Intimate Interview
Wulan Tilaar Mengawali Karir Sebagai Penjual Kosmetik di PRJ
wolipop
Selasa, 31 Jul 2012 07:55 WIB
Jakarta
-
Putri dari Martha Tilaar, Wulan Tilaar kini telah menggantikan sang bunda di perusahaan Martina Berto. Wulan telah mengenal bisnis kecantikan sejak dirinya masih remaja.
Ditemui wolipop di Martha Tilaar Spa, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/7/2012), Wulan berbagi kisah seputar kehidupan masa kecilnya. Wulan telah melihat kesibukan sang bunda Martha Tilaar sejak ia masih berusia belia. Anak ke-3 Martha Tilaar dan H.A.R Tilaar itu bercerita, sehabis pulang sekolah, dia kerap ke kantor ibunya, yang sekaligus salon serta Sekolah Puspita Martha di Wahid Hasyim, Jakarta Pusat.
Wulan kecil melihat bagaimana cara kerja orang salon. Dari situ, ibu dua anak tersebut mulai terbiasa dan mengenal industri kecantikan. Pada saat liburan sekolah, Wulan kecil sudah ikut terjun dalam bisnis keluarga, dengan mulai membagi-bagikan brosur di Pekan Raya Jakarta (PRJ).
Beranjak remaja, Martha Tilaar menciptakan kosmetik 'Belia', yang dikhususkan untuk anak-anak remaja. Saat itu, Wulan tertarik membantu untuk mempromosikan 'Belia'. Bersama sang kakak, wulan yang pada saat itu berusia 15 tahun menjadi SPG.
"Kita mulai kerja di PRJ bagi-bagi brosur. Pada saat itu kebetulan kita juga dibuatin kosmetik 'Belia', kosmetik remaja. Nah, di situ malah lebih enak, kita bisa jualin kosmetik itu sendiri yang memang sesuai dengan umur kita, yang pada saat itu saya dan kakak lagi beranjak dewasa. Jadi awalnya hanya bagi-bagi brosur, tahun-tahun berikutnya dapet kosmetik yang bisa dijual di PRJ," kenang Wulan.
Dari situ, wanita kelahiran Jakarta, 13 Juli 1977 itu belajar tentang bisnis kecantikan melalui pengalaman dan contoh. Selain dengan terjun langsung, Wulan juga melihat sendiri bagaimana kedua orangtuanya membangun bisnis mereka. Hal itulah yang membuatnya tergerak untuk ikut menyukseskan bisnis keluarganya.
"Beliau (Martha Tilaar) mengarahkan. Ibu tidak memvonis saya harus jadi dokter. Kami dibebaskan. Tapi ibu selalu bilang apa yang kita rintis, yang sudah kita letakkan fondasinya itu, semuanya baik. Dalam artian kita membukakan lapangan kerja untuk banyak orang. Sekarang sudah 5.000 pegawai dan 70 persennya perempuan. Itu merupakan kepuasaan yang amat sangat tiada bandingnya, gitu kata ibu saya. Rasanya beda kalau kita bisa memberikan pekerjaan untuk orang dan bisa meningkatkan kesejahteraan mereka. Jadi, saya sudah tahu dari kecil bahwa akan bergabung dalam perusahaan keluarga ini," ungkap wanita yang hobi berpergian ke museum itu.
Cerita lain Wulan dari masa kecil yang menginspirasinya hingga sekarang adalah ketekunan ibunya dalam membangun perusahaan yang kini sudah berjalan 42 tahun itu. Kesibukan sang ibu membangun bisnis kecantikan, juga tidak membuatnya merasa kehilangan sosok orangtua. Diakui wanita bersuara lembut itu, waktu ibunya untuk keluarga memang sangat terbatas, tapi untungnya ada sang ayah H.A.R Tilaar yang memiliki lebih banyak waktu untuk anak-anaknya.
"Ibu saya selalu sounding DJITU, disiplin, jujur, iman kuat, tekun dan ulet, itu memang saya melihatnya apa yang diucapkannya konsiten dengan apa yang dibuat. Waktu ibu dengan anak-anak terbatas, jadi memang saya lebih dekat dengan bapak saya. Mungkin karena bapak pegawai negeri yang jam empat sudah pulang, sedangkan ibu saya pulang bisa sampai malam. Di situ ada suatu pelajaran, to be sucessful kita perlu support. Bukan hanya soal finansial, support suami dari anak-anak juga perlu. Anak pun harus memaklumi kondisi," urai wanita yang meraih gelar master di bidang Advertising dari Universitas Boston, Amerika itu.
