Ibu Culik Gadis 11 Tahun untuk Menikahi Anaknya, Dianggap Calon Istri Idaman
Seorang ibu berani berbuat nekat demi mendapatkan calon istri untuk putranya. Dia melakukan tindak kriminal dengan menculik seorang gadis agar menikahi putranya.
Ibu asal China tersebut bersekongkol dengan putranya yang berusia 27 tahun untuk menculik gadis tersebut, setelah keluarga sang gadis menolak lamarannya. Aksi nekatnya pun memicu kemarahan publik.
Pada Februari 2023, ibu yang diketahui bermarga Yang dari Kota Qujing, provinsi Yunnan, bertemu dengan gadis muda di sebuah desa di provinsi barat daya Guizhou. Yang meyakini bahwa gadis yang masih berusia 11 tahun itu adalah pasangan yang ideal untuk putranya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang kemudian melamar ke keluarganya dan mengusulkan membawanya ke Yunnan untuk menikah dengan putranya. Lamaran Yang ditolak oleh ayah sang gadis, sehingga memicu Yang untuk menculik gadis tersebut.
Pada 14 Februari, saat gadis itu sendirian di rumah, Yang dan putranya menculiknya dan membawanya pergi ke tempat tinggal mereka di Yunnan. Seperti dilansir South China Morning Post, aksi Yang pun ketahuan, dan dia ditangkap pada 20 Februari, disusul putranya yang menyerahkan diri empat hari kemudian.
Pada 15 Desember 2023, Pengadilan Distrik Shuicheng di Liupanshui menjatuhkan hukuman pada Yang dan putranya masing-masing dua tahun tujuh bulan penjara karena penculikan anak. Ibu dan anak tersebut mengajukan banding, namun persidangan kedua di Pengadilan Menengah Rakyat Liupanshui menghasilkan kesimpulan yang sama pada 7 Maret 2024.
Kasus tersebut memicu perdebatan sengit di dunia maya. Netizen mengungkapkan keprihatinan bukan hanya pada penculikan anak di bawah umur, tapi juga hukuman yang dinilai sangat ringan. Padahal kejahatan yang mereka lakukan terbilang berat.
"Tujuh bulan? Sulit dipercaya. Apakah biaya perdagangan anak saat ini sudah sedemikian rendah? Hal ini praktis mendorong kejahatan," kata netizen.
"Saya tidak mengerti mengapa hukuman bagi pelaku perdagangan anak masih begitu ringan. Hal inilah yang menyebabkan kejahatan terus berlanjut. Keuntungannya lebih besar daripada biayanya," kata yang lain.
China memang memiliki tradisi kuno mengenai pengantin anak. Tradisi ini dikenal sebagai tong yang xi, di mana sebuah keluarga mengadopsi seorang gadis pra-remaja untuk membesarkannya sebagai calon istri bagi salah satu putra mereka.
Meskipun sudah dilarang sejak 1950, praktik ini terus berlanjut di daerah pedesaan, yang menyebabkan banyak anak perempuan diculik.
(hst/hst)
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singkat
Viral Verificator
Prewedding Unik di Pasar Viral, Netizen Tak Menyangka Hasilnya Seindah Ini
TikTok Viral Verificator
Viral Pengantin di Bekasi Nikah Hanya di KUA Tanpa Resepsi, Bikin Iri Netizen
Rebutan Uang Duka, Konflik Menantu dan Mertua Berujung Tragis
Kisah Cinta Viral: Wanita 50 Tahun Nikahi Pria 23 Tahun, Kenalan dari TikTok
Viral Verificator
Viral Pengantin Curhat Pakai Makeup Artist Pilihan Keluarga Mertua, Bikin Nangis
Gaya Ranty Maria di Pas Foto Nikah, Tampil Natural Nyaris Tanpa Makeup
Jaket Nicolas Maduro saat Ditangkap Jadi Sorotan, Viral Diburu Netizen
8 Pemotretan Terbaru Audi Marissa Bareng Putranya, Anthony Xie Tak Ikut
Cara Menghilangkan Jerawat: Lakukan 3 Resolusi Kecantikan Ini di 2026











































