TikTok Viral Verificator
Viral! Pernikahan Sederhana Tanpa Sewa Gedung, Digelar di Depan Rumah
Momen pernikahan intim ini mencuri atensi warganet. Pengantin memilih menggelar intimate wedding di depan rumah,
Lewat unggahan akun TikTok @_diyasika, acara ini membuktikan bahwa keterbatasan lahan bukan penghalang untuk menciptakan suasana sakral yang elegan.
"My dream wedding comes true," tulis postingan akun @_diyasika.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
@_diyasika My dream wedding comes true 🥹 #wedding #intimatewedding #weddingideas #outdoorwedding #weddinginspo ♬ original sound - Ygy23
Dengan dekorasi bunga putih, sentuhan daun monstera yang segar, serta untaian bunga melati yang menjuntai di bawah rindangnya pepohonan, area depan rumah yang biasa disulap menjadi venue pernikahan impian yang tampak sangat estetis dan asri.
Dalam balutan busana adat Jawa modern yang kental dengan nuansa earth tone, kedua mempelai tampak serasi bersanding di pelaminan outdoor yang minimalis namun estetis. Suasana semakin hangat dengan kehadiran keluarga inti yang mengenakan seragam senada.
Tak heran jika kolom komentar langsung dibanjiri rasa kagum dan penasaran netizen. Ada netizen yang memuji keasrian lokasi hingga meminta rincian biaya serta rundown acara demi bisa mewujudkan konsep serupa.
Postingan momen pernikahan itu sudah ditonton lebih dari 321,8 ribu kali dan mendapatkan banjir komentar warganet.
"Tapi ini halaman rumahnya mendukung bgt," kagum akun @heeeehooooo.
"Kak bole minta rundown acaranya?" penasaran akun @Yas.
"Habis berapaa kaka?" tanya akun @Bakso Aci merona.
Kemudian akun TikTok @_diyasika membalas jika ia tak mengadakan resepsi pernikahan dan memilih menikah di rumah.
"Kebetulan aku ga pake resepsi kak, jadi cuma akad aja habis itu makan² 🥰. Waktu itu aku juga ada rencana buat akad di masjid kak, terus mikir daripada bolak balik akhirnya memutuskan buat satu lokasi aja akad sama makan makannya ditempat yg sama (di rumah) 🥰," balasnya.
Konfirmasi Wolipop
Kepada Wolipop, mempelai wanita yang akrab disapa Diyas ini membagikan cerita di balik konsep pernikahannya yang mencuri perhatian tersebut. Diyas mengungkapkan bahwa ia dan pasangannya, Hazel, awalnya sempat berencana menggelar pesta besar seperti pengantin pada umumnya. Namun, pertimbangan mengenai masa depan finansial membuat mereka berubah pikiran.
"Kami menikah 29 Maret kemarin, akad jam 8 pagi. Sebelum kami menikah, kami nabung sama-sama yang memang kami alokasikan awalnya untuk menikah saja, dengan banyak undangan dan resepsi seperti pada umumnya. Tapi seiring berjalannya waktu setelah dipikir-pikir 'sayang uangnya yang dikumpulin lama habis dalam satu hari' akhirnya kami memutuskan untuk akad saja," ungkap Diyas kepada Wolipop.
Meski sederhana, wanita berusia 26 tahun asal Klaten, Jawa Tengah, ini tetap ingin momen sekali seumur hidupnya terdokumentasi dengan indah. Ia enggan jika momen sakral tersebut hanya berlangsung formal tanpa sentuhan estetika.
"Awalnya mau di KUA tapi aku tetep pengen punya dokumentasi layaknya orang nikah beneran, akhirnya memutuskan buat akad aja di rumah, simple tapi semuanya proper dari dekorasi, MUA, attire dan lain-lain," lanjutnya.
Mengenai biaya, Diyas membeberkan bahwa total anggaran yang dikeluarkan berada di angka yang cukup terjangkau untuk dengan dekorasi tetap estetik. Hal ini dikarenakan adanya gotong royong dari pihak keluarga dalam mengelola konsumsi tanpa bantuan jasa boga dari luar.
"Untuk budgetnya around Rp 30 Juta karena untuk catering kebetulan keluarga aku masak jadi nggak pake vendor," jelas Diyas.
Terkait respon lingkungan sekitar, Diyas bersyukur kedua orang tuanya memberikan dukungan penuh meski tinggal di lingkungan perkampungan yang biasanya kental dengan tradisi pesta besar.
Sebagai jalan tengah untuk menghormati tetangga, keluarga tetap menggelar acara syukuran sederhana.
"Kalau reaksi orang tua alhamdulillahnya mendukung, tapi karena masih hidup di perkampungan dan hidup bertetangga, mereka membuat pengajian kecil-kecilan kaya tasyakuran gitu dan ngundang semua tetangga dan sodara-sodara full," pungkasnya menutup perbincangan.
(gaf/eny)












