Contoh dari orangtua tersebut yang diterapkan kembali oleh istri dari Widarto dan ibu untuk Anjani dan Atira itu. Meski membangun karir, namun kehidupan untuk keluarga juga penting. Wulan menuturkan, berkarir dan menikah merupakan waktu-waktu krisis untuk wanita. Untuk itu, dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan.
(/)
Ditemui wolipop di Martha Tilaar Spa, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/7/2012), Wulan berbagi kisah seputar kehidupan masa kecilnya. Wulan telah melihat kesibukan sang bunda Martha Tilaar sejak ia masih berusia belia. Anak ke-3 Martha Tilaar dan H.A.R Tilaar itu bercerita, sehabis pulang sekolah, dia kerap ke kantor ibunya, yang sekaligus salon serta Sekolah Puspita Martha di Wahid Hasyim, Jakarta Pusat.
Wulan kecil melihat bagaimana cara kerja orang salon. Dari situ, ibu dua anak tersebut mulai terbiasa dan mengenal industri kecantikan. Pada saat liburan sekolah, Wulan kecil sudah ikut terjun dalam bisnis keluarga, dengan mulai membagi-bagikan brosur di Pekan Raya Jakarta (PRJ).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita mulai kerja di PRJ bagi-bagi brosur. Pada saat itu kebetulan kita juga dibuatin kosmetik 'Belia', kosmetik remaja. Nah, di situ malah lebih enak, kita bisa jualin kosmetik itu sendiri yang memang sesuai dengan umur kita, yang pada saat itu saya dan kakak lagi beranjak dewasa. Jadi awalnya hanya bagi-bagi brosur, tahun-tahun berikutnya dapet kosmetik yang bisa dijual di PRJ," kenang Wulan.
Dari situ, wanita kelahiran Jakarta, 13 Juli 1977 itu belajar tentang bisnis kecantikan melalui pengalaman dan contoh. Selain dengan terjun langsung, Wulan juga melihat sendiri bagaimana kedua orangtuanya membangun bisnis mereka. Hal itulah yang membuatnya tergerak untuk ikut menyukseskan bisnis keluarganya.
"Beliau (Martha Tilaar) mengarahkan. Ibu tidak memvonis saya harus jadi dokter. Kami dibebaskan. Tapi ibu selalu bilang apa yang kita rintis, yang sudah kita letakkan fondasinya itu, semuanya baik. Dalam artian kita membukakan lapangan kerja untuk banyak orang. Sekarang sudah 5.000 pegawai dan 70 persennya perempuan. Itu merupakan kepuasaan yang amat sangat tiada bandingnya, gitu kata ibu saya. Rasanya beda kalau kita bisa memberikan pekerjaan untuk orang dan bisa meningkatkan kesejahteraan mereka. Jadi, saya sudah tahu dari kecil bahwa akan bergabung dalam perusahaan keluarga ini," ungkap wanita yang hobi berpergian ke museum itu.
Cerita lain Wulan dari masa kecil yang menginspirasinya hingga sekarang adalah ketekunan ibunya dalam membangun perusahaan yang kini sudah berjalan 42 tahun itu. Kesibukan sang ibu membangun bisnis kecantikan, juga tidak membuatnya merasa kehilangan sosok orangtua. Diakui wanita bersuara lembut itu, waktu ibunya untuk keluarga memang sangat terbatas, tapi untungnya ada sang ayah H.A.R Tilaar yang memiliki lebih banyak waktu untuk anak-anaknya.
"Ibu saya selalu sounding DJITU, disiplin, jujur, iman kuat, tekun dan ulet, itu memang saya melihatnya apa yang diucapkannya konsiten dengan apa yang dibuat. Waktu ibu dengan anak-anak terbatas, jadi memang saya lebih dekat dengan bapak saya. Mungkin karena bapak pegawai negeri yang jam empat sudah pulang, sedangkan ibu saya pulang bisa sampai malam. Di situ ada suatu pelajaran, to be sucessful kita perlu support. Bukan hanya soal finansial, support suami dari anak-anak juga perlu. Anak pun harus memaklumi kondisi," urai wanita yang meraih gelar master di bidang Advertising dari Universitas Boston, Amerika itu.
Contoh dari orangtua tersebut yang diterapkan kembali oleh istri dari Widarto dan ibu untuk Anjani dan Atira itu. Meski membangun karir, namun kehidupan untuk keluarga juga penting. Wulan menuturkan, berkarir dan menikah merupakan waktu-waktu krisis untuk wanita. Untuk itu, dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan.
(/)











































