Intimate Interview
Jaclyn Halim, Wanita di Balik Sukses Brand The Little Things She Needs
wolipop
Selasa, 30 Jul 2013 13:30 WIB
Jakarta
-
Jaclyn Halim merupakan salah satu wanita muda yang kini menjabat sebagai Chief Operation Officer (COO) Metroxgroup. Jaclyn termasuk wanita yang berada di balik sukses The Little Things She Needs, salah satu brand di bawah Metroxgroup. Yuk berkenalan dengan Jacylyn yang membutuhkan perjalanan panjang sebelum berhasil menduduki jabatan COO.
"I start di (X)S.M.L itu waktu 2002 - 2011 bulan September. Nah selama itu sih saya nggak langsung jadi GM ya. Itu dari Fashion Manager, terus jadi Brand Manager, terus jadi Senior Brand Manager, dan setelah itu baru diangkat jadi GM. Jadi ya it's a long way ya. Delapan tahun lebih," ungkap Jaclyn saat diwawancara oleh Wolipop beberapa waktu lalu di B-Side Wakai, Plaza Indonesia, Jakarta Pusat.
Setelah mengemban tugas bersama (X)S.M.L selama delapan tahun, pemilik nama lengkap Frances Jaclyn Halim itu pun akhirnya mengembangkan karirnya menjadi COO di Metroxgroup. Sebelum memutuskan untuk pindah kerja, Jaclyn mengaku bahwa dirinya mencari tahu terlebih dahulu apakah perusahaan tersebut cocok atau tidak dengan dirinya.
"Saya di-approach sama Metrox itu tahun 2011. Nah karena perjalanan di (X)S.M.L sudah 8 tahun lebih, saya sudah ngerti deh mulai dari track pemilihan bahan, produksi, distribusi, branding, sampai marketing, itu saya sudah ngalamin semua. So what is next? Setelah saya ketemu sama CCO-nya Metrox, saya ngobrol sama dia, mau tau directionnya sebenarnya ke arah mana," papar wanita lulusan Swinburne University of Technology, Melbourne, Australia itu.
Proses Jaclyn mencari tahu soal Metrox berjalan hingga enam bulan. Setelah itu, iapun resmi bergabung di perusahaan retail itu. Wanita yang gemar bergaya klasik ini pun kini mengurusi delapan brand, termasuk Wakai dan The Little Things She Needs.
Apa yang pernah dipelajari oleh Jaclyn selama bekerja di (X)S.M.L, saat ini ia aplikasikan pada label yang ditanganinya tersebut. Dia lah yang menjadi otak di balik kesuksesan label Wakai dan The Little Things She Needs.
"Kalau international brand kan itu sudah ada guidancenya dari principle, so the whole spring/summer, fall/winter, itu pasti sudah ada. Nah kalau kayak The Little Things She Needs kan 6 - 9 months harus dipikirin temanya apa, warnanya apa, trennya apa. Jadi kita ikutin tuh apa yang lagi disukai sama masyarakat, apalagi perempuan, karena kan target marketnya gede kan," papar wanita berambut panjang itu.
The Little Things She Needs kini menjadi brand yang cukup di kenal oleh pecinta sepatu. Sejak hadir beberapa tahun lalu, brand ini menjawab kebutuhan wanita yang ingin datang ke satu toko khusus sepatu dan aksesori. Di toko sepatu ini para wanita bisa menemukan banyak sepatu flat aneka warna dan juga jenis-jenis lainnya.
Kesuksesannya memperkenalkan The Little Things She Needs ini membuat Jaclyn merasa tertantang. Iapun harus memiliki banyak ide untuk bisa memberikan yang terbaik pada label yang diurusinya tersebut.
"Pada saat Metrox approve saya, saya jadi ngerasa tertantang karena saya nggak handle satu brand saja dan ada beberapa project yang going on like Mezzo gitu. Pada saat itu saya pun brainstorming ingin buat sesuatu yang baru in house, ya kita create-lah si Wakai ini," tutup wanita kelahiran 15 Juni itu.
(eny/rma)
"I start di (X)S.M.L itu waktu 2002 - 2011 bulan September. Nah selama itu sih saya nggak langsung jadi GM ya. Itu dari Fashion Manager, terus jadi Brand Manager, terus jadi Senior Brand Manager, dan setelah itu baru diangkat jadi GM. Jadi ya it's a long way ya. Delapan tahun lebih," ungkap Jaclyn saat diwawancara oleh Wolipop beberapa waktu lalu di B-Side Wakai, Plaza Indonesia, Jakarta Pusat.
Setelah mengemban tugas bersama (X)S.M.L selama delapan tahun, pemilik nama lengkap Frances Jaclyn Halim itu pun akhirnya mengembangkan karirnya menjadi COO di Metroxgroup. Sebelum memutuskan untuk pindah kerja, Jaclyn mengaku bahwa dirinya mencari tahu terlebih dahulu apakah perusahaan tersebut cocok atau tidak dengan dirinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proses Jaclyn mencari tahu soal Metrox berjalan hingga enam bulan. Setelah itu, iapun resmi bergabung di perusahaan retail itu. Wanita yang gemar bergaya klasik ini pun kini mengurusi delapan brand, termasuk Wakai dan The Little Things She Needs.
Apa yang pernah dipelajari oleh Jaclyn selama bekerja di (X)S.M.L, saat ini ia aplikasikan pada label yang ditanganinya tersebut. Dia lah yang menjadi otak di balik kesuksesan label Wakai dan The Little Things She Needs.
"Kalau international brand kan itu sudah ada guidancenya dari principle, so the whole spring/summer, fall/winter, itu pasti sudah ada. Nah kalau kayak The Little Things She Needs kan 6 - 9 months harus dipikirin temanya apa, warnanya apa, trennya apa. Jadi kita ikutin tuh apa yang lagi disukai sama masyarakat, apalagi perempuan, karena kan target marketnya gede kan," papar wanita berambut panjang itu.
The Little Things She Needs kini menjadi brand yang cukup di kenal oleh pecinta sepatu. Sejak hadir beberapa tahun lalu, brand ini menjawab kebutuhan wanita yang ingin datang ke satu toko khusus sepatu dan aksesori. Di toko sepatu ini para wanita bisa menemukan banyak sepatu flat aneka warna dan juga jenis-jenis lainnya.
Kesuksesannya memperkenalkan The Little Things She Needs ini membuat Jaclyn merasa tertantang. Iapun harus memiliki banyak ide untuk bisa memberikan yang terbaik pada label yang diurusinya tersebut.
"Pada saat Metrox approve saya, saya jadi ngerasa tertantang karena saya nggak handle satu brand saja dan ada beberapa project yang going on like Mezzo gitu. Pada saat itu saya pun brainstorming ingin buat sesuatu yang baru in house, ya kita create-lah si Wakai ini," tutup wanita kelahiran 15 Juni itu.
(eny/rma)











































