ADVERTISEMENT

Baju Batik Motif Ini Dilarang Dipakai Tamu Tasyakuran Pernikahan Kaesang

Eny Kartikawati - wolipop Selasa, 06 Des 2022 15:04 WIB
Kaesang dan Erina Kaesang Pangarep dan Erina Gudono. Foto: Instagram @erinagudono @iluminen
Jakarta -

Putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep akan menggelar tasyakuran pernikahannya dengan Erina Gudono di Pura Mangkunegaran pada 11 Desember 2022. Tamu yang hadir ke acara tersebut, dilarang memakai baju batik motif ini.

Juru bicara pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono, Gibran Rakabuming Raka mengatakan tamu acara tasyakuran yang digelar di Puro Mangkunegaran dilarang memakai batik motif parang atau lereng. "Untuk masuk Puro Mangkunegaran nggak boleh pakai batik motif parang atau lereng," kata Gibran saat ditemui detikJateng di Balai kota Solo, Senin (5/12/2022).

Menurut Gibran para tamu undangan tasyakuran pernikahan Kaesang dan Erina sudah mengetahui soal dress code atau aturan berbusana tersebut. "Harusnya sudah tahu semua ya, haruse ada (seharusnya sudah dijelaskan di undangan)," kata kakak Kaesang itu.

Mengapa Batik Parang Dilarang Dipakai Tamu Tasyakuran Pernikahan Kaesang?

Motif batik parang kusuma dengan modifikasi.Motif batik parang kusuma dengan modifikasi. Foto: Stocklib/Ayolhoiso

Dalam situs resmi puromangkunegaran disebutkan bahwa di lingkungan Puro Mangkunegaran pada masa tertentu terdapat motif batik larangan. Batik larangan ialah suatu motif batik tertentu yang tidak boleh dipakai oleh orang kebanyakan.

Seperti di Kasunanan Surakarta, Kasultanan Yogyakarta, dan Puro Pakualaman Yogyakarta, motif batik parang adalah motif batik terlarang di Puro Mangkunegaran. Batik parang hanya boleh dipakai oleh Adipati dan keluarganya. Hal tersebut tidak lepas dari sejarah berdirinya Dinasti Mataram.

Motif Batik Parang Seperti Apa?

Parang merupakan motif batik dasar paling tua berasal dari Jawa. Parang mengandung makna tidak pernah menyerah, ibarat ombak laut yang tak pernah berhenti bergerak.

Ada beberapa jenis motif batik Parang, diantaranya Parang Rusak, Parang Barong, Parang Kusumo, Parang Kecil, Parang Slobog dan Parang Klitik. Menjadi motif batik paling populer, ternyata pada zaman dahulu tidak semua motif parang boleh dipakai setiap orang.

Seperti Parang Barong yang dicirikan dengan bentuk parang berukuran besar dan merupakan induk dari semua motif parang. Parang Barong hanya boleh digunakan oleh raja pada acara-acara tertentu saja. Barong, berarti singa dan mencerminkan sesuatu yang agung serta besar, seperti raja.

Sementara Parang Kecil, biasa dikenakan para putri atau wanita di kalangan kerajaan. Parang Kecil mengesankan wanita yang lebih lembut dan feminin.
Ada pula Parang Rusak yang hanya boleh dikenakan penguasa dan ksatria. Parang Rusak melambangkan ombak yang selalu menghantam karang pantai; tak pernah menyerah, berani dan gigih.



Simak Video "Ganti Busana! Ini Penampilan Kaesang dan Erina di Tasyakuran Malam"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)