5 Penyebab Anda Sulit Mendapat Pekerjaan

- wolipop Rabu, 10 Agu 2011 12:36 WIB
dok. Thinkstock
Jakarta - Mencari dan mendapatkan pekerjaan bukanlah hal yang mudah. Ditambah dengan keadaan ekonomi yang tidak menentu dan banyaknya perusahaan yang melakukan penyusutan, seseorang akan dihadapkan dengan kompetisi yang sangat ketat.

Menurut New York Times, lowongan pekerjaan saat ini menjadi semakin detail. Gelar, keahlian, koneksi dan pengalaman tertentu menjadi keharusan untuk seseorang sebelum dipertimbangkan untuk diterima bekerja.

Hal ini tidak bisa disalahkan, dengan banyaknya perusahaan yang mengalami krisis akibat situasi ekonomi yang tidak menentu, seseorang yang memiliki kualifikasi terbaik diharapkan akan membawa perubahan yang lebih baik kepada perusahaan. Banyak perusahaan yang mem-PHK pegawainya karena dinilai tidak bisa membawa hasil yang maksimal dan tidak banyak yang dikerjakan di kantor.

Bnet juga menambahkan, bahwa jika diminta memilih antara pelamar yang memiliki pengalaman kerja lebih banyak di luar dengan mempromosikan staf lama dengan tambahan gaji, seorang kepala HRD akan memilih yang kedua. Terlepas dari semua itu, ada lima hal mendasar yang membuat Anda tetap menganggur dan sulit mendapatkan pekerjaan yang diinginkan.

1. Mencari Pekerjaan Saat Menganggur
Ada sebuah kebiasaan tidak tertulis, dimana seseorang akan lebih mudah mendapatkan pekerjaan ketika ia telah atau sedang memiliki pekerjaan. Itulah sebabnya para ahli karir selalu mengatakan, fresh graduate yang aktif bekerja freelance lebih mungkin diterima. Dan bagi yang sudah bekerja, jangan lepaskan pekerjaan Anda sebelum menemukan yang baru. Namun jika memang beban fisik dan mental dari pekerjaan lama sudah mencapai batas, segera undur diri.

2. Referensi
Referensi bisa datang dari mana saja; baik dari teman, kantor lama, universitas bahkan sekolah Anda. Kita juga mengenal bentuk referensi paling mendasar, yakni gelar. Perekrut akan melihat dari mana Anda lulus dan siapa yang memberikan penilaian ekstra terhadap Anda. Perusahaan besar akan melakukan pemeriksaan latar belakang bagi Anda yang akan menempati posisi penting.

3. Stereotip
Kita banyak melihat seseorang dipecat karena melakukan kesalahan di tempat kerja seperti tidur, mencuri, kasar terhadap pembeli atau klien, hingga menyalahgunakan jabatan dan fasilitas kantor. Stereotip ini membuat mereka sulit mendapatkan pekerjaan. Dengan memiliki kesibukan atau pekerjaan, anggapan negatif ini tidak akan hinggap pada diri Anda. Percaya atau tidak, banyak yang menganggap jika seseorang menganggur terlalu lama, ia memiliki kepribadian atau karakter yang bermasalah.

4. Posisi Dilamar Tidak Jelas
New York Times mengatakan bahwa, jangan pernah melamar ke sebuah perusahaan dan mengatakan Anda siap ditempatkan di bagian manapun. Hal ini memperlihatkan ketidakseriusan Anda dan tidak adanya spesialisasi dan penghargaan terhadap diri sendiri. Banyak perusahaan yang menerapkan masa percobaan untuk melihat performa kerja Anda, adapula yang tidak membayar Anda sama sekali, hanya memberikan tunjangan makan dan transport.

5. Keahlian yang Diabaikan
Jika Anda mantan perawat yang tidak bekerja 9 bulan lebih, kecepatan Anda dalam menangani pasien tentunya berbeda. Begitu pula jika Anda seorang pengamat statistik yang tak pernah berkutat dengan angka setahun lebih, pastinya diperlukan latihan dari awal untuk membiasakan diri. Perusahaan akan melihat dengan jeli berapa lama Anda menganggur dan apa keahlian Anda. Perusahaan juga tidak akan membuang uang lebih untuk memberikan Anda pelatihan, karena mereka membutuhkan seseorang yang cakap, gigih dan siap kerja.

(fer/kik)