Liputan Khusus
Performa Kerja Baik, PNS Bisa Sekolah Gratis ke Luar Negeri
wolipop
Jumat, 02 Nov 2012 10:08 WIB
Jakarta
-
Memutuskan pindah dari pekerjaan mapan sebagai karyawan swasta untuk menjadi pegawai negeri sipil (PNS), ada beberapa orang yang melakoninya. Masing-masing orang tentu memiliki alasannya sendiri kenapa memilih beralih menjadi PNS.
Kharisma Citra, seorang wanita berusia 30 tahun yang bekerja di bagian Publikasi Kementerian Kelautan dan Perikanan mengaku hidupnya jadi lebih teratur dan memiliki masa depan yang cukup terjamin karena selain gaji, ia juga memperoleh tunjangan kesehatan. Selain itu juga tunjangan anak, keluarga dan pensiun. Kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dengan program beasiswa pun terbuka lebar.
"Yang pasti kalau kinerja bagus dapat penghargaan mengabi kepada negara. Penghargaan berupa bintang dan tanda jasa. Kesempatan untuk belajar di sekolah-sekolah bagus dan berkualitas juga ada," tuturnya dalam wawancara melalui telepon, beberapa waktu lalu.
Lain lagi dengan Irwan (bukan nama sebenarnya) yang bekerja di bagian kesejahteraan sosial di salah satu instansi pemerintah di Jakarta. Pria yang pernah bekerja di salah satu perusahaan minyak terkemuka ini merasa hidupnya jadi lebih berguna bagi orang lain setelah menjadi PNS. Melakukan pelayanan bagi masyarakat umum, menurutnya lebih bermanfaat ketimbang memberi keuntungan untuk pihak swasta.
"Lebih merasa berguna karena yang kita lakukan benar-benar untuk masyarakat umum. Kalau secara pendapatan sih nggak kurang. Cukup," terang pria 28 tahun ini.
Dari segi penghasilan, Irwan mendapatkan tunjangan kinerja yang dihitung berdasarkan performa kerja di kantor. Untuk tunjangan saja, di luar gaji pokok, Irwan bisa mendapat Rp 4 juta per bulan. Dia pun membenarkan bahwa peluang mendapat beasiswa sangat besar. Menurutnya, banyak PNS yang sudah bersekolah lagi lewat program beasiswa.
"Untuk beasiswa banyak banget yang dapat. Teman saya ada yang sudah mulai sekolah. Kemarin masih adanya yang (beasiswa) di Indonesia. Minimal harus lima tahun kerja kalau mau beasiswa keluar negeri," ujarnya.
Senada dengan Irwan, Eka Prasetyawati yang bekerja di Badan Pemeriksaan Kementerian Pekerjaan Umum juga menyebut beasiswa sebagai salah satu keuntungan menjadi PNS. Dia menuturkan, PNS bisa punya kesempatan untuk belajar, pelatihan ke luar negeri maupun dalam negeri dan program dinas belajar yang lebih banyak.
"Ada program seperti itu. Di swasta kalau mau kuliah kan harus resign. Saya sempat tugas dinas belajar di India untuk mengambil gelar master selama 1 tahun 8 bulan," kisah wanita berusia 29 tahun ini.
Semakin berprestasi, peluang seorang pegawai negeri untuk disalurkan bersekolah akan semakin besar. Baik itu di dalam maupun luar negeri. Mulai dari S1, S2 hingga S3, biayanya dikoordinir oleh negara melalui Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional.
(hst/kik)
Kharisma Citra, seorang wanita berusia 30 tahun yang bekerja di bagian Publikasi Kementerian Kelautan dan Perikanan mengaku hidupnya jadi lebih teratur dan memiliki masa depan yang cukup terjamin karena selain gaji, ia juga memperoleh tunjangan kesehatan. Selain itu juga tunjangan anak, keluarga dan pensiun. Kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dengan program beasiswa pun terbuka lebar.
"Yang pasti kalau kinerja bagus dapat penghargaan mengabi kepada negara. Penghargaan berupa bintang dan tanda jasa. Kesempatan untuk belajar di sekolah-sekolah bagus dan berkualitas juga ada," tuturnya dalam wawancara melalui telepon, beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lebih merasa berguna karena yang kita lakukan benar-benar untuk masyarakat umum. Kalau secara pendapatan sih nggak kurang. Cukup," terang pria 28 tahun ini.
Dari segi penghasilan, Irwan mendapatkan tunjangan kinerja yang dihitung berdasarkan performa kerja di kantor. Untuk tunjangan saja, di luar gaji pokok, Irwan bisa mendapat Rp 4 juta per bulan. Dia pun membenarkan bahwa peluang mendapat beasiswa sangat besar. Menurutnya, banyak PNS yang sudah bersekolah lagi lewat program beasiswa.
"Untuk beasiswa banyak banget yang dapat. Teman saya ada yang sudah mulai sekolah. Kemarin masih adanya yang (beasiswa) di Indonesia. Minimal harus lima tahun kerja kalau mau beasiswa keluar negeri," ujarnya.
Senada dengan Irwan, Eka Prasetyawati yang bekerja di Badan Pemeriksaan Kementerian Pekerjaan Umum juga menyebut beasiswa sebagai salah satu keuntungan menjadi PNS. Dia menuturkan, PNS bisa punya kesempatan untuk belajar, pelatihan ke luar negeri maupun dalam negeri dan program dinas belajar yang lebih banyak.
"Ada program seperti itu. Di swasta kalau mau kuliah kan harus resign. Saya sempat tugas dinas belajar di India untuk mengambil gelar master selama 1 tahun 8 bulan," kisah wanita berusia 29 tahun ini.
Semakin berprestasi, peluang seorang pegawai negeri untuk disalurkan bersekolah akan semakin besar. Baik itu di dalam maupun luar negeri. Mulai dari S1, S2 hingga S3, biayanya dikoordinir oleh negara melalui Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional.
(hst/kik)
Olahraga
Starter Pack Tenis Pemula! Peralatan Wajib untuk Latihan yang Lebih Stabil
Pakaian Pria
Ngabuburit Sore Hari Jadi Lebih Cozy dengan Steigen Bomber Oslo Sueding Black
Pakaian Pria
Kombinasi Overshirt & Ankle Pants Pria untuk ke Kantor Tetap Nyaman, Rapi, dan Bikin Kamu Makin Stylish!
Home & Living
Kaligrafi Dinding Asmaul Husna yang Bikin Rumah Terasa Lebih Hangat Selama Ramadan
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
7 Keuntungan Menjadi Perawat Home Care Dibanding Perawat Rumah Sakit
Mengenal Manfaat Lanyard Id Card dan Rekomendasi Tempat Memesannya
Motivasi Kerja Mulai Pudar? Bangkitkan Lagi dengan 5 Langkah Ini
Mooryati Soedibyo, Pionir Jamu dan Kosmetik Tradisional di Indonesia
Petinju Wanita Nangis Setelah Dipukul 278 Kali, Netizen Salut Semangatnya
Most Popular
1
Romantis Banget! Potret Lengket Timothee Chalamet & Kylie Jenner di BAFTA 2026
2
Potret Manon KATSEYE Diduga Dapat Perlakuan Rasis Usai Diumumkan Hiatus
3
Foto: Fashion War di Karpet Merah BAFTA Awards 2026, Siapa Terbaik?
4
Ini Jenis Pembersih Wajah Terbaik untuk Kulit Sehat Menurut Dermatologist
5
Keajaiban, Aktris 49 Tahun Melahirkan Anak Pertama Usai 10 Tahun Suami Wafat
MOST COMMENTED











































