Liputan Khusus
Perjalanan Karir Polisi Cantik Briptu Eka Hingga Terkenal di Layar Kaca
wolipop
Jumat, 19 Okt 2012 08:04 WIB
Jakarta
-
Anda pasti sudah familiar dengan polisi wanita (polwan) Brigadir Polisi Satu (Briptu) Eka Frestya. Polwan cantik yang sering tampil di layar kaca untuk melaporkan kondisi lalu lintas melalui National Traffic Management Center (NTMC) ini sudah memilih karier sebagai polisi sejak masih SMA. Kini, Briptu Eka bertugas di Ditlantas Polda Metro Jaya.
Saat ditemui oleh wolipop belum lama ini, Eka menceritakan pengalamannya selama menjadi polisi. Menurutnya, menjadi polisi lalu lintas itu tidak mudah. Dia harus bisa melawan rasa takut ketika berada di tengah-tengah keramaian jalan.
"Mau nyebrang saja takut, gimana kalau kita ada di tengah-tengah. Itu sudah tugas kami, tapi orang melihatnya sepele, mereka nggak tahu mentalnya berada di tengah-tengah ngatur mobil kayak begitu perlu mental yang kuat. Pasti berdoa dulu tuh kalau tugas di jalan," cerita Eka kepada wolipop di NTMC.
Sebelum ditugaskan sebagai polisi lalu lintas seperti sekarang, Eka mengawali kariernya di Direktorat Samapta Polda Metro Jaya pada 2006. Kemudian dia dipindahkan ke Polres Bandara Soekarno-Hatta tahun 2007 hingga 2008, dan terakhir pada 2010 di Ditlantas dan NTMC sampai saat ini.
Eka mengaku kalau dia memilih masa depannya menjadi penegak hukum karena dilahirkan sebagai anak tentara. Tidak hanya itu, film-film detektif yang suka disaksikannya waktu kecil mendorong dirinya terjun menjadi polisi.
Banyak sekali pengalaman yang sangat berkesan bagi Eka. Mulai dari patroli menggunakan sepeda, menjaga demo, mendampingi pejabat dan Kapolri ke luar kota, menyelidiki kasus narkotika, hingga menjadi presenter NTMC yang disiarkan di salah satu saluran televisi Indonesia.
Sebelum menjadi presenter, Eka menjalani pelatihan selama dua minggu bersama 100 orang peserta dari seluruh Polda. Selama mengukuti pelatihan itu mereka juga menjalani tes seperti kemampuan berbicara di depan kamera. Setiap tes tersebut, untuk peserta yang gagal dieliminasi. Hingga akhirnya tersisa enam orang termasuk Eka.
"Saya sendiri nggak mengira bakalan begini, banyak hal-hal lain juga macam-macam fungsi yang saya jalani," tuturnya.
Pekerjaan polwan yang semakin bervariasi menunjukkan kalau emansipasi wanita di Polri benar-benar terwujud. Hal itu diakui oleh Eka karena polwan tidak bekerja di balik meja saja, tapi juga menjalani tugas berat layaknya polisi laki-laki.
"Di sini mungkin terlihatnya manis-manis, tapi di luar banyak, seperti penerjun, diving, polwan itu nggak hanya duduk manis di belakang meja, ada yang di Brimob, ada juga polwan di Gegana , jadi emansipasi wanita di Polri benar-benar terwujud ya," ujarnya. Emansipasi tersebut juga ditunjukkan dengan waktu kerjanya yang fleksibel. Meskipun ada batasan waktu bertugas, tapi seorang polwan harus siap 24 jam bila dibutuhkan.
Untuk karir ke depannya, wanita kelahiran 15 Juli 1988 ini berharap bisa menjadi perwira, tidak hanya sampai pangkat briptu atau brigadir polisi satu saja. "Saat ini saya berpangkat briptu ya dari Bintara, tentu saya ingin menaikkan mudah-mudahan bisa menjadi seorang perwira," ujarnya di akhir pembicaraan dengan wolipop.
(eny/hst)
Saat ditemui oleh wolipop belum lama ini, Eka menceritakan pengalamannya selama menjadi polisi. Menurutnya, menjadi polisi lalu lintas itu tidak mudah. Dia harus bisa melawan rasa takut ketika berada di tengah-tengah keramaian jalan.
