Liputan Khusus Jadi Pengusaha Kue
Pionir Tren Bisnis Cupcake di Dunia, Allysa Torey dan Jennifer Appel
Tren dunia kuliner dalam dua tahun belakangan ini diwarnai oleh kemunculan penganan manis atau dessert dengan tampilan cantik yang menggugah selera. Salah satunya adalah cupcake yang kini banyak dijadikan sebagai alternatif bisnis bagi wanita maupun ibu muda.
Nama-nama seperti Cupcakes Company, Deli Cakes dan Souly Butter Kitchen tentu sudah tidak asing lagi di telinga para penggemar cupcake. Tiga brand lokal ini memang dikenal memiliki cupcake yang lembut dan lezat. Nah, bicara soal bisnis cupcake, tentunya tak bisa lepas dari nama Magnolia Bakery.
Toko kue asal New York yang berdiri sejak 1996 ini merupakan yang paling terkenal akan cupcake-nya. Bahkan untuk bisa menikmati kue lezat ini, orang rela antre di depan toko maupun meja kasir. Saking populernya, Magnolia Bakery pernah beberapa kali muncul dalam film Hollywood. Salah satu yang paling memorable adalah kemunculannya di serial TV 'Sex and The City' pada tahun 2000. Disebut-sebut sebagai awal munculnya tren cupcake di berbagai belahan dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Allysa Torey dan Jennifer Appel adalah dua nama di balik fenomenalnya nama toko bakery yang pertamakali dibuka di 401 Bleecker Street, West Village, Manhattan, New York ini. Seperti dikutip dari Wikipedia, awalnya toko kue ini hanya menawarkan empat jenis roti, dua di antaranya cinnamon rolls dan whole wheat maple walnut rolls. Baru beberapa minggu membuka toko, keduanya sadar kalau membuat roti untuk dijual tidaklah praktis. Karena memerlukan waktu yang lama dan ruangan yang cukup besar.
Dari situlah muncul ide untuk membuat cake dan pastry. Dibantu asistennya Kathryn, Allysa mencoba berbagai resep cake hingga larut malam. Cupcake sendiri sebenarnya tercipta secara tidak sengaja oleh Allysa dan Jennifer. Saat mereka membuat coconut cake yang biasanya berdiameter 9 inci menjadi hanya 6 inci, ternyata masih banyak adonan yang tersisa. Agar tidak terbuang, mereka menuangkan adonan cake tersebut ke dalam cup dan terciptalah nama cupcake.
Magnolia Bakery awalnya hanya memiliki cupcake rasa vanilla dengan icing vanilla buttercream berwarna pink. Kala itu permintaan akan cupcake buatan mereka terus meningkat. Bahkan ada beberapa pembeli yang memohon untuk tidak menutup tokonya dulu hanya karena ingin membeli satu cupcake. Dari jam buka pukul 08.00-18.00, pembukaan toko pun diperpanjang karena permintaan cupcake yang bertambah dengan pesat.
Toko bakery ini lalu diberikan kredit sebagai pencetusnya 'cupcake craze' --kegilaan akan cupcake. Allysa dan Jennifer kemudian menerbitkan buku berjudul 'The Magnolia Bakery Cookbook: Old-Fashioned Recipes from New York's Sweetest Bakery' pada 1999. Namun pada 2000, keduanya pecah kongsi. Jennifer mendirikan brandnya sendiri bernama Buttercup dan Allysa menjual Magnolia Bakery kepada Steve dan Tyra Abrams. Allysa tetap jadi bagian dari toko kue tersebut dengan menjadi konsultan untuk pengembangan resep maupun tempat.
"Satu menit kita hanya membuat delapan cupcake, dan menit berikutnya sudah tersedia cupcake yang memenuhi jendela etalase toko," cerita Allysa tentang kreasi kuenya yang menjadi fenomena, seperti dilansir NYmag.
Dari hanya satu toko kecil, kini Magnolia Bakery memiliki tujuh cabang yang tersebar di Amerika Serikat, dan satu cabang franchise di Dubai. Dalam lima tahun ke depan, toko ini akan berekspansi juga ke Kuwait, Saudi Arabia, Qatar, Libanon, Yordania dan Maroko. Target mereka adalah membuka 120 toko baru di seluruh dunia. Kita tunggu saja!
(/)











































