Intimate Interview
Dian Krishna dan Pengalaman Bolak-balik Masuk Rutan Saat Jadi Wartawan
Arina Yulistara - wolipop
Rabu, 19 Jun 2013 13:31 WIB
Jakarta
-
Puteri Indonesia 2003 Dian Krishna memilih menjadi ibu rumah tangga setelah menikah dan punya satu anak. Walau sudah tidak menjadi wanita karir lagi, Dian masih tetap aktif di dunia hiburan dengan menjadi pembawa acara atau presenter. Kemampuannya menjadi presenter ini diperoleh dari pengalaman-pengalamannya dulu ketika menjadi pembaca berita di sebuah stasiun televisi.
Ya, Dian memang mengawali kariernya sebagai jurnalis pada 2001 sebelum akhirnya dikenal sebagai Puteri Indonesia. Namun pada 2003 ia vakum karena harus menjalani berbagai tugas pasca terpilih sebagai pemenang di kontes kecantikan tahunan tersebut. Setahun setelah tugasnya sebagai putri selesai baru ia kembali menjadi pembaca berita di salah satu stasiun televisi swasta Indonesia.
Saat itulah wanita 35 tahun ini mendapatkan banyak pengalaman yang mengesankan, salah satunya keluar-masuk rutan karena tuntutan pekerjaan. Dian bercerita, pengalamannya masuk rutan Salemba saat ada kasus penggelapan uang merupakan yang pertama. Dengan modal yakin ia berpura-pura menjadi mahasiswi sehingga bisa bertemu dengan tersangka. Hal yang dilakukannya tidak sia-sia, wanita lulusan Mass Communications Royal Melbourne Institute of Technology, Australia, itu mendapatkan berita ekslusif.
"Akhirnya aku dapat ekslusif nggak ada satu pun televisi Indonesia yang punya footage itu," cerita Dian saat berbincang dengan wolipop di kediaman orangtuanya kawasan Kemang, Jakarta Selatan belum lama ini.
Tidak hanya satu kali, Dian pun pernah masuk-keluar penjara Bali. Saat itu juga tengah ada sebuah kasus yang menghebohkan. Sayang aksinya 'menyelundup' masuk-keluar penjara ini tidak bisa terus dilakukannya. Seiring makin seringnya dia menjadi pembaca berita, wajahnya pun jadi makin dikenal. Dia pun tidak lagi mendapat tugas sebagai 'penyelundup'.
Namun Dian tidak menyerah. Naluri mencari berita membuat wanita kelahiran 26 November 1977 itu melakukan hal yang lebih berani seperti masuk ke dalam bagasi mobil narasumbernya. Pengalaman tersebut juga sangat mengesankan bagi ibu satu anak ini.
Bagi Dian, bekerja di televisi sudah menjadi cita-citanya sejak kecil. Wanita yang hobi makan itu senang bisa berbincang-bincang dengan banyak orang. Bahkan demi mendukung kariernya sebagai pembaca berita ia sampai mengoperasi penyakit hidungnya supaya tidak mengganggu.
"Kayaknya sudah tertanam dari umur 5 tahun. Untung suara mendukung dan bawelnya juga disesuaikan dengan narasumber ya. Waktu itu aku ada polip, karena polip ganggu pita suara dan sinus juga, yasudah operasi, apa pun yang diperlukan saya lakukan," ujarnya sambil tertawa.
Dian memang menikmati pekerjaannya di media massa. Akan tetapi, setiap pekerjaan tentu memiliki duka tersendiri. Baginya, duka yang dialami selama menjadi jurnalis hanyalah soal penghasilan yang tidak menjanjikan dan waktu yang terlalu padat. Kontestan The Apprentice Asia itu sampai belajar menjadi host dan MC untuk menambah penghasilannya saat itu.
Saat karirnya menjadi pembaca berita dan jurnalis tengah mencapai puncak, Dian justru memilih berhenti bekerja. Dia mengikuti suaminya tinggal di Hong Kong sejak 2008 lalu. Dian memilih menjadi ibu rumah tangga demi keluarganya. Akan tetapi, ia masih kerap bekerja sebagai freelance saat diminta menjadi host di stasiun televisi Hong Kong ataupun Indonesia.
