tie dye identik dengan baju kaum hippies dan bohemian. Tapi saya buat dengan warna yang lebih terang dan style yang sejalan dengan tren," ungkap Elvara.

Terpilihnya tiga wanita ini diharapkan bisa menjadi inspirasi para wanita lainnya agar bisa ikut memajukan industri kecil hingga menengah, terutama yang bergerak di bidang kerajinan dan kreatif.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads