Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

TikTok Viral Verficator

Viral! Pengantin Pria Terobos Hutan hingga Sawah Becek Demi Ijab Kabul

Gresnia Arela Febriani - wolipop
Minggu, 05 Apr 2026 09:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Viral! Rombongan pengantin di Brebes terjang hutan & sawah becek demi ijab kabul.
Viral! Rombongan pengantin di Brebes terjang hutan & sawah becek demi ijab kabul. Foto: Dok. TikTok @hanaaina_22.
Brebes -

Sebuah video yang memperlihatkan momen unik sekaligus mengharukan saat rombongan pengantin pria menempuh perjalanan ekstrem viral di media sosial. Diunggah oleh akun TikTok @hanaaina_22, video tersebut menangkap momen "lika-liku" nyata yang harus dihadapi demi sebuah janji suci.

Bukannya menggunakan mobil hias atau iring-iringan mewah di jalan raya, rombongan pengantin ini justru terlihat harus berjibaku menyusuri medan yang benar-benar di luar ekspektasi.

"Lika-liku antar pengantin cowok mau ijab sah," tulis akun TikTok @hanaaina_22.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

@hanaaina_22 Ngakak bener bener diluar expetasi, nganter tetangga nikahan dan lokasi rumah pasangannya ga ada akses jalan😩 gunung,hutan,sawah becek ttp di lewati demi nyai😂 #pengantinviral2026 #viral #fyp #fyppppppppppppppppppppppp #viralvideo ♬ suara asli - CRFZE♐ - Dzael

ADVERTISEMENT

Dalam rekaman tersebut terlihat suasana penuh tawa sekaligus napas terengah-engah mewarnai perjalanan rombongan pengantin pria saat membelah hutan rimbun, menanjaki area perbukitan, hingga berjalan hati-hati di pematang sawah yang becek. Mengenakan setelan jas lengkap dan kain batik, pengantin pria tampak tetap berusaha tampil prima meski harus memegang payung hijau mencolok di tengah rimbunnya pepohonan.

Pengunggah video menceritakan bahwa lokasi rumah mempelai wanita memang tidak memiliki akses jalan kendaraan. Alhasil seluruh rombongan tetangga dan keluarga besar pengantin terpaksa 'berpetualang' melewati gunung dan lumpur demi mengantar sang jagoan menuju pelaminan.

"Ngakak bener bener diluar expetasi, nganter tetangga nikahan dan lokasi rumah pasangannya ga ada akses jalan😩 gunung,hutan,sawah becek ttp di lewati demi nyai😂 #pengantinviral2026 #viral #fyp #fyppppppppppppppppppppppp #viralvideo," keterangan video @hanaaina_22.

Unggahan momen pengantin pria dan rombongannya melewati jalan berliku demi ijab kabul itu viral sudah ditonton lebih dari 378,9 ribu kali dan mendapatkan banjir komentar warganet.

"Pasti bakal dibahas terus sama keluarga sama tetangga nyaa😭😭😭," ujar akun @dew🥨.

"Ini dia kenal dimana😭," ucap akun @nda.

"Waktu ngapel ke rmh calonya gmn itu, pasti apelnya gk pernh malm 😂," ngakak akun @Deww.

"Bayangkan betapa sulitnya dia saat apel😭🤣," saut akun @nadiaaddoo.

Konfirmasi Wolipop


Wolipop sudah mewawancarai pengunggah video, Hana Aina (24 tahun). Dia membagikan detail di balik momen unik yang terjadi di Kabupaten Brebes tersebut.

Hana menceritakan bahwa rombongan satu RT berangkat dari kediaman pengantin pria, Bakir (32 tahun), di wilayah Sidamukti, Adisana, Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menuju kediaman pengantin wanita, Anah (28 tahun). Perjalanan ini ternyata jauh dari kata santai.

"Pada awalnya, saya bersama rombongan satu RT telah berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mengantarkan pengantin pria ke rumah mempelai wanita guna melaksanakan ijab kabul. Perjalanan dari rumah menuju lokasi mempelai wanita memakan waktu sekitar satu jam, dengan kondisi jalan yang terus menanjak tanpa adanya turunan," ucap Hana kepada Wolipop.

