Keluhkan Istri Selingkuh, Pria Ini Ternyata Juga Mendua Selama 12 Tahun
Kisah rumah tangga pasangan yang sama-sama berselingkuh tengah menjadi perbincangan di media sosial. Setelah 18 tahun menikah, pasangan tersebut memilih tetap tinggal bersama meski hubungan mereka sudah jauh dari harmonis.
Melansir Lao Dong, pria bernama Tien, 44 tahun, mengatakan dirinya dan sang istri yang berusia 39 tahun telah memiliki empat anak berusia 17, 15, 12, dan 3 tahun. Menurut Tien, sekitar dua tahun lalu ia mengetahui istrinya menjalin hubungan dengan rekan kerja. Ia sempat berusaha menghentikan hubungan tersebut, tetapi tidak berhasil. Karena memikirkan keempat anaknya, Tien memilih tidak mengajukan perceraian.
Namun, situasi rumah tangga mereka ternyata tidak sesederhana itu. Tien mengaku dirinya juga telah menjalin hubungan dengan perempuan lain selama 12 tahun. Hubungan tersebut bahkan dimulai ketika sang istri sedang mengandung anak ketiga mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Istrinya disebut mengetahui perselingkuhan tersebut dan sempat memberikan reaksi. Namun, Tien mengaku tetap mempertahankan hubungan itu karena merasa memiliki perasaan yang tulus terhadap perempuan tersebut.
Selama ini, Tien merasa dirinya tetap menjalankan tanggung jawab sebagai kepala keluarga. Ia mengaku memberikan sekitar 10 juta dong Vietnam atau sekutar Rp 6,8 juta per bulan kepada istrinya untuk kebutuhan rumah tangga. Sementara itu, penghasilan dari pekerjaan lainnya digunakan untuk keperluan pribadi.
Masalah semakin rumit ketika Tien merasa istrinya mulai meninggalkan tanggung jawab terhadap keluarga. Ia mengatakan sang istri kerap pulang larut malam, bahkan terkadang tidak pulang selama dua hingga tiga hari.
Akibatnya, sebagian besar urusan rumah dan anak kini harus ditangani Tien seorang diri. Ia bangun pagi untuk menyiapkan makanan, mengantar anak ke sekolah, menjemput mereka, memasak, hingga mengerjakan pekerjaan rumah.
Tien mengaku kondisi tersebut membuatnya kelelahan. Ia bahkan mengatakan ada hari-hari ketika dirinya tidak sempat mandi dan hanya bisa beristirahat sebentar sebelum kembali menjalani rutinitas keesokan harinya.
Sebelumnya, menurut Tien, istrinya lebih banyak mengurus anak dan rumah, sementara dirinya fokus mencari nafkah. Ketika peran tersebut berubah, ia merasa harus menanggung beban mengurus anak sekaligus memikirkan kebutuhan finansial keluarga.
Ia juga mulai menyadari bahwa uang yang selama ini diberikan kepada istrinya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan empat anak. Biaya sekolah, buku, listrik, air, dan kebutuhan sehari-hari menjadi tanggung jawab yang kini lebih banyak ia rasakan secara langsung.
Dalam kondisi tersebut, Tien mengatakan dirinya ingin kembali memprioritaskan keluarga. Ia bahkan mengaku siap mengakhiri hubungan yang telah dijalaninya selama 12 tahun jika istrinya juga bersedia menghentikan hubungan di luar pernikahan.
Namun, sang istri disebut tidak bersedia mengakhiri hubungan tersebut dan juga tidak ingin bercerai. Kondisi ini membuat keduanya tetap tinggal dalam satu rumah, tetapi hubungan sebagai pasangan suami istri semakin renggang.
Kisah tersebut kemudian menuai beragam tanggapan dari netizen. Sebagian menilai Tien memiliki standar ganda karena selama bertahun-tahun menjalani hubungan dengan perempuan lain, tetapi kini meminta istrinya menghentikan perselingkuhan.
Besarnya uang yang diberikan kepada istri setiap bulan juga menjadi sorotan. Dengan empat anak yang masih membutuhkan biaya pendidikan dan kebutuhan sehari-hari, sebagian orang mempertanyakan apakah jumlah tersebut memang cukup untuk menopang kebutuhan keluarga.
Pernyataan Tien mengenai hubungannya dengan perempuan lain yang disebut sebagai hubungan penuh ketulusan juga mendapat kritik. Sejumlah netizen menilai hubungan yang berlangsung selama 12 tahun tetap merupakan perselingkuhan, terlebih ketika istrinya masih menjalankan banyak tanggung jawab dalam keluarga.
Ada pula yang mempertanyakan apakah hubungan di luar pernikahan yang dilakukan sang istri saat ini merupakan dampak dari masalah dan luka yang sudah berlangsung lama dalam rumah tangga mereka.
Meski demikian, banyak orang menilai tidak ada pihak yang benar dalam persoalan tersebut. Perselingkuhan yang dilakukan suami maupun istri tetap berpotensi merusak kepercayaan dan keharmonisan keluarga.
Di tengah konflik kedua orang tua, kondisi keempat anak juga menjadi perhatian. Apa pun keputusan yang nantinya diambil pasangan tersebut, kebutuhan anak untuk mendapatkan perhatian, pengasuhan, dan kehidupan yang stabil tetap perlu menjadi pertimbangan utama.
(vio/vio)









