"Mau nyebrang saja takut, gimana kalau kita ada di tengah-tengah. Itu sudah tugas kami, tapi orang melihatnya sepele, mereka nggak tahu mentalnya berada di tengah-tengah ngatur mobil kayak begitu perlu mental yang kuat. Pasti berdoa dulu tuh kalau tugas di jalan," cerita Eka kepada wolipop di NTMC.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eka mengaku kalau dia memilih masa depannya menjadi penegak hukum karena dilahirkan sebagai anak tentara. Tidak hanya itu, film-film detektif yang suka disaksikannya waktu kecil mendorong dirinya terjun menjadi polisi.
Banyak sekali pengalaman yang sangat berkesan bagi Eka. Mulai dari patroli menggunakan sepeda, menjaga demo, mendampingi pejabat dan Kapolri ke luar kota, menyelidiki kasus narkotika, hingga menjadi presenter NTMC yang disiarkan di salah satu saluran televisi Indonesia.
Sebelum menjadi presenter, Eka menjalani pelatihan selama dua minggu bersama 100 orang peserta dari seluruh Polda. Selama mengukuti pelatihan itu mereka juga menjalani tes seperti kemampuan berbicara di depan kamera. Setiap tes tersebut, untuk peserta yang gagal dieliminasi. Hingga akhirnya tersisa enam orang termasuk Eka.
"Saya sendiri nggak mengira bakalan begini, banyak hal-hal lain juga macam-macam fungsi yang saya jalani," tuturnya.
Pekerjaan polwan yang semakin bervariasi menunjukkan kalau emansipasi wanita di Polri benar-benar terwujud. Hal itu diakui oleh Eka karena polwan tidak bekerja di balik meja saja, tapi juga menjalani tugas berat layaknya polisi laki-laki.
"Di sini mungkin terlihatnya manis-manis, tapi di luar banyak, seperti penerjun, diving, polwan itu nggak hanya duduk manis di belakang meja, ada yang di Brimob, ada juga polwan di Gegana , jadi emansipasi wanita di Polri benar-benar terwujud ya," ujarnya. Emansipasi tersebut juga ditunjukkan dengan waktu kerjanya yang fleksibel. Meskipun ada batasan waktu bertugas, tapi seorang polwan harus siap 24 jam bila dibutuhkan.
Untuk karir ke depannya, wanita kelahiran 15 Juli 1988 ini berharap bisa menjadi perwira, tidak hanya sampai pangkat briptu atau brigadir polisi satu saja. "Saat ini saya berpangkat briptu ya dari Bintara, tentu saya ingin menaikkan mudah-mudahan bisa menjadi seorang perwira," ujarnya di akhir pembicaraan dengan wolipop.
(eny/hst)
Perawatan dan Kecantikan
Glowing Maksimal Sebelum Lebaran! Rahasia Eksfoliasi Biar Kulit Cerah dan Mulus dalam Hitungan Minggu
Perawatan dan Kecantikan
Review Parfum SAFF & Co, Irai Leima atau Ostara, Mana yang Lebih Cocok untuk Karakter Kamu?
Perawatan dan Kecantikan
Kerja di Ruangan AC Bikin Kulit Makin Kering? Ini Body Lotion yang Wajib Kamu Punya
Perawatan dan Kecantikan
Kulit Badan Lebih Halus dan Cerah Tanpa Scrub Kasar, Saatnya Pakai Toner Glycolic Acid
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
7 Keuntungan Menjadi Perawat Home Care Dibanding Perawat Rumah Sakit
Mengenal Manfaat Lanyard Id Card dan Rekomendasi Tempat Memesannya
Motivasi Kerja Mulai Pudar? Bangkitkan Lagi dengan 5 Langkah Ini
Mooryati Soedibyo, Pionir Jamu dan Kosmetik Tradisional di Indonesia
Petinju Wanita Nangis Setelah Dipukul 278 Kali, Netizen Salut Semangatnya
Most Popular
1
Bikin Iri! Jisoo BLACKPINK Kencan Bareng Aktor-aktor Ganteng di Drakor
2
Potret Alyssa Daguise Olahraga Angkat Beban saat Hamil Besar, Kuat & Bugar
3
Influencer Populer Dijuluki 'Lip King' Meninggal Dunia setelah Operasi Plastik
4
Kelly Osbourne Ngamuk Usai Disebut Terlalu Kurus bak Mayat Hidup
5
Kate Middleton Tampil Dreamy di BAFTA 2026 dengan Gaun Gucci Lama
MOST COMMENTED











