Dian tidak menyesali keputusan tersebut. Baginya saat ini, suami, Ezwan Johaniff Elias, dan putra pertamanya, Rafenzo Ezwan, adalah nomor satu. Namun saat ditanya apa ada niatan kembali bekerja menjadi presenter, Dian terkekeh dan menjawab, "Mau sih, apalagi kalau jadi PR, ada kayak bridge-nya kalau jadi PR." Siapa tertarik menjadikan Dian sebagai PR?
(ays/eny)
Ya, Dian memang mengawali kariernya sebagai jurnalis pada 2001 sebelum akhirnya dikenal sebagai Puteri Indonesia. Namun pada 2003 ia vakum karena harus menjalani berbagai tugas pasca terpilih sebagai pemenang di kontes kecantikan tahunan tersebut. Setahun setelah tugasnya sebagai putri selesai baru ia kembali menjadi pembaca berita di salah satu stasiun televisi swasta Indonesia.
Saat itulah wanita 35 tahun ini mendapatkan banyak pengalaman yang mengesankan, salah satunya keluar-masuk rutan karena tuntutan pekerjaan. Dian bercerita, pengalamannya masuk rutan Salemba saat ada kasus penggelapan uang merupakan yang pertama. Dengan modal yakin ia berpura-pura menjadi mahasiswi sehingga bisa bertemu dengan tersangka. Hal yang dilakukannya tidak sia-sia, wanita lulusan Mass Communications Royal Melbourne Institute of Technology, Australia, itu mendapatkan berita ekslusif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak hanya satu kali, Dian pun pernah masuk-keluar penjara Bali. Saat itu juga tengah ada sebuah kasus yang menghebohkan. Sayang aksinya 'menyelundup' masuk-keluar penjara ini tidak bisa terus dilakukannya. Seiring makin seringnya dia menjadi pembaca berita, wajahnya pun jadi makin dikenal. Dia pun tidak lagi mendapat tugas sebagai 'penyelundup'.
Namun Dian tidak menyerah. Naluri mencari berita membuat wanita kelahiran 26 November 1977 itu melakukan hal yang lebih berani seperti masuk ke dalam bagasi mobil narasumbernya. Pengalaman tersebut juga sangat mengesankan bagi ibu satu anak ini.
Bagi Dian, bekerja di televisi sudah menjadi cita-citanya sejak kecil. Wanita yang hobi makan itu senang bisa berbincang-bincang dengan banyak orang. Bahkan demi mendukung kariernya sebagai pembaca berita ia sampai mengoperasi penyakit hidungnya supaya tidak mengganggu.
"Kayaknya sudah tertanam dari umur 5 tahun. Untung suara mendukung dan bawelnya juga disesuaikan dengan narasumber ya. Waktu itu aku ada polip, karena polip ganggu pita suara dan sinus juga, yasudah operasi, apa pun yang diperlukan saya lakukan," ujarnya sambil tertawa.
Dian memang menikmati pekerjaannya di media massa. Akan tetapi, setiap pekerjaan tentu memiliki duka tersendiri. Baginya, duka yang dialami selama menjadi jurnalis hanyalah soal penghasilan yang tidak menjanjikan dan waktu yang terlalu padat. Kontestan The Apprentice Asia itu sampai belajar menjadi host dan MC untuk menambah penghasilannya saat itu.
Saat karirnya menjadi pembaca berita dan jurnalis tengah mencapai puncak, Dian justru memilih berhenti bekerja. Dia mengikuti suaminya tinggal di Hong Kong sejak 2008 lalu. Dian memilih menjadi ibu rumah tangga demi keluarganya. Akan tetapi, ia masih kerap bekerja sebagai freelance saat diminta menjadi host di stasiun televisi Hong Kong ataupun Indonesia.
Dian tidak menyesali keputusan tersebut. Baginya saat ini, suami, Ezwan Johaniff Elias, dan putra pertamanya, Rafenzo Ezwan, adalah nomor satu. Namun saat ditanya apa ada niatan kembali bekerja menjadi presenter, Dian terkekeh dan menjawab, "Mau sih, apalagi kalau jadi PR, ada kayak bridge-nya kalau jadi PR." Siapa tertarik menjadikan Dian sebagai PR?
(ays/eny)










































