Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Intimate Interview

Selami Bisnis Spa, Wulan Tilaar Sekolah Pijat & Kecantikan

Kiki Oktaviani - wolipop
Selasa, 31 Jul 2012 08:45 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Wolipop
Jakarta -

Pada awalnya, dunia kecantikan tidak sepenuhnya menjadi gairah Wulan Tilaar. Selepas SMA, Anak ketiga dari Martha Tilaar itu justru melanjutkan pendidikan di bidang desain grafis di College of Mount. St Joseph, Amerika dan melanjutkan S2 di Universitas Boston, jurusan Advertising. Dunia desain dan iklan menjadi passion Wulan pada saat itu.

Setelah menamatkan sekolah, pada 1 Januari 2005 Wulan bergabung di perusahaan Martha Tilaar Group. Wulan masuk di divisi Art Departement, sesuai dengan bidang sekolahnya. Namun, ibu dari dua anak tersebut pada saat itu tidak menemukan tantangan dalam pekerjaannya. Hanya berjalan empat bulan, Wulan pindah divisi.

Akhirnya Wulan memutuskan untuk mengurus spa dan Sekolah Puspita Martha. Di divisi tersebut, wanita kelahiran Jakarta, 13 Juli 1977 itu tertantang untuk berkontribusi lebih dalam, karena pada saat itu Wulan melihat kurang terkoordinasi secara visual.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di sana kayanya kurang terkoordinasi secara visual, yang saya nilai dari aestetik dan brosurnya, terlihat masih acak-acakan. Dari situ saya interest untuk berkontribusi. Akhirnya saya masuk ke beauty school dan spa. Awalnya itu nol, walaupun dulu tiap kecil sudah sering ke sini," ujar Wulan, saat diwawancari Wolipop di Martha Tilaar Spa, Kuningan, Jakarta, Rabu (25/7/2012).

Diakui Wulan, pada saat itu dia merasa bingung karena tidak sepenuhnya mengerti tentang perawatan, produk dan alat kecantikan. Hingga wanita berkulit putih itu memutuskan untuk mengambil sekolah di Puspita Martha. Wulan bercerita, ketika itu dia ikut belajar bagaimana cara pijat dan facial.

"Pada waktu itu semua orang nawarin produk beauty ke saya, nawarin alat salon terbaru, saya nggak bisa bedain mana yang bagus, saya sampe bingung. Dari situ saya berpikir, saya harus tahu sendiri, supaya kita tahu apa yang tepat untuk spa kita. Mungkin spa kita lain dari spa lain karena filosinya beda. Akhirnya aku ikut sekolah internasional diploma yaitu Cidesco untuk spa, facial, beauty treatment, jadi belajar mijet, ngeluarin komedo, masker segala macem, pokoknya seru sih," kenang Wulan seraya tertawa.

Setelah setahun belajar tentang kecantikan, Wulan akhirnya lulus. Sejak saat itu, ia mulai aktif mengikuti pertemuan di Cidesco (asosiasi kecantikan) tiap tahunnya.

Dari situ Wulan lebih dalam lagi mengenal tren, teknologi terbaru dan peraturan-peraturan dalam bidang kecantikan. Pada akhirnya, Wulan menemukan passion-nya. "Tapi tetap harus dibekali dengan kompetensi, kalau nggak kita kita nggak bisa nentuin kalo nggak tau teknis dan detail," ujar wanita yang kini menjabat sebagai Director of Martha Tilaar Spa itu.

(kik/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads