Liputan Khusus Mudik & Lebaran
Tips Mengatur Keuangan Agar Tidak 'Kanker' Pasca Lebaran
wolipop
Jumat, 02 Agu 2013 11:08 WIB
Jakarta
-
Tidak sedikit orang yang keuangannya menipis atau kanker (kantong kering) pasca lebaran. Banyaknya keperluan sebelum dan sesudah lebaran membuat pengeluaran membengkak. Agar bisa bertahan pasca lebaran, ini cara mengatur keuangan dari Perencana Keuangan ternama, Lisa Soemarto.
Lisa menjelaskan, biaya untuk lebaran sebaiknya dimasukkan ke dalam anggaran tahunan. Tidak lupa menyertakan anggaran bulan puasa ke dalam dana menyambut Hari Raya. Kegiatan saat Ramadan penting diperhitungkan karena umumnya pengeluaran ketika bulan puasa lebih banyak dari biasanya.
"Dalam pengaturan anggaran, ada anggaran bulanan, tahunan, dan jangka panjang. Biaya selama Ramadan nggak kecil jadi nggak mungkin nggak dibudgetin. Yang berhubungan dengan Ramadan sebaiknya dimasukkan ke anggaran tahunan," jelas Lisa saat berbincang dengan wolipop beberapa waktu lalu di Steakology, Tebet Raya, Jakarta Selatan.
Mengapa harus menjadi anggaran tahunan? Biaya lebaran dimasukkan ke dalam anggaran tahunan untuk mengurangi beban pengeluaran Anda, terutama bagi yang sudah berkeluarga. Ibu dua anak ini menuturkan, jika belum memasukkan biaya lebaran sebagai anggaran tahunan seharusnya dana tersebut sudah disiapkan maksimal tiga bulan sebelum Idul Fitri. Jika tidak, siap-siap saja pengeluaran Anda membengkak setelah Hari Raya.
Lisa mengatakan bahwa anggaran untuk lebaran tidak perlu terlalu besar. Cukup sekitar 5 persen setiap bulan dari penghasilan yang diperoleh saat ini. "Sebenarnya dana yang disisihkan untuk jangka pendek, menengah, dan jangka panjang itu kan kira-kira 30 persen ya. Kalau dana lebaran karena masih 12 bulan, itu hanya memakan 3% sampai 5% saja, cukup untuk mudik juga kok," urai Trainer International Association of Registered Financial Consultans (IARFC) itu.
Oleh sebab itu, jika Anda baru mau menyiapkan dana lebaran beberapa minggu sebelum Idul Fitri, jangan kaget kalau keuangan pasca lebaran menipis atau bahkan memiliki hutang. Anda juga disarankan tidak hanya mengandalkan Tunjangan Hari Raya (THR) dari perusahaan karena THR saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan lebaran.
"Banyak orang berpikiran 'Ah, nanti kan ada THR', tapi dari THR ini kita ada kewajiban-kewajiban yang harus dibayarkan juga seperti menggaji dan memberikan THR ke karyawan rumah," tutupnya.
(aln/aln)
Lisa menjelaskan, biaya untuk lebaran sebaiknya dimasukkan ke dalam anggaran tahunan. Tidak lupa menyertakan anggaran bulan puasa ke dalam dana menyambut Hari Raya. Kegiatan saat Ramadan penting diperhitungkan karena umumnya pengeluaran ketika bulan puasa lebih banyak dari biasanya.
"Dalam pengaturan anggaran, ada anggaran bulanan, tahunan, dan jangka panjang. Biaya selama Ramadan nggak kecil jadi nggak mungkin nggak dibudgetin. Yang berhubungan dengan Ramadan sebaiknya dimasukkan ke anggaran tahunan," jelas Lisa saat berbincang dengan wolipop beberapa waktu lalu di Steakology, Tebet Raya, Jakarta Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lisa mengatakan bahwa anggaran untuk lebaran tidak perlu terlalu besar. Cukup sekitar 5 persen setiap bulan dari penghasilan yang diperoleh saat ini. "Sebenarnya dana yang disisihkan untuk jangka pendek, menengah, dan jangka panjang itu kan kira-kira 30 persen ya. Kalau dana lebaran karena masih 12 bulan, itu hanya memakan 3% sampai 5% saja, cukup untuk mudik juga kok," urai Trainer International Association of Registered Financial Consultans (IARFC) itu.
Oleh sebab itu, jika Anda baru mau menyiapkan dana lebaran beberapa minggu sebelum Idul Fitri, jangan kaget kalau keuangan pasca lebaran menipis atau bahkan memiliki hutang. Anda juga disarankan tidak hanya mengandalkan Tunjangan Hari Raya (THR) dari perusahaan karena THR saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan lebaran.
"Banyak orang berpikiran 'Ah, nanti kan ada THR', tapi dari THR ini kita ada kewajiban-kewajiban yang harus dibayarkan juga seperti menggaji dan memberikan THR ke karyawan rumah," tutupnya.
(aln/aln)
Makanan & Minuman
Pecinta Pedas Wajib Coba! Camilan dari MAICIH Bisa Jadi Andalan Saat Santai dan Bikin Auto Nagih
Perawatan dan Kecantikan
Rambut Rontok Parah Bikin Minder? Saatnya Coba Suplemen Rambut Rontok yang Diformulasikan Khusus dari Dalam!
Olahraga
Kurangi Pegal dan Kram Saat Lari dengan Insole Empuk yang Lebih Supportive
Home & Living
Cara Ampuh Membersihkan Wajan Stainless Gosong ala Certified Cleaner Rany Soetanto
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
7 Keuntungan Menjadi Perawat Home Care Dibanding Perawat Rumah Sakit
Mengenal Manfaat Lanyard Id Card dan Rekomendasi Tempat Memesannya
Motivasi Kerja Mulai Pudar? Bangkitkan Lagi dengan 5 Langkah Ini
Mooryati Soedibyo, Pionir Jamu dan Kosmetik Tradisional di Indonesia
Petinju Wanita Nangis Setelah Dipukul 278 Kali, Netizen Salut Semangatnya
Most Popular
1
Adu Gaya Kim Tae Ri Pakai Bra di Show Prada, Karina Tampil Bergaun Putih
2
Viral Wanita Cantik Curi Atensi Saat Nonton Liga Champions, Terungkap Sosoknya
3
Potret Wulan Guritno Jalani Oplas di Korea Agar Kulit Lebih Kencang
4
Pasangan Artis China Batal Nikah, Calon Istri Ogah Belajar Bahasa Inggris
5
TikTok Viral Verificator
Viral Pernikahan Beda Usia 40 Tahun, Reaksi Pengantin Wanita Disorot
MOST COMMENTED











