Keanehan mulai dirasakan rombongan saat mereka sampai di lokasi parkir kendaraan. Alih-alih disambut suara musik hajatan yang menggelegar, suasana justru terasa sangat sunyi.

"Sesampainya di lokasi parkir, seluruh kendaraan, baik mobil maupun sepeda motor, diparkir di pinggir jalan. Saat itu, saya mengira bahwa lokasi tujuan sudah dekat. Namun, dalam hati saya merasa heran karena tidak terlihat adanya janur kuning, dan suasana desa juga sangat sepi tanpa iringan musik seperti pada acara hajatan pada umumnya," ungkap wanita asal Buaran, Bantarkawung, Brebes tersebut.

Rasa bingung semakin memuncak saat jalur aspal berganti menjadi jalan setapak yang membelah alam liar. Hana menceritakan perjuangan para tamu yang sudah tampil maksimal dengan busana pesta mereka.

"Tidak lama kemudian, kami memasuki jalan setapak yang melewati area hutan, dengan pepohonan di sekelilingnya serta aliran sungai kecil di samping jalan. Perjalanan berlanjut hingga menembus area persawahan, dan kami harus berjalan di pinggir sawah. Hal tersebut menimbulkan rasa heran sekaligus tawa, karena sebagian besar dari kami mengenakan pakaian rapi seperti gamis dan rok, bahkan ada yang memakai sepatu hak tinggi. Akibatnya, sepatu dan sandal yang kami kenakan dipenuhi tanah sawah hingga terasa berat saat digunakan berjalan."

Viral! Rombongan pengantin di Brebes terjang hutan & sawah becek demi ijab kabul.Viral! Rombongan pengantin di Brebes terjang hutan & sawah becek demi ijab kabul. Foto: Dok. TikTok @hanaaina_22.


Setelah perjuangan fisik yang melelahkan, rombongan akhirnya tiba di lokasi. Namun, lagi-lagi ekspektasi mereka tentang pesta pernikahan pada umumnya terpatahkan oleh realitas di lapangan. Tidak ada tenda megah maupun dekorasi mewah di sana.

"Ternyata, tempat tersebut memang merupakan lokasi acara. Tidak ada tenda yang didirikan, kemungkinan karena akses jalan yang sulit. Musik yang diputar pun terdengar pelan dan tidak semeriah acara hajatan pada umumnya," jelas Hana.

Ia pun menambahkan momen paling berkesan saat rombongan dipersilakan duduk. "Kami kemudian dipersilakan duduk di atas karpet yang telah disediakan, serta diberikan makanan ringan dan minuman. Hal yang cukup mengundang tawa adalah kami makan, duduk, dan berbincang santai tepat di depan kandang kambing, lengkap dengan aroma khasnya. Meskipun demikian, hal tersebut justru menjadi pengalaman yang unik dan menarik untuk diceritakan," tuturnya lagi.

Meski penuh perjuangan, prosesi ijab kabul akhirnya dinyatakan sah. Namun, tantangan belum berakhir karena mereka harus menempuh jalan yang sama untuk kembali ke kendaraan.

Hana mengakui bahwa medan ekstrem dan cuaca panas Brebes sempat membuat fisik para pengantar 'tumbang.' "Dalam perjalanan pulang, ternyata bukan hanya saya yang merasakan pusing, tetapi banyak dari rombongan juga mengalami hal yang sama. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh medan perjalanan yang menanjak, akses yang sulit melalui hutan dan persawahan, serta cuaca yang panas," kisahnya.

Menutup ceritanya, Hana menggambarkan kondisi rombongan saat berhasil kembali. "Perjalanan pulang terasa sangat melelahkan. Kami berjalan dengan napas terengah-engah, tubuh terasa sangat lelah, dan keringat bercucuran. Pakaian yang kami kenakan pun menjadi basah oleh keringat akibat kelelahan dan panas yang menyengat," pungkasnya.

(gaf/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads