Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Pengantin Irak 'Merasa Mati' Setelah Pestanya Picu Kebakaran, 113 Tamu Tewas

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Senin, 02 Okt 2023 15:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Niniwe -

Revan dan Haneen tak pernah menyangka, pernikahan yang seharusnya jadi hari paling bahagia bagi mereka, justru berakhir bencana. Lebih dari 100 tamu yang datang untuk merayakan hari istimewa itu tewas karena jadi korban kebakaran.

Pada Selasa (26/9/2023), kebakaran yang dipicu kembang api menghanguskan gedung lokasi pernikahan mereka di Distrik Hamdaniya, Provinsi Niniwe, Irak. Sedikitnya 113 tamu tewas dan 150 lagi mengalami luka-luka.

Penyesalan dan kesedihan menghantui perasaan Revan dan Haneen. Untuk pertamakalinya kepada Sky News, mereka angkat bicara terkait insiden yang terjadi di malam pernikahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keduanya berhasil selamat dari kobaran api, namun mereka mengatakan 'merasa mati di dalam'. Bagaimana tidak, Revan, sang mempelai pria, kehilangan 15 anggota keluarganya dalam kebakaran itu.

Revan dan Haneen, pengantin Irak yang pernikahannya picu kebakaran, tewaskan 113 orang.Revan dan Haneen, pengantin Irak yang pernikahannya picu kebakaran, tewaskan 113 orang. Foto: Tangkapan layar YouTube/Sky News

Haneen, mempelai wanita, tak bisa berkata-kata setelah 10 anggota keluarganya juga ikut jadi korban, termasuk ibu dan saudara laki-lakinya. Sementara itu ayah Haneen masih dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis.

ADVERTISEMENT

Bencana itu membuat mereka merasa tidak sanggup lagi hidup di kampung halamannya, akibat trauma yang mendalam.

"Sudah cukup, kami tidak bisa tinggal di sini lagi. Tidak lagi. Maksudku, setiap kali kamu mencoba untuk mendapatkan kebahagiaan, sesuatu yang tragis terjadi pada kami dan menghancurkan kebahagiaan itu. Jadi, yang terbaik adalah kami pergi," ujar Revan, seperti dilansir Sky News.

Revan dan Haneen, pengantin Irak yang pernikahannya picu kebakaran, tewaskan 113 orang.Revan dan Haneen, pengantin Irak yang pernikahannya picu kebakaran, tewaskan 113 orang. Foto: Tangkapan layar YouTube/Sky News

Pria 27 tahun itu menambahkan, "Memang benar kami duduk di sini di hadapan Anda dan masih hidup. Tapi di dalam kami sudah mati. Kami mati rasa. Kami sudah mati di dalam."

Api dilaporkan mulai menyala pada pukul 22.45, ketika Revan dan Haneen berdansa di tengah ballroom. Meskipun laporan awal menyatakan bahwa kembang api yang dinyalakan saat mereka menari adalah penyebab kebakaran tersebut, Revan meyakini api tersebut, entah bagaimana, bermula dari langit-langit.

"Mungkin karena korsleting, saya tidak tahu. Tapi apinya berasal dari langit-langit. Panasnya terasa.. Saat saya mendengar bunyi berderak, saya melihat ke langit-langit," ujarnya.

Di tengah kepanikan, Revan berusaha menyelamatkan istrinya yang saat itu kesulitan berjalan, karena gaun pengantin yang berat dan bervolume. Sambil berlari, dia menggandeng dan terus menyeret sang istri hingga menuju ke tempat yang aman.

"Saya menarik istri saya dan mulai menyeretnya. Saya terus menyeretnya dan mencoba mengeluarkannya dari pintu dapur. Saat orang-orang melarikan diri, orang-orang menginjak-injaknya. Kakinya terluka," cerita Revan.

Kehilangan begitu banyak anggota keluarga, pasangan pengantin baru ini hanya bisa berduka. Dua yang sangat dalam.

"Kerabat kami, teman-teman kami, orang-orang yang kami cintai semuanya telah tiada.. Dua hari yang lalu kami menguburkan pamannya (Haneen) dan kedua putrinya. Kemarin kami menguburkan pamannya yang lain. Hari ini kami menguburkan putrinya dan kami menguburkan ibunya. Ayahnya (Haneen) Kondisinya kritis. Kami belum tahu kondisinya seperti apa," kata Revan lagi.

"Di malam pernikahan... kenapa ini bisa terjadi? Apa yang telah kami lakukan? Kenapa ini bisa terjadi?" pungkasnya.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads