Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Liputan Khusus

Hindari 7 Hal Ini Saat Memulai Karier Jadi Manajer Artis

wolipop
Selasa, 25 Sep 2012 16:05 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Seorang manajer artis tidak hanya perlu belajar, tapi juga memperhatikan beberapa hal yang sebaiknya dihindari. Hal tersebut demi karier Anda, sang artis, serta klien, agar tidak ada pihak yang dirugikan. Inilah tujuh hal yang perlu diperhatikan supaya tidak merugi.

1. Memberitahukan Berita Buruk Sebelum Show

Sebagai manajer artis, Anda sebaiknya tidak memberitahukan berita seburuk apa pun ketika sang artis akan atau sedang show. Hal itulah yang dilakukan manajer Slank, Bunda Iffer. Dia melakoni itu untuk menjaga kondisi si artis agar tidak terpengaruh mengenai berita tersebut saat tampil di depan publik. "Kalau ada sesuatu kejadian yang sangat parah kita nggak boleh bilang pas show sekalipun orangtuanya meninggal, itu menjadi beban. Setelah show baru kita bilang atau akan mengganggu konsentrasinya," urai Bunda Iffet saat berbincang dengan wolipop, Jumat (21/09/2012).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

2. Menerima Pekerjaan Tanpa Kontrak

Seperti yang dirangkum dari buku Artist Management 101 karya Sulung Landung, manajer tidak boleh menerima pekerjaan tanpa kontrak karena bisa merugikan diri sendiri dan artis. Ada kontrak saja kadang bermasalah, apalagi tidak memegang kontrak.

3. Menerima Pekerjaan dari Klien tanpa Melihat Track Record

Selalu cek track record klien sebelum menerima pekerjaan, sebesar apa pun penawarannya. Anda harus selektif memilih event serta perusahaan penyelenggara, termasuk track record pembayaran mereka.

4. Memulai Pekerjaan tanpa Menerima Pembayaran Awal

Salah satu kesalahan umum yang sering dilakukan adalah memulai pekerjaan tanpa pembayaran awal atau down payment. Langkah ini sangat berisiko karena Anda bisa saja ditipu oleh pihak penyelenggara dengan tidak melakukan pembayaran penuh, terutama untuk semua off air event.

5. Terlalu Banyak Ambil Pekerjaan

Hal ini juga sering terjadi sehingga pekerjaan bisa berantakan. Jangan ragu untuk berkata 'tidak' jika melihat artis sudah tak mampu menerima pekerjaan. Hindari juga over-exposure artis yang bisa menimbulkan kejenuhan dan berakibat fatal bagi karier mereka.

6. Lupa Promosi karena Artis Sudah 'Naik Daun'

Ini merupakan masalah klasik yang sering dialami oleh para manajer artis. Anda tetap perlu mempromosikan sang artis untuk tiga hingga empat tahun mendatang. Banyaknya permintaan klien sekarang tidak menjamin bahwa tiga tahun lagi mendapat pekerjaan yang masih bagus. Selalu memikirkan karier artis ke depannya dan hindari mengeksploitasi artis untuk kepentingan manajemen.

7. Membedakan Klien

Manajer artis harus selalu menerapkan prinsip bahwa semua klien berhak mendapatkan pelayanan yang sama baiknya. Jangan pernah meremehkan klien hanya berdasarkan nilai kontrak. Bagaimanapun klien adalah raja, tidak ada pengecualian.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads