Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Viral Kisah Pilu Pengantin Baru: Istri Hilang Ingatan Setelah 3 Bulan Menikah

Gresnia Arela Febriani - wolipop
Selasa, 31 Mar 2026 16:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Baru 3 bulan menikah, istri lumpuh dan hilang ingatan usai motor masuk gaung. Sang suami rela berhenti kerja demi merawatnya meski kini tak lagi dikenali istri.
Baru 3 bulan menikah, istri lumpuh dan hilang ingatan usai motor masuk gaung. Sang suami rela berhenti kerja demi merawatnya meski kini tak lagi dikenali istri. Foto: Dok. Azhar Kamarul Aidi.
Malaysia -

Belum sempat mengecap manisnya mahligai rumah tangga, Azhar Kamarul Aidi (33 tahun) harus menelan pil pahit. Istri tercinta, Syarifah Sopian (39 tahun), kini terbaring lemah dan kehilangan ingatan total, setelah tiga bulan mereka resmi dipersatukan sebagai suami istri.

Kondisi memilukan ini merupakan dampak dari kecelakaan tragis yang menimpa mereka pada Oktober 2025. Saat dalam perjalanan pulang ke rumah, sepeda motor yang mereka kendarai terperosok ke dalam jurang. Sementara Azhar berhasil pulih, Syarifah sempat mengalami koma selama sebulan akibat cedera kepala yang sangat serius.

Azhar, warga Kampung Pagar Museh, Malaysia, itu mengungkapkan bahwa hingga kini ia masih dibayangi rasa bersalah. Pada hari kejadian, Syarifah sebenarnya yang menjemputnya bekerja, namun saat pulang, Azhar yang mengambil alih kemudi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya merasa sangat bersalah karena saya yang mengendarai motor saat itu. Jalanan sangat gelap hingga kami terperosok. Lebih sedih lagi saat dokter mengatakan istri saya akan terbaring seumur hidup dan dia bahkan tidak lagi mengenali saya sebagai suaminya," ungkap Azhar dengan nada getir dikutip dari Harian Metro.

Demi memberikan perawatan terbaik, Azhar memutuskan untuk berhenti bekerja. Fokus utamanya kini adalah memastikan kebutuhan Syarifah terpenuhi, mulai dari memberikan susu melalui selang setiap tiga jam hingga merawat luka tekan yang mulai muncul di punggung istrinya akibat terlalu lama berbaring.

ADVERTISEMENT

Meski dibantu oleh anggota keluarga lain, beban ekonomi tetap terasa berat. Saat ini, Azhar hanya mengandalkan tunjangan bulanan sebesar RM700 (sekitar Rp 2,4 Juta) dari Departemen Kesejahteraan Masyarakat (JKM). Dana tersebut jauh dari cukup untuk menutupi kebutuhan rutin seperti susu khusus dan popok sekali pakai yang diperlukan Syarifah.

(gaf/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads